ALLIN [ You Are My Woman ]

ALLIN [ You Are My Woman ]
48


__ADS_3

Arnold menatap Allin yang sedang berbicara pada Aura dan Alda, Arnold juga melihat Ramond dan Adam yang sedang berbincang, Arnold bernafas lega melihat pemandangan damai tersebut


" syukurlah, terima kasih Tuhan, semua baik- baik saja"


Arnold mendekati Allin dan duduk disampingnya


" ayo kita pulang " Allin menatap Arnold


" sekarang?"


" iya"


" kamu tidur disini saja sayang" kata Aura, Allin menatap Arnold, Arnold menggelengkan kepalanya menolak usulan itu


" kami akan pulang saja Ma" kata Allin dengan lembut


" besok saja pulangnya" Arnold kesal, Aura terkesan memaksa Allin, Arnold hanya ingin berduaan bersama istrinya dirumah, dia sudah berpuasa berberapa hari ini


" aku pulang !!" terdengar suara Ella yang baru pulang dari sekolah, dia terdiam merasa malu, dia tidak menyangka kalau banyak orang dirumah


" Paman Adam...Bibi Alda"


" Ella kamu baru pulang ?"


" iya Bibi"


" kamu pasti belun makan, ayo sini makan" Alda membawa Ella untuk duduk dimeja makan


" iya, aku sangat lapar"


" kalau begitu kami pulang ya Ma" kata Arnold sambil membantu Allin berdiri


" Kak Allin jangan pulang dulu, kita Nonton drama terbaru saja malam ini bagaimana ?" Arnold merubah raut wajahnya menjadi kesal menatap Ella yang sudah mulai makan dengan santai


" tidak, kami akan pulang, ayo sayang" Arnold langsung membawa Allin pergi dari sana, Arnold menatap Ramond dan Adam


" Pa kami pulang " Allin hanya diam saja, ditarik oleh Arnold untuk pergi dari sana, padahal dia ingin menonton Drama bersama Ella


Arnold dan Allin sedang berada didalam mobil, Allin menarik tangannya dari genggaman Arnold, Arnold menatap Allin


" kenapa?"


" menyetirlah dengan benar "


" aku menyetir dengan benar" Arnold kembali menarik tangan Allin dan menggenggamnya


Arnold tersenyum disepanjang jalan sambil sesekali mengecup tangan Allin, Allin juga tersenyum melihat itu, dia merasa dicintai


**


mereka berbaring sambil saling menatap dengan penuh cinta


" sayang boleh ya?" Allin mengerutkan dahinya tidak mengerti


" apa?"


" aku mau ini sayang" kata Arnold sambil mengusap bibir Allin dengan telunjuknya, Allin tersenyum dan menggeleng


" tidak aku lelah,


mau tidur, aku dua jam menunggu di kantor catatan sipil" Allin berbalik membelakangi Arnold dan memejamkan matanya, Arnold kecewa dan menyentuh lengan  Allin sambil mengusapnya .


" sebentar saja sayang"


" aku lelah Arnold "


" sebentar saja"


Allin kembali berbalik menghadap Arnold dan menatap wajah Arnold yang memelas, Allin menahan senyumnya,


" kenapa dia menjadi begitu manis"


" aku tidak percaya, nanti malah kebablasan"


" tidak akan, aku hanya akan menciummu saja, please"


" baiklah " Arnold langsung mengubah wajahnya yang tadi memelas menjadi cerah seketika, Arnold merapatkan dirinya pada Allin dan langsung menciumnya



Arnold masih mencium Allin dengan intens, Allin melirik jam diatas nakas


" sudah 20 menit Arnold menciumku" Allin bahkan tidak sadar, karena dia juga menikmatinya


" Arnold " Allin mencoba mendorong Arnold tapi Arnold tidak mau menjauh, dia memeluk Allin posesif dan menurunkan ciumannya keleher Allin


" Arnold " Arnold mengangkat kepalanya dan menatap Allin dengan mata yang sudah bergairah


" ini sudah hampir tiga puluh menit kamu menciumku"


" aku mau kamu"


" kamu janji cuma cium ya" kata Allin kesal

__ADS_1


" sebentar saja" Allin memutar matanya kesal,


" sebentar, sebentar, nyatanya"


" Arnold kita tidur saja ya, besok kan harus kerja "


" tidak, aku kuat, besok aku akan bangun lebih pagi aku tidak akan telat" Arnold sudah tidak bisa lagi berlama- lama


" tapi....mphp" Belum selesai bicara Arnold sudah menyerangnya dengan ciuman panas, Allin mengeluh dalam hati


" dia tidak akan berhenti dalam waktu sebentar"


**



Arnold lebih dulu membuka matanya, dia tersenyum menatap Allin yang tidur dengan lelap


" dia pasti sangat lelah" Arnold mengecup kening Allin lama, dan memejamkan matanya kembali menikmati kebersamaannya bersama Allin


Wajar saja Allin tidur sangat lelap, Arnold melakukannya berkali- kali malam tadi


Allin mengerjapkan matanya, dan menatap Arnold yang tertidur


" jam berapa sekarang " Allin menggerakkan tubuhnya untuk melihat jam diatas nakas


10:00


Mata Allin melebar dan mendudukan dirinya


" ini semua karena Arnold "


" Arnold bangun " Arnold menggeliat dan memeluk pinggang Allin yang duduk, Allin merasa sedikit tidak nyaman, karena dia dan Arnold tidak memakai apa- apa selain selimut tebal ditubuh mereka


" Arnold ini sudah hampir siang, aku terlambat kerja karena kamu" Arnold membuka matanya dan tersenyum pada Allin


" kamu pasti lelah, sudah tidur saja lagi" Arnold menarik Allin hingga wanita itu kembali berbaring, Arnold memeluknya dengan erat


" Arnold bangun !" Arnold mengabaikan teriakkan Allin dan malah mulai menciumi bahu terbuka Allin


" Arnold"


" aku bakalan bangun, tapi aku mau sekali lagi pagi ini"


" kamu, apa malam tadi tidak cukup" geram Allin kesal.


" malam sama pagi beda sayang"


" aku tidak mau"


Allin menatap kesal Arnold dan memukul dada terbuka Arnold


" kamu sudah tidak sabar lagi ya?" Arnold tersenyum jail dan mulai menciumi wajah Allin


**


Allin menatap kesal Arnold yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil bernyanyi, sepertinya suasana hatinya sangat baik


Arnold melirik istrinya yang duduk disisi ranjang sambil menatapnya kesal, Arnold tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada Allin sebelum dia masuk ke ruang ganti


Allin menggelengkan kepalanya, merasa sangat terkejut dengan perubahan sikap Arnold


" ada apa dengan dia?"


Arnold keluar dan masih melihat Allin yang duduk disisi ranjang, Arnold menyisir rambutnya sambil bersiul dan setelah dia selesai dia mendatangi Allin


" ada apa sayang, kenapa wajahmu terlihat kesal ?"


" pakai tanya lagi, coba kamu lihat jam sekarang sudah jam satu siang " Arnold menatap jam diatas nakas dan tersenyum bahagia menatap Allin


" dan kenapa kamu senyum- senyum?" tanya Allin sensi


" tidak ada, aku hanya merasa bahagia "


" ck.. Ini semua gara- gara kamu, tidak sarapan, tidak makan siang aku lapar"


" memangnya tidak ada makanan didapur"


" tidak ada"


" maaf ya sayang, selama kamu tidak ada dirumah, aku tidak membeli bahan makanan dan selalu makan diluar " Arnold duduk disamping Allin dan mencium pelan pipi Allin


" aku butuh makan bukan kecupan"


" iya sayang, ayo kita cari makan diluar" Arnold membantu Allin berdiri


**


Diperjalanan Arnold selalu melirik Allin dengan senyuman dibibirnya


Allin menatap aneh Arnold


" ada apa?" tanya Allin

__ADS_1


" tidak ada hanya saja kamu cantik" Allin terdiam dan menahan senyumnya, dia merasa malu dan juga senang mendengar itu


" kita sekalian belanja bahan makanan sayang ?"


" iya, tidak ada sedikitpun makanan dirumah, entah apa yang kamu lakukan selama aku tidak ada"


" aku itu sangat sedih saat kamu tidak ada, coba kamu lihat tubuhku aku sekarang lebih kurus" Allin menatap tubuh Arnold


" memangnya Si Luna itu tidak memberimu makan" kata Allin dengan nada menyindir


Arnold menatap Allin yang terlihat cemburu dengan wanita bernama Luna tersebut


" sekarang dia dimana ya, biasanya dia akan menelpon atau mengechat ku" kata Arnold sambil menatap Allin dengan nada mengesalkan, Arnold sekarang mencoba bermain- main


Allin langsung menatapnya garang mendengar perkataan Arnold


" jadi sekarang kamu merindukannya" Allin menatap tajam Arnold


" tidak tahu ya, sepetinya iya" Allin merasa kesal dan juga cemburu dia menarik tanganya dari genggaman tangan Arnold raut wajahnya berubah sedih dan mengalihkan matanya menatap keluar jendela, Arnold tersenyum melihat reaksi Allin, dia menyentuh dagu Allin agar wanita itu menghadapnya


Allin tidak mau melihat dan menjauhkan tangan Arnold dari wajahnya, Arnold jadi merasa tidak nyaman dan meminggirkan mobilnya, dia menarik paksa Allin hingga Allin menatapnya, Allin ternyata menangis dan menundukkan wajahnya


" sayang....sudah aku hanya bercanda " Arnold mengusap pipi Allin, Allin hanya diam saja


" maaf..." Arnold menarik Allin kepelukkannya, dan mencium puncak kepala Allin berberapa kali, Arnold semakin bersalah saat tidak mendapat respon apa apa dari Allin


Arnold sungguh takut, kalau Allin benar- benar marah padanya


" sayang..." Arnold mencoba mengangkat wajah Allin, disana Allin terlihat sangat sedih


" maaf..." Arnold mencium seluruh wajah Allin, dia takut Allin benar- benar marah


" aku lapar" Arnold menghentikan kecupannya pada wajah Allin dan menatap Allin


" aku lapar, dan kamu malah berhenti disini, kapan aku akan makan" Arnold tersenyum dan mencium gemas bibir Allin, Allin kesal dan menggigit bibir Arnold yang menciumnya


Arnold menarik bibirnya dan menatap sedih


" kenapa kamu menggigitku?"


" aku lapar, lebih baik kamu bawa aku kerestoran, sebelum aku memakanmu" Arnold langsung menatap antusias perkataan Allin


" tidak apa- apa sayang, aku rela, makan saja aku" Arnold menyodorkan bibirnya pada Allin, Allin yang tadi kesal menjadi tersenyum dengan tingkah Arnold


Allin mendorong wajah Arnold dengan tangannya


" aku benar- benar lapar" Arnold tersenyum dan mengecup cepat bibir Allin


" baik Nyonya Arnold Gall, tapi aku serius kamu tidak marah kan dengan perkataanku tadi, aku sungguh hanya bercanda saja, aku tidak benar- benar memikirkannya"


" aku percaya, aku tahu kamu mencintaiku" Arnold merasa sangat bahagia, dadanya bergemuruh merasa sangat sangat bahagia, dia mendekatkan wajahnya ingin kembali mencium Allin


Tapi Allin menghindar


" kamu jangan macam- macam, aku lapar Arnold" Arnold menarik wajahnya dan menyetir kembali


" baiklah, kamu mau makan apa sayang?"


Dreeeettt......


Allin mengambil ponselnya yang berdering didalam tas dipangkuannya, Allin melihat siapa yang menelpon


Lucas Calling


Arnold mendekatkan wajahnya pada Allin, penasaran siapa yang menelpon istrinya


Dahi Arnold berkerut tidak suka membaca nama penelpon yang tertera disana, Allin langsung mengangkat panggilan Lucas


" Allin kamu ada dimana?"


" kenapa kamu langsung bertanya aku dimana, harusnya kamu bertanya apa kabar ku dulu"


" lama, aku tahu kamu baik-baik saja" Allin tersenyum mendengar itu, Lucas terdengar sedikit kesal.


" kenapa kamu menelponku?"


" aku sekarang di rumah mu, kamu dimana?"


" kamu sekarang dirumah" Arnold yang dari tadi selalu mengawasi Allin, berdecak kesal saat tahu Lucas ada dirumahnya


" iya"


" maaf Lucas aku lagi diluar, kalau begitu aku akan pulang sekarang "


" aku tidak mau, suruh saja dia pulang" Allin menatap Arnold yang berbicara dengan nada tidak suka


" tidak perlu Allin, kamu ada dimana aku akan menyusulmu"


" kamu nyakin?"


" iya"


" kami mau ke restoran xxx"

__ADS_1


" baiklah kalau begitu aku kesana sekarang, bye"


" bye"


__ADS_2