
6 bulan berlalu. Je Ha saat ini berada di Seoul dan membuat bisnis pembuatan dan pemasangan reklame bernama βTae Shin Adsβ. Hari menjelang malam ketika tiba-tiba ponselnya berbunyi dan seseorang memintanya untuk datang memperbaiki banner reklame yang hampir jatuh karena terkena angin. Tanpa membuang waktu ia pun memasuki mobilnya dan memacunya menuju tempat kliennya berada.
Tempat yang ia tuju ternyata adalah gedung perkantoran yang menjadi basis kampanye dari Jang Se-Joon seorang kandidat presiden. Sempat tidak diperbolehkan masuk oleh bodyguard yang berjaga karena sudah lewat waktu kerja, seorang nenek petugas cleaning service membantu meyakinkan mereka sehingga akhirnya Je Ha boleh melakukan tugasnya malam itu juga dengan ditemani oleh salah seorang bodyguard.
Saat ia sedang beraksi mengencangkan ikatan-ikatan banner yang ada di dinding luar gedung, beberapa van hitam yang didalamnya berisi beberapa orang dengan mengenakan topeng biru melaju mendekat ke arah gedung. Sementara itu, di dalam salah satu kamar gedung, Se-Joon masuk ke dalam dan mendapati wanita simpanannya sudah menunggu dengan menuangkan anggur. Setelah sempat sejenak melampiaskan kangennya, Se-Joon menghentikan aktivitas mereka sejenak untuk menyimak siaran langsung mengenai istrinya, Choi Yoo-Jin yang sedang diwawancarai seputar kegiatannya dalam mendukung kampanye suaminya.
__ADS_1
Di parkiran mobil, pasukan bertopeng biru mulai bergerak masuk ke dalam gedung. Se-Joon masih asyik menonton istrinya, yang terlihat cukup rendah diri dan humble di dalam interview tersebut. Selingkuhannya akhirnya tidak sabar lagi dan lantas mematikan layar televisi tersebut. Se-Joon membalasnya dengan ciuman yang mesra dan penuh gairah.
Sementara keduanya memadu kasih, pasukan bertopeng biru sudah semakin bergerak masuk ke dalam gedung. Saat itu Se-Joon baru menyadari keberadaan Je Ha yang sedang membenarkan tali pengikat banner. Je Ha sendiri sama kagetnya karena ia juga baru memperhatikan kamar tempat ia berada saat itu. Se-Joon segera menghentikan ciumannya dan meminta kekasihnya untuk menutup tirai jendela. Tanpa disangka, tiba-tiba ia mulai merasa pusing dan tak sadarkan diri beberapa saat kemudian. Kekasihnya tersenyum dan memintanya tidak perlu khawatir karena sebentar lagi semua akan berakhir. Ia lantas mengedipkan mata ke arah Je Ha dan menutup tirai jendela.
Satu demi satu bodyguard Se-Joon yang berjaga di gedung dapat dilumpuhkan oleh pasukan bertopeng biru. Para petugas yang sedang bekerja pun tidak luput dari mereka, termasuk si nenek cleaning service, yang dihajar kepalanya oleh gagang pistol. Je Ha yang melihatnya sempat berusaha memberitahu si nenek untuk pergi, namun usahanya sia-sia. Sebaliknya, orang yang baru saja memukul si nenek, yang kini terjatuh dengan kepala bersimbah darah, mengetahui ada Je Ha di luar sana. Walau demikian, ia hanya tersenyum sinis kepadanya.
__ADS_1
Next Episode 05...
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA. JANGAN LUPA UNTUK LIKEEπππ
DAN KOMENTAR DI BAWAH πππ
__ADS_1
DAN JANGAN LUPA KASIH AKU
πβββββπ****