
Salah seorang dari tim analisis JSS menemukan sebuah chip di bekas mobil yang digunakan oleh Je-Ha dan Yoo-Jin sebelumnya. Ia diam-diam memasukkan chip tersebut ke kantongnya dan beberapa waktu kemudian kembali diam-diam menyerahkannya pada ketua Joo. Ternyata memang benar chip tersebut berisi informasi mengenai pelaku hacking terhadap mobil mereka. Saat bertemu dengan Gwan-Soo di sebuah acara resmi, Yoo-Jin men-skak-nya dengan chip tersebut, yang dibawakan kepadanya oleh selingkuhan Se-Joon yang kini dipekerjakan oleh Yoo-Jin. Tangan kanan Gwan-Soo yang mengenali si wanita selingkuhan tersebut langsung pucat setengah mati, demikian pula Gwan-Soo setelah diberitahu oleh tangan kanannya. Berusaha tetap tenang, sambil tertawa Gwan-Soo mengatakan bahwa kini mereka telah impas dan untuk saat ini tiba saatnya mereka untuk melakukan gencatan senjata.
Di rumah, Mi-Ran mencoba menggoda Je-Ha dengan mengenakan penampilan yang seksi. Apes baginya, bukan Je-Ha yang menontonnya dari kamera CCTV, melainkan si bodyguard yang berjaga bersama Je-Ha. Tak lama kemudian giliran Je-Ha yang mengawasi kamera CCTV. Saat itulah An-Na keluar dari kamarnya. Ia lalu menuju ke dapur dan mencari sesuatu. Je-Ha jadi ikut penasaran melihatnya. Ternyata yang dicari adalah sebungkus ramen. An-Na bahkan menari-nari dengan riang saat menemukan bungkusan ramen tersebut, membuat Je-Ha sempat terpana oleh senyumnya. Sayangnya, saat hendak memasaknya, An-Na tidak menyadari katup gas dalam posisi mati, sehingga api tidak bisa menyala. Ia terpaksa kembali ke kamarnya dengan mengambil sepiring makanan yang telah disediakan di meja. Je-Ha kembali gemas melihat An-Na yang untuk membuat ramen saja kurang cekatan.
Untuk menghilangkan kantuk, Je-Ha berjalan keluar kamar. Tanpa diduga, ada sesosok bayangan yang terlihat sedang bersembunyi di atap. Je-Ha mencoba memperhatikan untuk mengetahui siapa yang sedang bersembunyi itu. Entah apa yang dilihatnya, yang jelas tiba-tiba wajahnya terlihat kaget.
__ADS_1
Melihat ada orang berada di balik atap rumah, Je-Ha mencoba menghubungi Mi-Ran, yang tidak diangkat karena saat itu ia sedang tertidur nyenyak. Dengan ilmu parkour tingkat tinggi, Je-Ha bergegas naik ke atas dan perlahan mendekati sosok yang ada di atas atap. Ia pun lega begitu mengetahui ternyata itu adalah An-Na, sedang makan bersama seekor anak kucing.
Usai makan, An-Na tiba-tiba menangis. Ia terbayang botol obat yang dulu ia berikan kepada ibunya sebelum ia meninggal (mungkin ada yang lupa, ibu An-Na ditemukan meninggal dengan sebotol obat di sampingnya). Je-Ha terdiam melihatnya, dan duduk di tempatnya agar tetap bisa mengawasi An-Na.
An-Na sendiri ternyata bisa berada di sana dengan mengakali CCTV menggunakan selimut listrik. Ia masuk melalui loteng yang ada di sebelah kamarnya dan menyusup keluar melalui jendela kecil yang ada di loteng. Je-Ha yang diam-diam mengikutinya, tersenyum kagum melihat trik selimut listrik yang digunakan An-Na. Saat hendak kembali ke luar, Je-Ha melihat foto An-Na kecil bersama ayah (Se-Joon) dan ibunya. Mereka tampak bahagia di foto tersebut.
__ADS_1
*TERIMA KASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA. JANGAN LUPA UNTUK LIKEEπππ
DAN KOMENTAR DI BAWAH πππ
DAN JANGAN LUPA KASIH AKU
__ADS_1
πβββββπ*