
JSS masih belum bisa melacak keberadaan An-Na, yang saat itu sedang berada di sebuah taman. Ia teringat dulu ia dan ayah ibunya pernah bermain dengan riang di sebuah taman bermain. Di waktu itu, Se-Joon pernah mengatakan pada An-Na, bahwa apabila ia hilang dan tersesat, yang harus ia lakukan adalah tetap menunggu Se-Joon menjemputnya di tempat ia hilang. Meski apapun yang terjadi, ia tetap harus berada di sana hingga Se-Joon datang.
Saat itu, dua orang gadis tiba-tiba lewat dan berfoto selfie di depan An-Na. Foto yang mereka unggah ke sosmed itu kemudian terlacak oleh JSS yang kini mengetahui keberadaan An-Na. Dalam perjalanan menuju TKP, Je-Ha yang on the way ke sana bersama dengan ketua tim VIP Seo mengajukan sebuah permintaan kepadanya. Ternyata permintaannya adalah untuk mendatangi An-Na seorang diri.
Je-Ha tiba di saat An-Na sedang berdoa semoga ayahnya datang menjemputnya. Ia kecewa begitu tahu yang muncul adalah Je-Ha, dengan membawa 2 gelas es krim. Namun Je-Ha berbohong dengan mengatakan mereka bisa menemukan An-Na karena ayahnya yang memberitahukan kepada mereka, sedang ia sendiri tidak bisa datang menjemput An-Na karena sibuk.
“Apa yang dikatakan ayah?” tanya An-Na.
Je-Ha jadi kebingungan menjawabnya. Ia lalu berimprovisasi dan menjawab, “Ia ingin agar kamu menunggu sedikit lebih lama lagi. Dan ketika ia menjadi presiden…”
“Ia tidak marah?” potong An-Na, “Dengan aku yang tiba-tiba muncul begitu saja?”
__ADS_1
“Marah? Tentu saja tidak. Ia hanya menjadi sedikit khawatir.” jawab Je-Ha.
Je-Ha lalu memberikan gelas es krim yang ia bawa dan meminta An-Na untuk menghabiskannya sebelum mencair. Ia juga beralasan Se-Joon-lah yang memintanya untuk membelikan es krim tersebut untuk An-Na.
“Jadi.. ayah mengirimkan ini untukku?” tanya An-Na.
“Tentu saja,” jawab Je-Ha.
Sambil menghabiskan es krimnya, An-Na bercerita bahwa taman ini dulunya adalah taman bermain yang pertama kali ia kunjungi bersama ayahnya. Ia cukup senang bisa datang ke tempat itu, namun tidak bisa membanggakan dirinya ke teman-temannya karena ia tidak bisa menceritakan kepada mereka siapa ayahnya. Ibunya berpesan apabila orang lain tahu ia adalah keluarga Se-Joon, maka orang-orang jahat akan mengincar mereka. Meski An-Na kecil tidak tahu maksud perkataan ibunya, ia tidak mau ada orang jahat yang mencelakai ayahnya, sehingga ia terus berusaha untuk menyimpannya.
Nafas An-Na mendadak terengah-engah. Saat ditanya penyebabnya, An-Na hanya bahwa itu adalah Vana Ilusion / Futile Dream.
__ADS_1
“Tapi sekarang aku tahu kebenarannya. Bahwa.. bahwa aku adalah orang jahat itu selama ini.” ujar An-Na sembari memegangi dadanya.
Tiba-tiba An-Na terjatuh tak sadarkan diri. Je-Ha segera menghubungi Seo dan memintanya untuk memanggil ambulan. Tanpa diduga, ternyata An-Na alergi parah terhadap es krim strawberry, es krim yang baru saja diberikan oleh Je-Ha. Saking parahnya, hanya makan sedikit saja ia bisa mati. Seo yang mendengarnya segera menghubungi Je-Ha dan memintanya mengecek denyut nadi An-Na. Karena masih terasa, meski lemah, Seo menginstruksikan Je-Ha untuk memberikan CPR hingga bantuan tiba. Je-Ha pun melakukannya, memberi pernafasan dari mulut ke mulut.
**Next Episode 24...
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA. JANGAN LUPA UNTUK LIKEE👍👍👍
DAN KOMENTAR DI BAWAH 👇👇👇
DAN JANGAN LUPA KASIH AKU
__ADS_1
👉⭐⭐⭐⭐⭐👈**