
"hentikan" kata seseorang. dia adalah Je Ha, yang memegang bahu pria itu. "cepat pergilah" perintah Je Ha pada An Na dalam bahasa Korea. An Na terdiam, ia kemudian melepaskan tangannya dari pria itu dan pergi bersembunyi. sementara pria itu bertarung dengan Je Ha. An Na mengintip mereka dari balik tiang. dari pertarungan itu, Je Ha terjatuh. An Na kembali berlari, pria itu mengejarnya lagi. Je Ha berdiri dan berlari menolong An Na. Je Ha berhasil menghentikan langkah pria itu, keduanya kembali bertarung mengadu kekuatan. dalam pertarungan kedua, Je Ha menggunakan segenap kekuatannya. akhirnya Je Ha berhasil menaklukan pria itu. Je Ha mencek*k leher pria itu dengan lengannya. hingga pria itu tak bergerak. Je Ha memeriksa dompet pria itu. saat ada lencana polisi dalam dompetnya, Je Ha mengumpat... ia membawa dompet itu.
naasnya, kejadian itu tertangkap oleh kamera CCTV keamanan stasiun. penjaga CCTV menelpon bagian kemanan dan memberitahukan kalau ada perampok di podium 2. Je Ha pergi dengan wajah tertunduk... ia naik ke lantai atas. An Na melihatnya, ia kemudian memohon untuk menolongnya...
"tuan, ayahku ada di Madrid. ku mohon bawa aku ke sana" pinta An Na. Je Ha berkata bahwa ia tidak akan mengantarkannya. ia meminta agar An Na pergi. An Na menjawab kalau ia tidak berbohong, ayahnya akan memberinya hadiah. "aku berkata jujur" ucap An Na, ia menjelaskan kalau orang jahat mengejarnya. Je Ha berkata kalau seorang polisi mengejar An Na bukankah itu artinya An Na melakukan kesalahan. ia tidak mau membantu An Na.
__ADS_1
"hei kau" teriak petugas keamanan pada keduanya. Je Ha melihat dua petugas keamanan. An Na memohon pertolongan. "pergilah" perintah Je Ha. kemudian An Na berlari dengan kakinya yang penuh luka. dua orang petugas keamanan mendekati Je Ha. "ada yang ingin kami tanyakan" kata seorang petugas. Je Ha melihat kedua petugas itu, salah satu membawa pistol yang lainnya membawa pentungan. Je Ha maju dan bertarung melawan keduanya. Je Ha berhasil melumpuhkan kedua petugas itu. mereka kesakitan. Je Ha berjalan meninggalkan mereka. Je Ha berhasil keluar dari stasiun bawah tanah
"oscar, oscar dimana kau?" tanya seorang pria di ponselnya... pria itu berdiri di sebelah mobil yang didalamnya duduk An Na. sementara si pria sibuk mencari temannya. An Na melihat Je Ha yang keluar dari stasiun bawah tangga, ia memukul-mukul jendela mobil, memanggil Je Ha meminta diselamatkan. "tolong selamatkan aku tuan.. tolonglah kumohon" An Na menangis memohon pertolongan..
Je Ha melihat An Na, ia tergerak ingin menolong. namun pria yang menunggu di samping mobil berkata kalau ia polisi. ia meminta Je Ha untuk pergi. Je Ha pergi dengan langkah berat. sementara An Na memukul-mukul jendela memohon diselamatkan. ia menangis... Je Ha tetap melangkah... ia masuk ke sebuah taksi, Je Ha melihat ke belakang namun akhirnya berkata pada supir taksi "tolong antarkan ke bandara" kemudian taksi itu berjalan. melihat taksi yang dinaiki Je Ha menjauh. An Na semakin kencang menangis... di dalam mobil Je Ha kembali memikirkan gadis itu, siapakah An Na? kenapa dia dikejar oleh polisi?
__ADS_1
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA. JANGAN LUPA UNTUK LIKEEπππ
DAN KOMENTAR DI BAWAH πππ
DAN JANGAN LUPA KASIH AKU
__ADS_1
πβββββπ