Aman

Aman
Episode 27


__ADS_3

Di mobil, Se-Joon tertawa senang karena berhasil lolos dari masalah. Ia pun berterima kasih pada Je-Ha yang sudah menyelamatkannya. Ia lalu bertanya kemana tujuan mereka.


“Menemui putrimu,” jawab Je-Ha.


Se-Joon kaget mendengarnya. Ia meminta Je-Ha untuk menghentikan mobilnya, namun Je-Ha tidak mempedulikannya.


“Jika kamu tidak ingin menemuinya, pergi dan katakan itu di hadapannya, daripada memberikan seorang wanita muda harapan palsu.”


“Siapa yang memerintahmu untuk melakukan hal seperti ini?” tanya Se-Joon.


“Aku bukan tipe orang yang melakukan sesuatu seperti ini karena diperintah,” jawab Je-Ha. Ia melanjutkan, “Kamu tahu, seekor anjing bahkan punya insting untuk melindungi anak anjing yang mereka punya. Kamu tahu dimana aku menemukan An-Na hari ini? Dream Land. Kamu ingat sekarang? Kamu tahu apa yang ia katakan ketika aku menemukannya? Ia khawatir terhadapmu.”


Se-Joon langsung marah begitu mendengar An-Na memakan es krim straweberry.


“Itu benar, ia bisa saja mati. Ku rasa An-Na tidak melakukan bunuh diri karena ia membencimu. Itu karena ia menyadari bahwa ia adalah beban dalam hidupmu dan mencoba untuk menghilang begitu saja. Itu mungkin sebabnya ia memakannya.” jelas Je-Ha.


Se-Joon tidak tahu harus berkata apa-apa lagi. Setibanya di markas JSS, ia berkata, “Jika kamu benar melakukan semua ini hanya untuk An-Na, berjanjilah padaku bahwa engkau akan melindunginya hingga akhir. Jika kamu melakukan itu, aku akan menemuinya.”


“Tentu, aku berjanji.” respon Je-Ha.


Sesaat kemudian ponsel Je-Ha berbunyi. Ketua Joo dengan emosi menanyakan keberadaannya. Se-Joon yang mendengarnya segera mengambil alih hp Je-Ha dan memberitahu Joo bahwa ia bisa menjemputnya di markas JSS.


“Alasan aku tidak menemui An-Na selama ini adalah karena menemuinya bisa membuatnya dalam bahaya,” ujar Se-Joon. “Aku sudah menjual jiwaku kepada iblis untuk memenuhi keserakahanku. Dan karena itu aku kehilangan moral dan orang-orang yang aku cintai. Tapi keserakahan ini tidak datang dengan rem. Aku harus lebih mempercepat lagi lajunya untuk bisa melepaskan diri dari cengkraman Yoo-Jin. An-Na adalah sandera. Aku hanya bisa menyelamatkannya saat itu aku sudah mendapat kekuatan besar. Jika aku mundur sekarang, Yoo-Jin akan menganggap An-Na tidak ada gunanya lagi. Dan jika itu terjadi, An-Na akan berada dalam bahaya. JIka aku menemui An-Na dan mengatakan satu hal saja yang salah, Yoo-Jin akan menyadari apa yang aku coba lakukan dan menyembunyikan An-Na di tempat dimana aku tidak akan pernah bisa menemukannya. Itu sebabnya fakta bahwa An-Na berada di Korea terasa seperti hukuman mati untukku. Dan itu pula sebabnya kenapa kamu tidak seharusnya membawaku ke sini. Tapi tidak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi. Kamu sebaiknya menjaga janjimu. Aku mohon kepadamu.”

__ADS_1


Se-Joon memejamkan matanya sejenak, lalu berkata, “Baik, ayo kita pergi. Untuk membuat putriku yang malang menjadi lebih sedih lagi.”


Je-Ha tidak bisa berkata apa-apa mendengarnya.


Se-Joon melangkah keluar dari mobil dan disambut oleh direktur JSS. Tanpa basa-basi ia langsung mengatakan akan menemui An-Na. Di Cloud Nine, Yoo-Jin yang mengetahuinya segera meminta Mirror untuk menunjukkan rekaman CCTV tempat dimana An-Na dirawat. Se-Joon sendiri, begitu masuk ke dalam dan melihat kamera CCTV di sudut kamar, langsung sadar bahwa kemungkinan gerak-geriknya saat itu sedang diawasi Yoo-Jin. Ia pun berpura-pura tidak tahu mengenai penyebab An-Na dirawat dan berpura-pura kaget saat dokter mengatakan penyebabnya adalah alergi straweberi. Yoo-Jin ternyata percaya itu dan heran kenapa Se-Joon tidak tahu bahwa anaknya alergi strawberi.


An-Na sendiri sedari tadi memalingkan tubuhnya menghadap tembok. Se-Joon lantas meminta yang lain untuk meninggalkannya sendiri di kamar. Begitu yang lain pergi, Se-Joon duduk di samping An-Na dan membalikkan tubuhnya sehingga menghadap ke arahnya. Ia mengatakan bahwa sudah tidak ada orang lain di sana sehingga mereka bisa mengobrol berdua. An-Na masih tetap memejamkan matanya.


Se-Joon lantas membelai pipi An-Na dengan lembut. An-Na membuka matanya dan langsung memeluk ayahnya sembari menangis. Se-Joon menyambut pelukan An-Na sambil tertawa terkekeh. Dalam hati ia berkata.


Maafkan aku, An-Na


“Aku sangat merindukanmu, ayah,” ujar An-Na.


Setelah melepaskan pelukan An-Na, Se-Joon memandang wajah anaknya sembari tersenyum.


“Lihat sudah seberapa besar dirimu sekarang. Kamu bahkan mungkin sudah bisa menikah. Ya An-Na, tunggulah sedikit lebih lama lagi. Di saat aku menjadi presiden, aku akan memilih pria yang baik untukmu. Kamu akan bisa berkencan dan pergi menemui teman-temanmu. Kamu akan mendapat hidup yang menyenangkan. Dan jika saat itu datang, aku akan menikahkanmu. Jadi kamu tidak perlu lagi khawatir tentang apapun. Oke?”


“Ayah, tolong dengarkan aku,” ujar An-Na. “Ibu tidak melakukan bunuh diri. Aku ingat segalanya yang terjadi di malam itu. Saat aku masuk ke kamar ibu, ia sudah jatuh pingsan. Dan seseorang menutup mataku sehingga aku tidak bisa melihat siapa mereka, dan mulutku juga.”


“An-Na, semua itu sudah menjadi masa lalu sekarang. Kamu harus melupakannya sekarang.”


“Itu benar, ayah!” balas An-Na. “Dan wanita itu datang. Choi Yoo-Jin pasti yang membunuh ibu.”

__ADS_1


Se-Joon meminta An-Na untuk berhenti dan tidak berbicara seperti itu lagi karena jika ada orang yang mendengarnya maka itu akan menghalangi jalannya (menjadi presiden) serta akan berakibat buruk pada An-Na. Ia meyakinkan An-Na bahwa ia hanya mengimajinasikan hal-hal tersebut.


“Tidak, ayah,” An-Na mencoba membantah. “Ibu menangis terus di hari itu, sehingga aku memberikannya obat tidur itu. Tapi…”


“An-Na!”, potong Se-Joon. “Apakah kamu benar akan menjadi seperti ini? Apakah kamu melakukan ini karena kamu ingin melihat ayahmu gagal? Jika kamu mengatakan hal seperti itu lagi, aku tidak akan melihatmu lagi. Kamu mau seperti itu?”


“Ayah…”, gumam An-Na.


“Ya. Kamu adalah gadis yang baik,” ucap Se-Joon sembari memeluk An-Na. “Ya, seperti itulah kamu seharusnya.”.


Maafkan aku, An-Na. Tunggulah lebih lama lagi.


Kembali dalam hati Se-Joon berkata.


Next Episode 28...


TERIMA KASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA. JANGAN LUPA UNTUK LIKEE👍👍👍


DAN KOMENTAR DI BAWAH 👇👇👇


DAN JANGAN LUPA KASIH AKU


👉⭐⭐⭐⭐⭐👈

__ADS_1


__ADS_2