
Sekelompok orang masuk ke tempat acara Se-Joon. Setelah melewati pemeriksaan, mereka langsung menuju ke sebuah ruangan dan mengambil beberapa bungkusan yang sudah disembunyikan terlebih dahulu di plafon. Je-Ha tiba tak lama kemudian. Ia sempat melihat sekelompok orang tersebut dan merasa curiga terhadap mereka. Namun saat hendak membuntutinya, ketua tim VIP Seo yang berjaga di gerbang pemeriksaan memanggilnya dan menanyakan apa yang ia kerjakan di sana. Je-Ha beralasan ia hanya ingin melihat penampilan Se-Joon. Seo tidak terlalu percaya kepadanya, namun Je-Ha cueks aja dan berjalan meninggalkannya begitu saja.
Acara kampanye pun dimulai. Begitu mengetahui kelompok orang mencurigakan tadi ada di dalam, Je-Ha segera memberitahu bodyguard yang lain agar berjaga-jaga terhadap mereka. Seo mengatakan bahwa mereka telah melalui pemeriksaan keamanan sehingga seharusnya tidak berbahaya. Karena penasaran, Je-Ha memeriksa keluar ruangan. Ia jadi makin curiga saat mendapati ada sebuah mobil polisi (yang penuh dengan polisi berpakaian preman) sedang standby di bagian belakang. Je-Ha kemudian masuk kembali ke tempat acara dan mengawasi kelompok mencurigakan tadi dari belakang panggung, dekat tempat Se-Joon berkampanye.
Salah seorang di antaranya, yang duduk di baris depan, tiba-tiba berdiri. Tanpa pikir panjang, mengira ia akan melakukan sesuatu, Je-Ha bergegas berlari menghampirinya dan menerjangnya. Ia pun kaget begitu mengetahui bahwa orang itu adalah Sung-gyu alias K1 (Lee Jae-woo) yang sedang menyamar! Sung-gyu segera meminta Je-Ha untuk berdiri dan sejurus kemudian, bersama dengan orang-orang yang sedari tadi dicurigai Je-Ha, mereka melemparkan telur ke arah Se-Joon sembari berteriak, “Kamu harus dihancurkan”.
Ternyata itu semua hanyalah aksi teatrikal yang sengaja dirancang oleh tim kampanye Se-Joon untuk menunjukkan bahwa ia adalah seorang politisi yang membela masyarakat kecil yang tertindas. Dan pertunjukannya memang cukup berhasil. Orang-orang terlihat jadi makin bersemangat untuk mendukungnya. Untuk lebih meyakinkan mereka, Se-Joon meminta kejaksaan untuk menginvstigasi International Finance Group yang selama ini mendukungnya, juga menolak menggunakan hak imuniti yang ia miliki sebagai anggota parlemen sehingga bisa ikut diperiksa jika diperlukan serta tidak keberatan untuk diperiksa dan disita hartanya jika memang ada yang mencurigakan. Dan jika ada sedikit saja dari dirinya yang ketahuan berbuat curang, ia memastikan akan segera mundur sebagai kandidat presiden. Semua yang hadir bertepuk tangan dan mengelu-elukan namanya.
Menuju ruang ganti, Se-Joon memberitahu pada bodyguardnya bahwa ia akan mandi terlebih dahulu untuk menghilangkan bekas lemparan telur di tubuhnya, sehingga mungkin akan makan waktu lama. Sudah ada si perias menunggunya di dalam. Dengan santai Se-Joon melepas pakaiannya dan masuk ke kamar mandi sembari meminta si perias untuk menyusulnya. Di luar, asisten Se-Joon yang sudah tahu ulah atasannya, memilih menunggu sambil ngopi. Ketua Joo pun mengikutinya, menyisakan satu orang bodyguard yang berjaga di depan ruang ganti. Tak lama kemudian, tanpa diduga, si wanita perias memberi tanda pada bodyguard yang berjaga di depan melalui ketukan di pintu. Bodyguard tersebut lantas memeriksa keadaan sekeliling lalu mengetuk balik pintu tersebut. Pintu terbuka dan si bodyguard menyerahkan suntikan yang ia keluarkan dari balik jasnya. Tanpa mereka sadari, Je-Ha mengetahui hal tersebut.
Wanita perias membuka pintu kamar mandi dan hendak melangkah masuk. Se-Joon melihatnya dengan senang. Tiba-tiba saja seperti ada yang menarik wanita tersebut ke belakang dan sesaat kemudian ganti Je-Ha yang masuk, meminta Se-Joon untuk segera bersiap meninggalkan tempat tersebut. Di belakang Je-Ha tampak si wanita perias sudah tak sadarkan diri dengan suntikan berada di dekat tangannya.
Polisi berpakaian preman yang berada di belakang tiba-tiba mulai bergerak. Mereka menerobos masuk gerbang keamanan dan langsung menuju ruang ganti, tanpa mempedulikan bodyguard-bodyguard Se-Joon yang berusaha mencegah mereka. Sementara itu, di ruang ganti, Je-Ha sepertinya sudah paham bahwa polisi-polisi tadi merupakan bagian dari usaha untuk menjebak Se-Joon yang dilakukan oleh Gwan-Soo. Ia yakin dalam waktu dekat mereka akan datang untuk menggerebek ruang ganti. Dan benar tebakan Je-Ha, baru beberapa langkah berjalan meninggalkan ruang ganti, polisi-polisi tersebut sudah langsung melihat mereka dan langsung mengejar Je-Ha dan Se-Joon.
Untunglah setelah itu mereka berpapasan dengan ketua Joo dan rombongan bodyguard JSS lainnya. Dengan segera Je-Ha memberitahu Joo bahwa polisi yang mengejar mereka adalah anak buah Gwan-Soo lalu melanjutkan larinya bersama Se-Joon untuk menuju ke parkiran mobil. Para polisi korup yang mengejar segera mengeluarkan pistolnya ke arah Joo dkk, yang direspon dengan tindakan serupa.
__ADS_1
“Kamu tahu bahwa ini pelanggaran hukum, bukan?” tanya seorang detektif yang ternyata memang adalah anak buah Gwan-Soo (yang sebelumnya mendatangi restoran tempat pertemuan Yoo-Jin).
“Tangkap aku kalau begitu,” balas ketua Joo.
Detektif tersebut lantas menghubungi rekannya di luar, memberitahu mereka untuk memblokir jalan keluar.
“Tunjukkan kepadaku surat penahanan,” pinta ketua Joo. “Meski aku yakin kamu tidak punya karena kamu sudah merencanakan ini dan menunggu di luar sedari awal.”
“Surat penahanan? Aku tidak butuh itu.,” respon si detektif. “Korban menghubungi kita dan melaporkannya atas penyerangan seksual.”
“Lihat, keduanya ada di pihak yang sama.” ujarnya.
“Hubungi kantor pusat dan laporkan ada polisi yang berkonspirasi untuk membunuh seorang politisi,” ujar ketua Joo dengan tegas pada salah seorang bodyguard. “Dan kirim juga bukti foto itu!”
Saat itu Je-Ha sudah berhasil membawa Se-Joon melewati blokir polisi. Begitu mendapat laporan bahwa mereka lolos, ketua Joo segera menurunkan pistolnya, diikuti oleh bodyguard JSS yang lain.
__ADS_1
“Baiklah, ku rasa pertunjukan sudah usai sekarang.”
Detektif dan polisi lainnya melakukan hal yang sama.
“Baiklah, sampai bertemu di lain waktu,” ujar si detektif.
**Next Episode 27...
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA. JANGAN LUPA UNTUK LIKEE👍👍👍
DAN KOMENTAR DI BAWAH 👇👇👇
DAN JANGAN LUPA KASIH AKU
👉⭐⭐⭐⭐⭐👈**
__ADS_1