
Je-Ha melangkah melalui lorong yang ada di depan lift hingga tiba di sebuah pintu kaca. Dengan menebak-nebak, ia menempelkan telapak tangan dan juga mendekatkan matanya untuk proses scan telapak tangan dan retina mata. Ternyata benar, pintu kemudian terbuka. Di dalamnya adalah semacam ruang tunggu dan ada sebuah ruang kaca lagi di tengah. Terlihat Yoo-Jin, Ketua Joo, direktur JSS (Ko In Beom), serta Kim Dong-Mi sedang rapat di sana. Je-Ha memutuskan untuk duduk di sofa yang ada dan menunggu mereka.
Dengan dipimpin oleh YOo-Jin, keempat orang tersebut ternyata sedang membahas tindakan (atau lebih tepatnya hukuman) bagi beberapa musuh Yoo-Jin. Dengan bantuan komputer super milik JSS, Yoo-Jin mencari dan memanfaatkan kelemahan orang-orang tersebut untuk menjatuhkan mereka. Ia tampak sama sekali tidak ragu dan tegas dalam mengambil keputusan, meski terkadang yang lain merasa tindakan yang diambil terlalu ekstrim.
Jang Mi-Ran menemui ibunya dengan girang. Ia menceritakan tentang Je-Ha yang sudah mendapat akses ke Cloud Nine. Bukannya menyemangatinya, ibu Mi-Ran malah meruntuhkan harapan Mi-Ran untuk bisa bersama dengan orang sekeren Je-Ha dengan mengatakan bahwa dengan level jabatan yang sudah tinggi, belum tentu Je-Ha bakal kembali ditugaskan untuk menjaga Ko An-Na. Ditambah dengan Mi-Ran yang suka tidur saat bertugas dan tidak berjaga di ruang pengawas CCTV, ibunya mengingatkan agar ia tidak lagi bermalas-malasan. Diam-diam An-Na menguping pembicaraan mereka dari depan kamarnya.
Setelah rapat berakhir, ketua Joo meminta Je-Ha masuk untuk menemui Yoo-Jin. Setelah berbasa-basi sejenak membahas ruangan yang kedap suara, Yoo-Jin mengatakan tujuannya memanggil Je-Ha, yaitu untuk meminta Je-Ha menceritakan segalanya tentang dirinya. Ia memulai dengan menanyakan tentang kejadian di Iraq, sambil mengiming-imingi bakal melakukan pengejaran terhadap Park Gwan-Soo dalam waktu dekat. Yoo-Jin kembali meyakinkan Je-Ha bahwa ruangan tersebut kedap suara dan hanya dia yang bisa mendengar perkataannya.
__ADS_1
“Lalu siapa orang yang mendengarkan percakapan kita melalui mic yang menyala itu?” tanya Je-Ha.
“Miss Mirror kecilku,” jawab Yoo-Jin. “Ia seperti cermin penyihir.”
Yang dimaksud Yoo-Jin ternyata adalah sistem AI komputer miliknya. Karena Je-Ha tidak percaya, Yoo-Jin pun membuktikannya, dengan cara berkomunikasi dengan si AI. Sementara itu di rumahnya, An-Na sedang menonton siaran berita tentang Jang Se-Joon, ayahnya, yang akan mengunjungi sebuah gereja katolik di Ayang-dong besok sore. An-Na terlihat memikirkan sesuatu saat mendengarnya.
Kembali ke Cloud Nine, Yoo-Jin membawa Je-Ha berkeliling sembari menjelaskan tentang tempat tersebut serta tentang Mirror, sistem komputer yang ada di sana yang mengumpulkan big data dari seluruh belahan penjuru dunia serta memprosesnya untuk memberikan jawaban yang akurat dari setiap pertanyaan yang diajukan Yoo-Jin. Dengan menceritakan tentang dirinya, Yoo-Jin memastikan bahwa Mirror akan memberikan jawaban tentang apa yang sedang dicari oleh Je-Ha.
__ADS_1
“Karena jika tidak, kamu tidak akan pernah merasa perlu untuk bergabung dengan JSS.”, jawab Yoo-Jin.
**Next Episode 21...
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA. JANGAN LUPA UNTUK LIKEE👍👍👍
DAN KOMENTAR DI BAWAH 👇👇👇
__ADS_1
DAN JANGAN LUPA KASIH AKU
👉⭐⭐⭐⭐⭐👈**