Aman

Aman
Episode 09


__ADS_3

Tanpa disangka Je-Ha, ternyata dari awal semua itu adalah jebakan yang sudah diatur oleh Yoo-Jin. Ia sudah mengira Je-Ha akan datang sehingga tak lama kemudian Je-Ha sudah dikepung oleh orang-orang JSS.


“Maaf. Kamu hanya berada di tempat dan waktu yang salah dan melihat sesuatu yang tidak seharusnya kamu lihat. Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan.” ujar Yoo-Jin.


“Apakah ini caramu mencintai suami yang berselingkuh darimu?” tanya Je-Ha.


“Cinta? Bagaimana mungkin kamu percaya aku bisa mencintai orang tersebut. Sungguh naif.” jawab Yoo-Jin.


Ia kemudian melanjutkan dengan bertanya mengapa Je-Ha sampai datang ke tempatnya, karena sebagai buronan, ia bisa saja kembali melanjutkan pelariannya. Je-Ha menjawab bahwa ia tidak bisa membiarkan orang yang tidak bersalah mati karenanya. Yoo-Jin seolah tidak percaya mendengarnya, terlebih mengetahui bahwa suami istri di perkebunan tersebut baru Je-Ha kenal kemarin.


“Sayang sekali. Kamu tampak seperti orang baik. Jika kita bertemu di waktu yang baik dalam kondisi yang baik, kita bisa menjadi teman baik.” ujar Yoo-Jin.


Je-Ha kembali meminta Yoo-Jin untuk tidak menyentuh mereka, namun Yoo-Jin tidak menghiraukannya. Ia meminta para bodyguardnya untuk membawa Je-Ha pergi dan menghabisinya. Saat Je-Ha dibawa ke mobil, tiba-tiba sebuah mobil patroli polisi datang. Ternyata mereka mencari keberadaan motor pengantar paket yang sebelumnya dicuri oleh Je-Ha dan ia gunakan untuk menuju ke rumah Yoo-Jin.

__ADS_1


Para bodyguard terpaksa menunggu hingga polisi pergi. Kesempatan itu digunakan Je-Ha untuk melepaskan ikatannya dan melumpuhkan bodyguard yang hendak membawanya pergi. Salah satu polisi sempat mendengar suara ribut di garasi mobil sehingga ia menjadi curiga. Namun bodyguard yang berjaga di depan rumah berdalih bahwa itu adalah suara tikus, sambil memberitahu bodyguard yang lain bahwa Je-Ha kabur.


Beberapa orang bodyguard pun masuk ke garasi untuk berusaha menangkap Je-Ha. Pertarungan yang tidak imbang berlangsung sengit. Sementara polisi yang berada di luar meyakini bahwa jangan-jangan mereka harus membongkar seluruh rumah hanya untuk menangkap seekor tikus 😀 Kembali ke dalam, meski sempat terkena pistol listrik, Je-Ha masih bisa tersadar dan mengalahkan semua bodyguard yang menyerangnya.


Setelah mengambil pistol milik salah seorang bodyguard, Je-Ha masuk ke dalam rumah dan mencegat Yoo-Jin yang sedang turun dari tangga.


“Ini adalah pertemuan kedua yang aku bicarakan tadi.” ujar Je-Ha sembari menodongkan pistolnya ke kepala Yoo-Jin.


Tiba-tiba An-Na keluar dari kamarnya dan melihat kejadian tersebut.


Mendengar suara tersebut, Je-Ha menoleh ke arahnya dan teringat kembali pertemuan dengan An-Na beberapa bulan lalu di Spanyol.


“Tembak dia! Tembak dia! Tembak dia!” teriak An-Na kembali

__ADS_1


Pengawas An-Na datang dan membawanya kembali masuk ke kamar. Je-Ha sempat terkejut melihatnya.


“Sepertinya… ada orang lain yang kau mati selain diriku.”, ujarnya pada Yoo-Jin.


Kejadian barusan membuat bodyguard Yoo-Jin punya waktu untuk datang dan mengepung Je-Ha. Je-Ha segera meminta mereka semua keluar dan menyiapkan mobil untuknya. Yoo-Jin memberi tanda agar mereka menuruti kata-kata Je-Ha. Sambil melangkah perlahan dan tetap menodongkan pistolnya ke kepala Yoo-Jin, Je-Ha melangkah keluar dari rumah. Ia tidak mempedulikan Yoo-Jin yang mencoba mengintimidasinya dan memintanya untuk menyerah.


Tanpa diduga, Je-Ha berhenti di sebuah pot dan mengambil sebuah ponsel. Sedari tadi ternyata ia merekam apa yang terjadi di sana. Setelah mengutak-atik ponselnya, ia pun mengancam akan menyebarkan video rekaman tersebut apabila ada sesuatu yang terjadi dengannya, baik itu disengaja oleh Yoo-Jin maupun tidak. Agar tidak ada yang bisa mendapatkan video tersebut, Je-Ha juga meledakkannya dengan menggunakan microwave yang ada di dapur.


Next Episode 10...


TERIMA KASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA. JANGAN LUPA UNTUK LIKEE👍👍👍


DAN KOMENTAR DI BAWAH 👇👇👇

__ADS_1


DAN JANGAN LUPA KASIH AKU


👉⭐⭐⭐⭐⭐👈


__ADS_2