Aman

Aman
Episode 11


__ADS_3

kejar-kejaran seru pun terjadi. Je-Ha meminta Yoo-Jin terus menekan tombol penurun jendela agar jendela bisa segera terbuka pada saat jarak mereka cukup jauh dengan si pengendara sepeda motor. Begitu hal itu terjadi, Je-Ha segera memutar mobilnya dan menembak ke arah pengendara sepeda motor. Sayang usahanya belum membuahkan hasil karena tembakannya hanya mengenai badan sepeda motor mereka tetap bisa melaju mengejar mobil Je-Ha. Je-Ha pun segera memacu kembali mobilnya… hingga masuk ke jalur jalan yang ditutup karena ada perbaikan. Sadar bahwa ujung jalan tersebut buntu, si pengendara motor segera menghentikan kendaraannya. Tanpa diduga, Dong-Mi yang berada di belakang mereka, menginstruksikan pada sopir untuk menabrak sepeda motor tersebut.


Mobil Je-Ha menabrak rintangan-rintangan jalan yang dipasang oleh petugas perbaikan hingga akhirnya terguling. Pun begitu dengan mobil yang dikendarai Dong-Mi, walau nasib mereka lebih baik, tidak sampai terguling. Petugas perbaikan bergegas menarik Je-Ha yang berlumuran darah keluar dari mobil. Belum sempat menolong Yoo-Jin, muncul api dari mobil tersebut. Je-Ha pun berusaha untuk membangunkan Yoo-Jin yang tak sadarkan diri. Dong-Mi yang melihat api dari mobil yang dikendarai Yoo-Jin semakin membesar mulai panik dan berniat untuk menuju ke sana. Tapi bodyguard lain mencegahnya, menganggap bahwa sudah tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan.


Sesaat sebelum mobil tersebut meledak, Je-Ha terlihat berjalan dengan menggendong Yoo-Jin. Dong-Mi dan bodyguard lainnya kaget melihatnya. Beberapa detik kemudian mobil tersebut meledak. Secara reflek Je-Ha segera memunggunginya demi melindungi Yoo-Jin. Namun akibatnya, knalpot mobil yang terlempar akibat ledakan tersebut tepat mengenai punggungnya, sehingga ia pun terjatuh tak sadarkan diri. Dong-Mi dan bodyguard segera menolong Yoo-Jin.


Setelah sempat tak sadarkan diri, Yoo-Jin meminta Dong-Mi untuk membawa Je-Ha ke rumah sakit. Dong-Mi sempat akan menolak, tapi Yoo-Jin mengingatkan perjanjian mereka di rumah tadi, yang membuat mereka mau tidak mau harus menjaga agar Je-Ha tetap hidup.


Adegan masa lalu Je-Ha muncul, dimana ia sedang bebicara dengan seorang wanita bernama Naniya di masa ia masih menjadi tentara bayaran. Saat itu ia memutuskan untuk kembali ke Korea dan mengajak Naniya untuk ikut bersamanya.. sebagai istrinya. Sempat terperanjat mendengarnya, Naniya menerima pinangan Je-Ha, dan keduanya pun berciuman.

__ADS_1


Je-Ha terbangun di kamar rumah sakit dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Ada seorang bodyguard yang menjaganya. Di luar terdengar suara dua orang detektif polisi yang berniat untuk berbicara dengannya guna menggali informasi mengenai kejadian semalam. Bodyguard JSS yang berjaga di luar tidak memperbolehkan mereka masuk dengan alasan Je-Ha sedang beristirahat. Kepala detektif akhirnya mengalah begitu mengetahui mereka berasal dari JSS. Anak buahnya masih ngotot ingin memaksa masuk, tapi kepala detektif menjelaskan bahwa CEO perusahaan JSS dekat dengan direktur kepolisian (yang ditemui di episode sebelumnya) dan juga direktur di Kantor Kejaksaan. Anak buahnya tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar hal tersebut.


Dari kamar inap Yoo-Jin, ia bersama Se-Joon dan Dong-Mi menyimak sebuah acara talkshow, dimana anggota parlemen Kim, yang menjadi narasumber pada saat itu, secara tidak langsung menyatakan bahwa kompetitor Se-Joon, Park Gwan-Soo (Kim Kap-Soo), yang berada di balik penyerangan Yoo-Jin. Se-Joon tertawa senang mendengarnya, sementara Yoo-Jin meminta Dong-Mi untuk mengucapkan terima kasih kepadanya usai acara talkshow.


Tak lama kemudian seorang dokter masuk dan menanyakan kondisi Yoo-Jin. Yoo-Jin lantas menanyakan mengenai Je-Ha, yang dijawab oleh si dokter bahwa kondisi ‘pengawalnya’ juga baik-baik saja. Meski mengalami patah tulang di beberapa bagian, namun karena kondisi tubuhnya yang baik, maka tidak terlalu menimbulkan masalah yang berarti. Dokter menambahkan bahwa kondisinya akan berbeda jika Yoo-Jin yang mengalami hal tersebut. Yoo-Jin jadi terdiam, mungkin membayangkan saat dimana Je-Ha melindunginya dari ledakan mobil.


“Cara terbaik untuk menjaga seseorang yang aku waspadai adalah dengan membuatnya berada di sisiku,” ujar Yoo-Jin.


“Sama seperti An-Na?” tanya Se-Joon. “Kau tidak bisa terus membuatnya berada di sisimu.”

__ADS_1


Next Episode 12...


****TERIMA KASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA. JANGAN LUPA UNTUK LIKEE👍👍👍


DAN KOMENTAR DI BAWAH 👇👇👇


DAN JANGAN LUPA KASIH AKU


👉⭐⭐⭐⭐⭐👈****

__ADS_1


__ADS_2