
Bu dokter JSS dengan bersemangat menceritakan mengenai aksi Je-Ha pada Mi-Ran, yang juga ikut bersemangat mendengarkannya. Master Song yang cemburu dengan perhatian bu dokter pada Je-Ha terus mengikutinya hingga bu dokter jengah dan mengusirnya pergi. Saat melangkah dengan gontai, master Song berpapasan dengan Je-Ha. Tanpa memberi kesempatan bagi Je-Ha untuk menolak, ia mengajaknya untuk pergi makan.
Ternyata ada udang di balik kebaikan master Song. Saat kembali ke kantor, ia meminta Je-Ha untuk berpura-pura kalah saat berkelahi dengannya. Dengan agak canggung Je-Ha menurutinya. Master Song lantas membanting Je-Ha. Namun bu dokter bukannya kagum, ia malah membela Je-Ha dan memukuli kepala master Song. Akibatnya kepalanya berdarah terkena pukulan tas bu dokter π
Setelah tahu apa yang terjadi, bu dokter pun memarahi mereka berdua. Mereka lalu berbalik meminta maaf pada bu dokter. Saat master Song melangkah pergi, bu dokter menyusulnya. Meski tidak berjalan mulus, ternyata rencana master Song untuk menarik perhatian bu dokter berjalan lancar. Hubungannya dengan Je-Ha pun menjadi akrab.
Malam harinya Je-Ha kembali bertugas menjaga rumah tempat An-Na disekap. Karena sebelumya ia gemas melihat An-Na yang gagal membuat ramen, kali ini diam-diam ia menyiapkan semua perlengkapan dan bahan-bahan membuat ramen di dapur. An-Na yang melihatnya pun jadi girang. Saat sedang asyik menyiapkan ramen sambil bergoyang, An-Na tiba-tiba sadar bahwa aktivitasnya terekam di CCTV. Ia lalu mengambil kursi dan menutupi kamera CCTV dengan semacam plastik. Je-Ha jadi agak panik karena tidak bisa lagi mengawasi An-Na. Untunglah masih ada kamera CCTV di sudut lain yang mengarah ke arah dapur tempat An-Na berada.
__ADS_1
Melihat An-Na yang menyantap ramen dengan penuh kenikmatan seperti anak kecil membuat Je-Ha terpana. Usai An-Na kembali ke kamarnya, Je-Ha keluar untuk mengambil udara segar dan merokok sejenak. Tiba-tiba Mi-Ran datang menghampirinya dan mengajak ngobrol. Mi-Ran yang ge-er meminta maaf karena tidak menjawab telpon Je-Ha sebelumnya. Ia jadi salah tingkah sendiri saat Je-Ha menjawab bahwa ia seharusnya mengangkatnya karena itu panggilan kerja. Je-Ha lantas menanyakan mengenai An-Na. Sambil memposisikan diri sebagai pihak yang teraniaya karena harus mengurusi An-Na di Spanyol, Mi-Ran menceritakan semuanya tentang An-Na, termasuk bagaimana ia sangat merindukan sosok ayahnya.
βMenyedihkan sekali,β ujar Je-Ha prihatin.
βYa, kau kasihan padaku, kan? jawab Mi-Ran dengan pedenya π
Tiba-tiba Mi-Ran mendapat panggilan telepon dari pusat yang menginstruksikannya untuk menggantikan Je-Ha berjaga karena Je-Ha dipanggil untuk datang ke kantor. Sesaat kemudian, Je-Ha mendapat telpon yang memintanya untuk datang ke lantai 9 di kantor. Mendengarnya membuat Mi-Ran kaget sekaligus kagum karena belum apa-apa Je-Ha sudah mendapat akses ke Cloud Nine.
__ADS_1
Setelah akhirnya lift berhenti dan pintu terbuka, Je-Ha terbengong-bengong melihat ada ruangan rahasia di bawah tanah, yang sekilas tampak canggih.
Next Episode 20...
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA. JANGAN LUPA UNTUK LIKEEπππ
DAN KOMENTAR DI BAWAH πππ
__ADS_1
DAN JANGAN LUPA KASIH AKU
πβββββπ