Aman

Aman
Episode 30


__ADS_3

Je-Ha diam-diam membuka pintu di lantai dua lalu mengawasi keadaan di sekitar rumah. Sesaat kemudian ketua Joo menghubunginya, memberitahu bahwa direktur JSS sedang menuju ke sana bersama dengan tim excessive force. Ia juga menginformasikan bahwa saat itu Se-Joon sedang berada di kantor kejaksaan sementara ia tidak bisa berbuat apa-apa. “Berhati-hatilah. Nasib An-Na sekarang ada di tanganmu.” ujar ketua Joo. Dalam perjalanannya, direktur JSS berpendapat bahwa yang harus dihentikan dulu adalah para awak media. Selain itu, jika An-Na terindikasi hendak membeberkan hubungannya dengan Se-Joon, mereka harus membunuhnya. Kapten menambahkan bahwa mereka harus berada sedekat mungkin dengan target untuk berjaga apabila serangan jarak jauh mereka gagal. Terakhir, direktur JSS memastikan bahwa apabila salah satu dari mereka tertangkap, maka mereka tidak ada hubungannya dengan JSS. Je-Ha menjemput An-Na di kamarnya, mengatakan bahwa sekarang sudah saatnya. An-Na menatapnya dengan raut muka ragu, namun Je-Ha menguatkannya. An-Na pun tersenyum mendengarnya. Saat itu tim JSS sudah tiba di TKP dan masing-masing anggotanya sudah bergerak menuju posisi masing-masing. Sementara itu, dari dalam rumah, ibu penjaga rumah keluar dan memberitahu orang-orang yang sudah menunggu di depan bahwa mereka dipersilahkan untuk memotret namun tidak menggunakan lampu flash. Mereka semua menyetujuinya. Salah satu anggota tim JSS yang bertugas untuk melakukan penembakan jarak jauh sudah berada di posisinya. Tiba-tiba dari belakang Je-Ha menyerangnya. Dalam waktu singkat ia melumpuhkan si sniper tersebut. Di dalam rumah, ibu penjaga rumah memberi semangat pada An-Na, yang dengan menguatkan diri mulai melangkah keluar. Ia sempat melihat Je-Ha di seberang, memberi tanda sinyal untuk berhenti. Ternyata tujuannya adalah untuk membuat lengah sniper JSS lain yang sudah standby. Setelah Je-Ha melumpuhkannya, ia pun meminta AN-Na untuk kembali berjalan.


Sementara An-Na melangkah keluar, pertarungan utama dimulai, antara Je-Ha melawan kapten JSS. Setelah dengan sengaja membuang pistolnya, kapten JSS tanpa basa-basi langsung menyerang Je-Ha, yang tidak tinggal diam dan membalasnya. Pertarungan tangan kosong keduanya berlangsung sengit, dengan berbagai jurus dan aliran bela diri dipertontonkan.


Massa langsung histeris begitu An-Na menampakkan dirinya. Dengan perlahan An-Na melangkah ke depan kerumunan dengan ditemani oleh ibu penjaga rumah beberapa langkah di belakangnya. Setelah menyapa, ia memperkenalkan dirinya sebagai An-Na, anak dari Ume Hye-Rin. Saat itulah Yoo-Jin dan Dong-Mi tiba di TKP. Dengan wajah panik Yoo-Jin menatap An-Na dari kejauhan. An-Na melanjutkan ‘pidatonya’, bahwa ia bukanlah angel, tapi ia benar pernah berada di Barcelona. Massa yang sudah tergila-gila kepadanya menganggap kalau berarti An-Na adalah dewi, karena ia mengaku bukan malaikat 😀 Yoo-Jin menerobos massa dan menuju ke baris terdepan, tepat di saat seorang wartawan menanyakan kewarganegaraan An-Na dan siapa ayah An-Na. Dengan harap-harap cemas Yoo-Jin menantikan jawaban An-Na. Sementara itu direktur JSS, setelah tidak mendapat respon dari para sniper, meminta anggota tim yang lain untuk mulai bergerak. Seseorang yang berjaga di belakang segera mengeluarkan pisau lipat dan mulai melangkah maju. Tanpa disangka, sudah ada Mi-Ran berjaga di belakang, yang langsung melumpuhkannya. “Aku orang Korea,” jawab An-Na. “Dan mengenai ayahku…” Yoo-Jin menggelengkan kepalanya, memberi tanda agar An-Na tidak mengatakannya. An-Na menatap ke arah Yoo-Jin dengan tatapan dingin. “Ayahku… adalah direktur yang sudah meninggal, Go Joon Ho.” Direktur JSS yang sedang menerobos ke depan segera menghentikan langkahnya begitu mendengar jawaban An-Na. Yoo-Jin juga lega mendengarnya, namun sekaligus khawatir.

__ADS_1


Permainan apa yang sedang kamu lakukan? Siapa tahu? Toh aku yakin aku akan segera mengetahuinya.


Tanpa diduga, beberapa orang mulai memotret dengan menggunakan lampu flash. Yang lain berusaha menghentikannya, namun mereka tetap saja melakukannya. An-Na terduduk lemas begitu melihat kilatan-kilatan lampu itu. Yoo-Jin dengan cerdas memanfaatkan momen tersebut untuk maju dan seolah menunjukkan empatinya pada An-Na. “Hentikan itu! Anakku sakit!” teriaknya. An-Na yang panik tidak bisa berbuat apa-apa, demikian pula dengan Je-Ha, yang baru selesai mengalahkan kapten JSS.


Setelah keadaan kembali kondusif dan massa sudah pulang, Je-Ha menemui Yoo-Jin dan Dong-Mi di ruang tengah, yang hendak memarahi Mi-Ran dan ibunya. “Keduanya tidak melakukan salah apa-apa. AKu yang meminta mereka melakukannya.” ujar Je-Ha. “Ya, nyonya, kami pikir itu adalah perintahmu,” ucap Mi-Ran. “Tutup mulutmu,” potong Dong-Mi. Yoo-Jin berdiri dan melangkah menghampiri Je-Ha. “Kenapa kamu melakukan itu?” tanyanya. “Bukankah ini lebih baik daripada membunuhnya di hadapan banyak orang?” jawab Je-Ha. “Lalu kenapa kamu tidak melapor terlebih dahulu?” tanya Dong-Mi. “Aku paham. Jika aku membuatnya terbunuh, itu akan memberiku lebih banyak pikiran. Ya, kamu benar, kamu membereskan masalah dengan baik hari ini. Kerja bagus.” ujar Yoo-Jin dengan dingin. Dong-Mi mencoba mengingatkannya pada Je-Ha jelas-jelas berbohong. “Tidak masalah. Aku bisa saja membunuhnya besok jika aku menginginkannya. Bukankah itu benar?” tanya Yoo-Jin. Je-Ha hanya terdiam. Yoo-Jin lalu kembali duduk dan memuji Mi-Ran dan ibunya karena sudah bekerja dengan baik. Ia kemudian meminta mereka dan juga Dong-Mi untuk pergi karena ia ingin berbicara empat mata dengan Je-Ha. Dan yang ia bicarakan ternyata adalah bahwa ia ingin mulai menyerang balik Gwan-Soo. Dalam perjalanan pulang, Dong-Mi kembali mengingatkan Yoo-Jin bahwa Je-Ha telah berbohong kepadanya. Yoo-Jin menjawab bahwa ia juga tahu akan hal itu. Ia malah berbalik memarahi Dong-Mi yang tidak bisa membedakan kapan dirinya terlihat dibohongi atau sedang berpura-pura bisa dibohongi. Dengan raut muka khawatir Yoo-Jin berkata, “An-Na memegang pisaunya sekarang.”

__ADS_1


TERIMA KASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA. JANGAN LUPA UNTUK LIKEE👍👍👍


DAN KOMENTAR DI BAWAH 👇👇👇


DAN JANGAN LUPA KASIH AKU

__ADS_1


👉⭐⭐⭐⭐⭐👈**


__ADS_2