
Selvi duduk di samping papanya,dia menatap wajah tampan Theo.Selvi sudah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Theo.
"Papa berikan saja dia berapa pun yang dia inginkan,tidak perlu papa mengambil jaminannya." Ucap Selvi dengan tatapan genit kepada Theo.
Papanya yang begitu mencintai putrinya langsung memberikan uang yang di inginkan oleh Theo dan mengembalikan surat sawah miliknya,Theo berusaha untuk tidak menerimanya karena dia takut suatu saat ada masalah dengan keluarga terpandang itu.
"Maaf tuan,biarkan jaminan itu tinggal disini,aku tidak ingin suatu saat ada masalah." Ucap Theo.Beberapa pria menatap sinis kepada Theo saat mendengar ucapan Theo,mereka menilai Theo sangat munafik.
"Hahaha....Apa kamu sedang ingin bermain-main dengan ku,putriku menyukaimu jadi kamu tidak boleh main-main lagi, sekarang bawa pulang uang ini dan segera membawa adikmu berobat." Ucap Theo.Dengan berat hati Theo keluar dari rumah itu,Selvi meminta nomornya sebelum dia keluar dari pintu.
"Kamu miskin sekali bahkan di jaman yang sudah canggih ini kamu masih memakai ponsel jadul ini,apa keluargamu begitu miskin?" Hina Selvi semua orang yang berada di ruangan itu tertawa mendengar hinaan Selvi.Theo mengepal tangannya saat mendengar ucapan Selvi, tapi dia mengabaikannya karena dia tidak ingin adiknya menunggunya terlalu lama.
Setelah mengurus segala administrasi,Theo mengantar adiknya ke ruang operasi,Theo sangat cemas karena dia takut terjadi sesuatu dengan adiknya.
****
Sementara itu di lain tempat,Naomi duduk di ruangannya sambil bersandar di kursi kebesarannya,dia merasa kehilangan sudah tiga hari dia bolak balik ke cafe tempat Theo bekerja tapi pria itu belum juga kembali membuatnya begitu frustasi.
"Apa dia tidak akan kembali lagi ke kota ini? Kenapa dengan hatiku,harusnya aku tidak menuruti perasaan ini,aku takut aku tidak bisa menguasai perasaan ku,dan itu bisa merugikan Theo." Batinnya.Berkas sudah menumpuk di atas mejanya tapi dia tidak ada semangat untuk memulai aktifitasnya bahkan sudah membatalkan beberapa pertemuan dengan para klien dari tadi pagi membuat Alex bingung dengan perubahan Naomi selama tiga hari ini.
__ADS_1
Tok....Tok....Tok
Ketukan diluar pintu membuyarkan lamunan Naomi, dia baru sadar kalau sepanjang hari ini dia hannya bingung dan tidak melakukan pekerjaan apa pun.
" Masuk..." Alex masuk keruangan Naomi setelah pemilik ruangan memberikan izin kepadanya.
"Permisi nyonya,apa yang terjadi hingga nyonya membatalkan beberapa pertemuan hari ini,tuan besar sangat marah dan dia sedang dikerjakan menuju perusahan ini." Ucap Alex dengan nada rendah dia takut Naomi kembali memakinya seperti beberapa minggu kemarin.
"Si tua Bangka itu tidak akan membiarkan aku bahagia,aku sudah lelah dengan semua ini,kenapa dia harus menekan aku setiap saat." Ucap Naomi.Alex hannya bisa diam karena memang tidak ada yang bisa dia lakukan selain menuruti semua keinginan tuan besarnya karena dia adalah asisten pilihannya yang bekerja untuknya juga.
Saat Naomi hendak beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba pintu ruangannya sudah terbuka papa dan mama tirinya sudah masuk ke ruangannya.
" Apa maksud kamu tidak mau menemui klien beberapa hari ini,apa kamu ingin perusahan ini hancur." Tanya papanya yang sudah duduk di sopa dan mengangkat satu kakinya di atas kaki yang satunya lagi.
"Papa yang keterlaluan,sudah tau dia tidak mampu kenapa papa harus memberikan posisi seberat ini kepadanya." Maya menyalahkan suaminya.Walaupun dia sangat ketakutan kepada suaminya Maya tetap memaksakan ucapannya.
"Apa kamu begitu miskin hingga kamu tidak punya uang untuk periksa kesehatan apa aku harus menyuruh dokter pribadimu mendatangi mu saat ini,jangan membelikan alasan kepadaku."
"Kalau papa merasa papa orang yang paling hebat bekerja,kenapa papa tidak bekerja saja disini pecat aku sebagai Dirut di perusahan ini."Naomi memekik saat dia begitu kecewa dengan ucapan papanya, dia benar-benar lelah dengan semua kehidupan yang dia jalani saat ini.
__ADS_1
Tidak terima dengan sikap Naomi,papanya melempar teh yang ada di hadapannya hingga gelas nya hancur berkeping-keping,Alex yang ada di tempat itu merasa serba salah ingin keluar dia takut kena imbasnya tetap di ruangan itu pun dia seperti orang bodoh tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sudahlah papa,biarkan putra yang memegang posisinya aku tau Naomi lemah tidak mampu." Ucap Maya dia selalu berusaha membujuk suaminya agar mengantikan posisi Naomi dengan putranya.
"Diam kamu,apa mulut busuk mu itu tidak bisa diam,sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan anak mu duduk di posisi ini,sekali lagi kamu mencela setiap aku berbicara aku akan menceraikan mu agar kamu dan putramu itu tidur di kolong jembatan." Bentak Carles membuat suasana di ruangan itu semakin mencekam.Maya menunduk malu saat suaminya membentaknya di hadapan asisten yang di anggapnya hannya anjing penjaga di perusahan itu.
Tidak ingin semakin emosi,Carles segera beranjak dari tempat duduknya lalu meninggalkan ruangan Naomi,sebelum dia sampai di pintu Carles mengehentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Naomi.
"Sekali lagi kamu lalai dalam pekerjaan mu,aku akan mengirim mu keluar negri tinggal bersama bibi mu mengurus peternakan sapi milik papa di sana." Ancam Carles.Naomi tidak merespon ucapan papanya dia kembali ke tempat duduknya .
"Keluar dari ruangan ku,aku tidak ingin tinggal satu rungan dengan pria penjilat seperti mu." Ucap Naomi.Alex langsung keluar dari ruangan itu menuju ruangannya,dia tersinggung dengan ucapan Naomi putri tuan besarnya.
"Maafkan aku nyonya,aku hannya orang miskin yang butuh uang untuk membiayai kedua orang tuaku,aku tidak bermaksud memberitahu atau melapor semua kegiatan mu kepada tuan besar." Batin Alex.Hatinya begitu teriris saat mendengar cacian dari mulut Naomi.
****
Seminggu sudah Theo tinggal di desanya,hari ini dia memutuskan kembali ke kota saat melihat keadaan adiknya sudah berangsur-angsur membaik,dia tidak ingin bosnya marah apalagi bosnya sudah membantunya kemarin.
" Theo aku akan ikut dengan mu ke kota hari ini,supir akan mengantar kita,aku harus tau kamu bekerja di mana dan tinggal dimana karena aku akan datang setiap minggu sekali untuk menemanimu." Ucap Selvi,yang tiba-tiba sudah muncul di hadapannya.
__ADS_1
Sebenarnya Theo ingin menolak apa pun keinginan Selvi,tapi melihat beberapa pria yang menemaninya membuat Theo takut menolak segala keinginan wanita itu.
πππbersambung πππ