
Selvi menghabiskan uang sampai jutaan hannya untuk membuatnya bahagia.Melihat kehidupan Selvi tidak ada alasan satu pun di hati Theo untuk bisa jatuh cinta dengan wanita itu.Sikap angkuh dan sombongnya membuat selvi semakin tidak suka dengan Selvi.
Untuk saat ini Theo hannya bisa menuruti segala keinginan Selvi,karena simpanan yang dimilikinya masih jauh untuk membayar hutangnya kepada orang tua selvi.
"Sayang,hari ini aku akan pulang ke desa,aku sudah sangat merindukan papaku,apa kamu ada kiriman untuk keluargamu." Tanya Selvi.Mendengar ucapan selvi seketika perasaan Theo sangat senang.Hidupnya sekarang bagaikan tali yang terlepas dari jeratan lehernya.
"Aku tidak mengirim apa pun,kamu hati-hati di jalan." Ucap Theo,dia tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya hari ini dengan kata-kata.
Setelah mengantar selvi sampai kedalam mobil dia melambaikan tangannya,lalu dia masuk kedalam kontrakannya dan menutup pintu rumahnya.
"Semoga dia tidak kemabli lagi,sepertinya aku harus mencari pekerjaan yang memiliki gaji lebih tinggi dan menghemat uang setiap hatinya,aku tidak mau menjadi budaknya suatu saat nanti." Ucapnya dalam hati, dia mulai mencari pekerjaan lewat internet.
****
Sementara itu di sebuah rumah mewah,Naomi dan papanya kembali bersitegang,karena malam ini Robert datang kerumah itu dan papanya memaksa Naomi untuk menemaninya sepanjang malam.
"Pa....Sebenarnya aku ini anak kandungmu tidak? Bagaimana bisa kamu begitu tega memaksaku menikah dengan Robert di saat hatiku tidak menginginkannya pa,aku sudah menuruti segala keinginanmu dulu pa,sekolah di luar negeri dan menjadi anak pintar,aku mohon pa saat ini jangan memaksaku menikah dengan pria yang tidak aku sukai." Ucap Naomi dengan wajah memelas.
Naomi sudah sangat lelah harus ribut setiap hari dengan papanya,puncak sakit hatinya adalah saat papanya memaksanya untuk melayani Robert di rumah itu disaat mereka belum sah menjadi suami istri.
Melihat calon mertuanya yang sangat mendukungnya Robert semakin tidak menghargai Naomi.
__ADS_1
"Diam kamu,dasar anak bodoh,kalau kalau kamu bukan anak kandungku,tidak mungkin aku memaksamu untuk menikah dengan Robert,hannya dia pria yang pantas menikah denganmu,kamu tau papanya lah yang membantu papa saat baru merintis menjadi pengusaha,kenapa kamu tidak mengerti keinginan papa,aku berhutang budi dengan keluarga itu." Papanya.Naomi tidak bisa terima kata-kata papanya yang sangat kejam.
Malam itu Naomi pergi meninggalkan rumah,dia sangat kecewa dengan sikap papanya,bahkan dia tidak bisa terima saat papanya lebih membela Robert dari pada dirinya bahkan papanya memaklumi sikap kurang ajar Robert kepdanya.
Setelah Naomi keluar dari dalam rumahnya,Maya menatap suaminya semakin hari sikap suaminya memang semakin berlebihan,dulu dia sangat membenci Naomi karena menurutnya Naomi menghalangi putra untuk menjadi seorang pemimpin, tapi sekarang melihat sikap suaminya yang semakin hari semakin keras kepada anak tirinya dia akhirnya merasa bersyukur tidak menjadikan putra menjadi pemimpin di perusahaannya.
Jika Putra sampai mengalami tekanan yang begitu berat dia yakin putra akan depresi,jadi untuk saat ini dia sangat mengagumi Naomi begitu kuat menahan tekanan dari papanya.
"Robert,katakan kepadaku,bagaimana caranya agar Naomi menerima lamaran mu,sudah seharunya kamu menikah dengannya dan kamu bisa memegang kendali atas perubahan ini,sebenarnya,jika kalian sudah menikah cinta itu akan datang pada akhirnya nanti jadi jangan putus asa tetaplah membujuk Naomi." Ucap calon mertuanya.
Robert tersenyum jahat saat mendengar ucapan calon mertuanya,dia sangat bangga saat dia mampu mengambil hati pria tua itu hingga begitu mempercayainya.
Malam itu Naomi menghabiskan waktu hannya duduk di dalam mobil,dai menunggu Theo keluar dari dalam kontrakannya.
Dari kejauhan dia sudah melihat Theo berjalan seperti biasa,saat Theo semakin dekat Naomi memanggilnya.Theo mempercepat langkah kakinya lalu menghampiri Naomi yang masih duduk di dalam mobil.
" Ada apa yang terjadi denganmu,ada apa dengan mata mu,lihat mata panda mu,membuatmu sangat jelek." Ucap Theo.
Naomi tidak peduli dengan ucapan Theo,dia langsung melajukan mobilnya dan membawanya ke apertemen miliknya.
"Kita mau kemana? apa yang terjadi denganmu? apa kamu sedang ada masalah?" Theo mengejarnya dengan banyak pertanyaan.Naomi tetap diam.Saat mereka sudah sampai di sebuah gedung pencakar langit Naomi menarik tangan Theo dan membawanya masuk kedalam apertemen pribadinya sudah lama tidak dia tempati.
__ADS_1
Hari ini lagi-lagi Theo mengagumi kehebatan Naomi,dia semakin merasa rendah diri di hadapan wanita itu,mereka benar-benar sangat jauh berbeda,ibarat kata dia hannya anak singkong sementara Naomi anak keju mahal yang di jual di mal-mal.
Sesampainya di dalam apertemenya,Theo tetap berdecak kagum dengan isi perabotan yang sangat mahal.
Saat berdiri tidak jauh dari sopa,Naomi tiba-tiba menarik tangan Theo lalu menjatuhkannya ke atas sopa,dan mencium bibir Theo dengan tiba-tiba.
Theo sangat kaget saat Naomi menyerangnya dengan ciuman di bibir bagian membuka kemeja yang dia kenakan dengan sangat kasar.
"Naomi,apa yang kamu lakukan,sadarlah kita ini bukan pasangan suami istri,kamu harus ingat masa depanmu Naomi." Ucap Theo,dia sengaja tidak melawan saat Naomi menyerangnya tiba-tiba.
"Aku tidak peduli,jujur saja aku sudah jatuh cinta kepadamu pandangan pertama,aku begitu mengagumi pria seperti mu,Theo....".
Naomi mengehentikan ucapannya lalu mengapa Theo seakan meminta perlindungan dari pria itu.Theo merasa iba dengan Naomi,ternyata kekayaan yang dimiliki keluarganya tidak ubah bagai neraka di hari Naomi.Theo langsung memeluk tubuh Naomi seakan memberikan perlindungan kepada Naomi wanita yang butuh kasih sayang yang tulus.
Entah siapa yang memulai hari ini mereka larut dalam permainan panas,baik Theo atau Naomi yang masih sama-sama polos melakukan penyatuan di luar nikah.Saat ini Naomi berharap janin tumbuh di rahimnya dia sudah pasrah jika dia di buang oleh keluarganya.
" Sayang,jika kamu di buang oleh keluargamu suatu saat nanti,aku minta maaf karena aku tidak akan mampu memberikan kehidupan yang layak untukmu,tapi aku akan terus bekerja keras untuk kebahagiaan mu." Ucap Theo.Hari itu mereka mengikrarkan janji apa pun yang terjadi dengan dengan hubungan mereka,mereka akan tetap bersama.
Naomi meneteskan air mata,lalu dia memeluk tubuh Theo dengan erat,dia berharap keajaiban terjadi di hati papanya menerima dia dah Theo,bahkan memberikan ijin kepada mereka untuk menikah.
💗💗💗 bersambung 💗💗💗
__ADS_1