
Carles menghela napas panjang saat mendengar ucapan sarkas dari putrinya,Maya tersenyum puas melihat wajah pucat suaminya.
"Sesekali pria egois seperti carles memang harus diberi pelajaran." Ucap Maya dalam hati.Dia pura-pura tidak melihat suaminya yang salah tingkah mendengar jawaban Naomi.
Putra juga seperti itu,setelah menikah dengan Naomi dia sangat senang melihat Naomi yang tidak memberikan kesempatan kepada Robert untuk melakukan sesukanya di rumah mereka.
"Hmm.....Naomi,semakin hari sikapmu semakin sombong,kamu juga tidak menghargai papa dan juga suami mu,sejak kapan kamu menjadi anak durhaka seperti ini." Ucap Carles dengan wajah berusaha tenang.
"Papa....Aku bukan Naomi yang dulu,menerima semua dengan tangan terbuka,kamu sudah mewariskan seluruh harta mu untukku dan atas namaku,itu artinya kamu tidak perlu mencari tau apa pun tentang perusahan lagi,sekarang nikmati masa tuamu dengan istrahat di rumah." Jawab Naomi.Setelah mengucapkan kata-katanya dia langsung meninggalkan mereka semua di ruang makan dan dia masuk kedalam kamarnya.
Setalah kehamilannya semakin besar,kamarnya pun akhirnya pindah kebawah agar dia tidak lelah naik turun tangga.
Sesampainya di dalam kamar,Naomi duduk di pinggiran ranjang dan mengelus perutnya yang sudah mulai membesar.
"Nak...Maafkan mama karena belum bisa bersama dengan papamu,suatu saat mama berjanji kita akan bersatu lagi,ijinkan mama memberi pelajaran pria itu dan juga kakek mu yang keras kepala." Ucapnya dengan nada rendah bahkan hampir tidak terdengar.
Naomi mengambil Poto Theo yang dia simpan di laci lemarinya dia menatap Poto itu,lalu mengusapnya.
"Aku merindukan mu,mohon bersabar menungguku sebentar lagi,dan aku mohon jangan tergoda dengan wanita seperti apa pun." Ucap Naomi lalu memeluk Poto Theo dan mulai memejamkan matanya.
Hal seperti itulah di lakukan Naomi setiap malam, tanpa absen.Dia selalu berdoa setiap malam agar Theo menunggunya dan tidak tertarik dengan wanita seperti apa pun.
keesokan harinya kontrakan kecil milik Theo,mereka semua sedang sibuk ingin menikmati sarapan yang dibuat oleh ibu mereka Ratih.
__ADS_1
"Laura....Kamu belum siap jangan sampai kamu terlambat hari ini,bukan kah kamu akan menghadiri undangan wawancara kerja?" Ibunya berteriak memanggil Laura yang masih sibuk merias wajahnya dia berharap hari ini tidak gagal dalam wawancara kerjanya.
"Iya ma...iya...Aku sudan siap ini." Terdengar Laura menyahut dari dalam kamar dan lalu dia keluar dan menemui keluarganya yang sudah menunggunya di meja makan.
Setelah lulus SMA dan tidak melanjut lagi,Laura memutuskan untuk mencari kerja untuk membantu abangnya memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.Sementara Putri theo tidak mengijinkan dia bekerja paska operasi beberapa bulan yang lalu dia hannya mengijinkan putri bekerja membantu ibunya di rumah sambil membuat kue yang di titipan di warung-warung.
"Bang,aku sudah sehat aku sudah bisa kerja ya please aku juga ingin merasakan dunia kerja dan dapat mencari uang sendiri."
"Tidak bisa, cukup aku sama Laura kerja diluar. sementara kamu cukup bantu mama di rumah." Jawab Theo membuat putri ingin menangis.
Setelah mereka selesai sarapan,Theo langsung mengantar Laura ke tempat tujuannya dengan menaiki sepeda motor miliknya yang sudah dibelinya satu bulan yang lalu.
Ratih memandang kepergian kedua anaknya ke tempat mereka mencari nafkah,Ratih sangat bersyukur bisa tinggal di kota ini karena menurutnya dia lebih hidup di kota ini dan mencari uang juga lebih mudah sangat jauh bedanya waktu mereka di kampung selalu di hina orang-orang begitu juga dengan ibu mertuanya da juga Kaka iparnya.
Setelah putri ingin sampai di kamarnya,tiba-tiba Ratih kembali memanggil putri,putri menoleh ke arah mamanya.
"Hari Minggu kita beli ponsel baru untukmu ya,jangan sedih mama melakukan ini karena mama tidak ingin kamu sakit lagi." Ucap Ratih.Putri sangat terharu dengan ucapan mamanya dia segera memeluk erat tubuh mamanya dan mereka tersenyum bahagia.
****
Theo menghentikan sepeda motornya di sebuah gedung pusat perbelanjaan ternyata Laura di panggil ingin menjadi SPG sebuah susu anak-anak.
Saat mereka sampai disana Laura sangat kaget melihat banyaknya pelamar yang datang hari ini.Laura ingin pulang karena dia sudah lebih dulu minder dengan pelamar yang lainya yang sangat cantik-cantik dan seksi.
__ADS_1
Posisi yang dilamar Laura sangat banyak peminatnya selain susu itu sangat terkenal di kalangan anak-anak gaji pokoknya juga sangat tinggi.
Setelah giliran Laura, dia masuk ke sebuah ruangan,disana dia ditanyakan banyak hal,dan itu membuat Laura juga sangat yakin tidak di terima.
Semua orang berkumpul di tempat itu,mereka tidak sabar untuk menunggu pengumuman dari HRD.Laura sudah sangat bosan disana,tapi karena dia penasaran akhirnya dia menunggunya juga.
Setalah mendengar pengumuman dan ternyata dia diterima Laura sangat bahagia,dia tidak menyangka bisa bersaing dengan orang-orang kota.Laura pulang kerumah dengan perasaan yang sangat bangga dan bahagia.
****
Sementara itu Theo juga hari ini mendapat kabar yang sangat membuatnya terharu dengan kehidupannya dia yang hannya lulusan SMA di promosikan menjadi Menejer pemasaran setelah selama ini dia bisa mencapai target setiap bulannya.
beberapa temannya, yang punya latar belakang pendidikan tinggi merasa iri dengan pencapain Theo di perusahaan itu bahkan pemilik dealer itu mengundang Theo untuk datang ke rumah mereka.
"Aku merasa aneh,bisa-bisanya Theo yang lulusan SMA bisa menjabat sebagai menejer pemasaran,bahkan mengoperasikan komputer saja dia tidak tau." Ucap Antoni temannya yang lebih senior dan juga lulusan sarjana.
"Apa gunanya pendidikan mu, jika kamu tidak punya keahlian,kamu disini sudah berapa tahun tapi pencapaian mu belum ada yang memuaskan perusahan." Jawab temannya yang lain yang bisa membela Theo.
"Cari muka saja kamu." ucap Antoni lalu dia segera meninggakan mereka semua di ruangan itu.
Theo benar-benar bangga kepada dirinya sendiri karena dia mampu bersaing dengan orang-orang yang punya pendidikan tinggi.
πππbersambung πππ
__ADS_1