Anak Singkong

Anak Singkong
Bab 8 ~ Kehidupan sederhana ~


__ADS_3

Setelah selesai menikmati makanan pinggir jalan,Theo membayar makanannya lalu mereka pergi ke taman yang tidak jauh dari tempat mereka makan.Entah kenapa Naomi sangat menyukai makanan yang barusan dia nikmati,dia menyesal karena selama ini dia selalu menganggap remeh makanan pinggir jalan.


"Kamu sudah capek,bagaimana kalau kita pulang saja,tidak baik seorang wanita diluar bersama pria malam-malam." Ucap Theo mengingatkan Naomi yang masih duduk di kursi panjang yang ada di taman itu.


Naomi menghela napas panjang,dia merasa malas untuk kembali kerumahnya,mengingat semua tekanan yang ada di rumahnya rasanya dia enggan untuk pulang kerumah.


"Kenapa kamu malah menghela napas? Apa kamu punya masalah." Tanya Theo.Naomi menggelengkan kepalanya.


"Jika kamu bad mood lebih baik kita pulang saja." Ucap Theo kembali lalu dia beranjak dari tempat duduknya.


"Tunggu,temani aku sebentar lagi disini,aku malas kalau harus pulang ke rumah." Ucap Naomi,Theo menoleh ke arah Naomi, dia bingung dengan wanita yang ada di hadapannya selama mereka duduk berdampingan sudah beberapa kali dia mendengar helaan napasnya.


Theo selalu berpikir,jika orang kaya tidak akan ada masalah hidup bahkan mereka bisa dengan mudah menikmati apa pun yang diinginkan tampa harus menderita seperti keluarganya yang miskin dari dia sejak lahir.


Mereka berdua hanyut dalam pikiran masing-masing Theo yang memikirkan keluarganya yang tidak ada perkembangan hidup,dia selalu berusaha mencari jalan agar dia bisa memboyong keluarganya ke kota,dia tidak tega jika terus menerus membiarkan keluarganya tinggal di desa yang tidak ada perubahan hidup dari dulu dan hal itu yang membuat keluarganya dari pihak papanya yang selalu memandang rendah mereka dari dulu.


"Kamu memikirkan apa?" Tanya Naomi saat melihat Theo yang asik melamun di tempat duduknya.


"Tidak papa aku hanya tiba-tiba ingat dengan keluargaku di kampung,terus kamu,apa yang membuat mu terus menghela napas dari tadi?" Tanya Theo sambil menatap wajah cantik Naomi.Jangankan membayangkan, bermimpi pun dia tidak mau memiliki wanita sehebat Naomi.


Status sosial mereka sangat jauh berbeda,Naomi hidup penuh bergelimpangan harta sementara dirinya,mungkin saja saat ini keluarganya belum makan karena tidak memiliki beras di rumahnya.

__ADS_1


"Hidupku penuh dengan masalah,orang tuaku yang begitu keras membuatku seperti hidup di Neraka .Papaku tidak pernah memikirkan dan menghargai perasaanku,yang dia tau hannya semua kehidupanku di atur olehnya bahkan dia sudah menyiapkan jodoh untukku dan aku tidak mencintainya sedikit pun." Ucap Naomi memulai cerita hidupnya yang penuh luka.


"Setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya,tidak ada satu pun orang tua di dunia ini menginginkan hidup anaknya menderita,mungkin pria itu pria terbaik yang dipilih orang tuamu kepada mu." Theo memberi nasihat kepada Naomi.


Naomi hannya bisa diam saat Theo menasehatinya,nyatanya hidup yang di jalaninya bukan semudah yang dia bayangkan,jika papanya memberikan pria terbaik kepadanya kenapa papanya memberinya pria yang hannya bisa mempermainkan perasaan wanita dengan membayar tubun wanita.


"Mungkin kamu merasa hidupnya tersiksa dan kamu merasa papa mu orang jahat itu karena kamu belum pernah merasakan apa yang kami rasakan.Kamu belum pernah merasakan kelaparan,kehausan saat orang tua kami tidak punya uang yang cukup untuk membeli beras.Bahkan aku rasa kamu belum pernah merasakan dipulangkan dari sekolah karena tidak membayar uang sekolah untuk beberapa bulan." Naomi tidak bisa memberi komentar apa pun dengan semua kisah hidup pria yang ada di sampingnya intinya dari kecil dia tidak pernah merasakan hidup yang damai bersama keluarganya karena kejamnya papanya mendidiknya agar dia bisa menjadi manusia yang sesuai keinginannya.


Naomi beranjak dari tempat duduknya lalu mengajak Theo pulang karena malam sudah mulai larut dan udara sudah mulai dingin.


"Kita pulang saja,aku akan mengantarmu pulang." Ucap Naomi.Setelah itu mereka meninggalkan tempat itu.


Theo menepikan mobilnya setelah sampai di depan gang kontrakannya,setelah keluar dari dalam mobil Naomi segera meninggakan tempat itu.


Naomi berjalan melewati ruang tamu,papa nya sudah menunggu dia pulang dari tadi sore.


"Naomi,kamu dari mana,hingga baru jam segini sampai di rumah?" Tanya Carles papanya dia sudah menahan amarah dari tadi saat Robert menghubunginya dan memberi tahu kalau Naomi menolak bertemu dengannya.


"Aku dari kantor pa,dari mana lagi?" Ucap Naomi berbohong.Carles langsung mendekatinya lalu melayangkan pukulan keras di wajahnya.


Hal seperti inilah yang membuat Naomi seperti hidup di Neraka papanya terlalu ringan tangan jika semuanya tidak sesuai keinginannya.

__ADS_1


Maya dan putra yang melihat itu tidak ada yang berani membuka mulut,mereka sudah dari dulu menyadari betapa kejamnya Carles mendidik Naomi.


"Pa....!!!"


"Berhenti meninggikan nada suaramu di hadapanku,kamu pikir Robert tidak menghubungiku dan memberi tahu kalau kamu pergi setelah dia menemui mu ke kantormu!!" Ucap Carles.Naomi mengelus wajahnya yang memanas karena tamparan papanya.


"Kalau kamu masih bersikap seperti itu kepada Robert jangan salahkan papa kalau papa mempercepat pernikahanmu dengannya." Ucap papanya membuat emosi Naomi memuncak.Selama ini sekeras apa pun papanya mendidiknya dia selalu menuruti keinginannya tapi kali ini dia sudah tidak mampu hidup jika dia harus menikah dengan pria seperti Robert.


"Papa...Jika kamu memaksaku menikah dengannya,jangankan salahkan aku bunuh diri,selama ini aku menuruti semua keinginan papa bukan berarti aku terlalu baik,tapi kali apa pun yang terjadi aku tidak akan menikah dengannya." Ucap Naomi.Setelah dia mengucapkan kata-katanya dia langsung pergi meninggalkan papanya dan ingin masuk ke dalam kamarnya.


"Lebih baik papa tidak punya anak darah daging sendiri,dari pada punya anak yang tidak tunduk dengan aturan papa." Ucap Carles dengan nada tinggi,Naomi terus menaiki anak tangga dan bergegas masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya.


Naomi melempar kunci dan tasnya ke atas ranjang,setelah itu dia menghempaskan tubuhnya dia atas ranjang sambil menangis sesenggukan.


"Untuk apa aku dilahirkan di keluarga orang kaya jika aku harus menderita seperti ini,aku tidak mau hidup lagi,aku lelah pria bajingan itu membuatku menderita." Naomi terus menagis.Mingkin karena terlalu lemah,Naomi ketiduran padahal dia belum mengganti pakaiannya.


Keesokan harinya Naomi bangun saat asistennya Alex memanggilnya dari luar.Naomi mengambil ponselnya lalu melihat jamnya dia sangat kaget saat melihat jam sudah pukul sepuluh siang.


"Sial,aku tidur selama itu,pantas saja dia sampai datang ke rumah ini,bahkan dia sudah menghubungiku hampir tiga puluh kali." Ucap Naomi.


"Tunggu lima belas menit aku akan segera keluar." Naomi berteriak dari dalam kamarnya.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2