Anak Singkong

Anak Singkong
Bab 23 ~ Menderita ~


__ADS_3

Naomi sangat kaget mendengar bentakan Ratih,dia menoleh ke arah Ratih,dia mendekati Ratih dan menagis di hadapan wanita itu.


"Maafkan aku ibu,aku sudah membuat kalian semua menderita,ini semua karena aku."Isak tangis Naomi terdengar pilu.Theo yang sudah di hajar dari tadi tidak bisa melakukan apa pun,dia tidak ingin menjalani hidup seperti ini tapi nyatanya takdirnya seperti itu.


"Theo kita pergi dari rumah ini,biarkan wanita ini menikah dengan pilihan orang tuanya." Ucap Ratih dia tidak ingin melihat Naomi dan Theo menderita seperti itu.


Theo tampak berpikir, rasanya dia tidak ingin menerima kenyataan seperti ini,selama ini dia sangat bahagia bersama Naomi walaupun mereka hidup sangat sederhana.


"Theo,apa kamu masih menganggap ku sebagai ibumu,jika memang kamu menganggap aku ibumu sekarang juga kita pergi dari rumah ini." Ucap Ratih mereka beranjak dari tempat tidur lalu mengambil tas kecil tempat pakaian yang mereka bawa dari kampung.


Theo beranjak dari tempat duduknya,dia tidak tega melihat Naomi yang terus menagis tapi dia juga tidak ingin menjadi anak durhaka.


"Sayang,jaga diri mu baik-baik,aku akan pergi." Ucap Theo lalu segera pergi meninggalkan mereka.Naomi menangis semakin kencang dia berusaha berlari mengejar Theo tapi dengan sigap dia pria bayaran papanya langsung menahannya.


"Paa....Tolong lepaskan aku pa..Aku mohon sekali ini saja ijinkan aku bahagia,aku sudah hamil anak Theo papa,aku tidak bisa pisah darinya."


"Plak...Dasar anak kurang ajar,bisa-bisanya kamu hamil dari pria miskin itu lebih baik kamu mati daripada pada aku memiliki anak tapi membawa aib di keluarga ini." Ucap Carles dia mendorong tubuh Naomi hingga jatuh ke atas sopa.


Melihat reaksi papanya,Naomi langsung diam dan menatap papanya,hari ini dia sadar jika papanya tidak pernah mencintainya sedikit pun,bahkan disaat dia sudah hamil saja papanya tidak memberinya kesempatan.


"Robert....Apa kamu bersedia menikah dengan wanita kurang ajar ini,aku tidak akan menerima pria itu apa pun yang terjadi di rumah ini." Ucap Carles.


"Aku bersedia om,aku mencintainya apanya adanya,aku akan menerima segala kekurangannya." Jawab Robert tampa berpikir terlebih dahulu.

__ADS_1


Kedua pria itu membawa Naomi masuk kedalam kamarnya,papanya tidak memberikannya memakai ponselnya karena dia masih takut Naomi menghungi Theo.


Bahkan kamar Naomi di jaga oleh tiga pria, karena Carles tidak ingin Naomi kabur untuk yang kedua kalinya.Sementara itu Naomi menangis tiada henti bahkan matanya sudah membengkak karena tidak berhenti menagis.


"Aku membawa makanan untukmu,berhentilah menangis karena tangisan mu tidak akan bisa merubah takdirmu,beginilah takdirmu kamu harus menikah dengan mu dari awal kamu sudah tau akan hal itu, tapi kamu seharusnya bersyukur karena aku menerima kekurangan mu." Ucap Robert.


Naomi langsung bangun lalu duduk di atas ranjang dan menatap sinis kearah Robert,kali ini rasa jijiknya terhadap Robert semakin tinggi.


"Cuih....Kamu memang pria tidak punya harga diri sedikit pun,hannya karena harta kamu menerima wanita sisa pria lain." Ucap Naomi dengan senyum jahat di wajahnya.


"Aku tidak peduli sayang,pokoknya kamu harus mempersiapkan dirimu untuk menikah dengan ku." Ucap Robert lalu keluar dari kamar Naomi.


Setelah Robert keluar dari dalam kamarnya,Naomi tampak berpikir pikirannya melayang jauh ingin memberikan pelajaran kepada Robert yang sudah menghancurkan hidupnya.


****


Sudah seminggu setelah Naomi dan Theo berpisah,mereka yang tinggal di rumah kontrakan mereka yang baru karena pemilik kontrakan yang lama menolak Theo mengontrak di sana lagi.


"Theo...Hari ini ibu dan kedua adik mu akan kembali ke kampung,kami tidak mungkin menemanimu terus menerus disini,kami tidak mau menjadi beban untukmu." Ucap Ratih.Sebenarnnya dia tidak tega melihat keadaan Theo yang semakin hari semakin terpuruk bahkan untuk makan pun pria itu harus di paksa bahkan terkadang di suapi ibunya.


"Ma...Untuk apa kalian pulang lagi ke desa,rumah dan sawah sepetak milik kita sudah diambil Selvi dan anak buahnya aku tidak mampu membayar hutang itu dan aku juga tidak mau menikah dengan wanita itu." Ucap Theo.


Ratih tampak kaget, tapi dia tidak berani marah atau mengatakan apa pun karena dia tau Theo pun pasti berat melakukan semua ini.

__ADS_1


"Jadi apa kami harus tinggal di sini juga,bagaimana dengan sekolah kedua adikmu,maafkan aku nak sebagai orang tua aku tidak bisa memberikan kehidupan yang layak untukmu." Ucap Ratih.


Theo tampak semakin sedih akhirnya dia meninggalkan ibunya dan masuk kedalam kamarnya,di sana dia duduk di pojokan lalu menagis dengan sesenggukan.Kali ini dia benar-benar tidak kuat menerima kenyataan kalau dia harus berpisah dari wanita yang begitu dicintainya.


"Sayang...Apa kabar mu,aku sangat merindukan mu,aku mohon sayang datang lah lihat aku disini,aku tidak ada semangat lagi untuk menjalani kehidupan ku lagi." Ucap Theo dengan suara tangisan yang begitu pilu.


Ratih yang mendengar semua kata-kata Theo dari depan pintu,hannya bisa menagis karena tidak bisa melakukan apa pun untuk anaknya yang sangat dia cintai.


****


Sementara itu di sebuah hotel mewah,sebuah pernikahan yang sangat mewah terjadi di sana,papan bunga dengan panjang ratusan meter dari berbagai kalangan artis,pejabat dan juga dari para pengusaha.


Robert tampak sangat bangga bisa bersanding dengan Naomi, putri seorang konglomerat berpengaruh di kota ini,senyumannya tidak pernah lepas dari wajahnya sangat jauh berbeda dengan Naomi.Sepanjang acara wajah Naomi tampak murung,bahkan sesekali terlihat air matanya menetes.


Maya dan putra yang ikut di sana juga terlihat tidak bahagia,Maya Maya merasa kasihan dengan Naomi begitu juga dengan putra.


Pada saat mereka berdua duduk di kursi pengantin Robert megambil tissue dia ingin menyeka air mata Naomi dan dengan kasar Naomi menepis tangannya,seketika Robert menatap sekeliling berharap tidak ada orang yang melihat kejadian itu.


"Jangan sentuh tubuhku,dengan tangan kotor mu." Ucap Naomi.Robert hannya bisa diam mendengar ucapan Naomi dia tidak mau disaat Seperti ini mereka malah ribut di depan para tamu undangan.


Semetara itu tiga orang pria mendatangi kontrakan Theo sambil membawa undangan dan juga beberapa Poto pernikahan Naomi dan juga Robert.


Robert dengan sengaja menyuruh anak buahnya mengirim beberapa gambarnya dan juga Naomi dan juga selembar undangan.Semakin hancur hati Theo saat melihat Naomi sudah resmi menikah dengan pria lain dan dia sangat cantik.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2