Anak Singkong

Anak Singkong
Bab 6 ~ bertemu lagi ~


__ADS_3

Theo berjalan meninggakan kurir yang tadi mengalami kecelakaan,dia tidak tega menolak permintaan pria itu.Setelah mendapat ijin dari security Theo langsung berjalan menuju ruangan direktur,walaupun sedikit gemetaran karena belum pernah memasuki gedung semewah itu Theo tetap terlihat santai agar tidak ada yang curiga kepdanya.


Theo mengetuk pintu direktur beberapa kali,tapi sama sekali tidak ada sahutan,dia takut tidak bertemu direktur perusahaan itu,karena kurir itu menyuruhnya harus mengantar langsung barangnya kepada direkturnya.


" Silahkan masuk." Suara yang cukup indah mampu membuat jantung Theo berdebar hebat,tapi dia terus berusaha agar tidak terlihat gugup.


Perlahan Theo membuka ruangan itu,saat itu seorang wanita cantik duduk di kursi kebesarannya sambil menatap leptop di hadapannya dan tidak tertarik untuk melihat siapa yang memasuki ruangannya.


"Nona,aku ingin meminta tanda tangan bukti terima paket ini." Ucap Theo,sekarang dia baru mengerti kenapa Naomi bisa bersikap angkuh kepada orang yang baru dikenalinya teryata karena dia seorang wanita hebat dan berpengaruh.


Naomi menoleh ke arah suara yang di dengarnya,dia merasa suara itu sangat familiar di telinganya.


"Kamu lagi,kamu sangat hebat,bahkan sekarang aku bisa bertemu kamu di tempat ini,kamu memiliki banyak pekerjaan aku rasa uang mu sudah cukup banyak." Sindir Naomi.Theo mengabaikan ucapan Naomi setelah mendapat tanda tangan Naomi dia langsung pergi meninggakan ruangan itu,saat Naomi memanggilnya dia mengabaikan dan tetap pergi meninggalkannya.


"Cukup menarik,baru kali ini ada pria yang tidak tertarik dengan pesonaku."Ujar Naomi sambil menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi mahal miliknya.


Theo menghela napas lega setelah dia keluar dari gedung mewah itu,dia merasa sesak saat berada satu ruangan dengan seorang wanita yang sangat jauh berbeda dengannya.


"Betapa beruntungnya hidup yang di miliki wanita itu,sangat berbeda denganku,bahkan sekarang aku membutuhkan uang tiga ratus ribu saja aku harus kasbon dulu kepada bos ku karena uang yang kumiliki tinggal sedikit." Ucap Theo sambil berjalan menuju cafe tempat dimana dia bekerja.


Seperti biasa setelah sampai di cafe,Theo memakai baju seragamnya,hari ini dia tidak ada semangat untuk bekerja,melihat itu bos nya langsung memanggil Theo ke ruangannya,dia takut kehilangan kariawan seperti Theo,selain rajin bekerja wajahnya yang tampan menarik perhatian banyak wanita hingga pengunjung cafe itu semakin hari semakin banyak.


"Ada apa bos memanggil ku?" Tanya Theo saat dia memasuki ruangan Anto pemilik cafe itu.


"Kenapa hari ini saya perhatikan kamu tidak semangat bekerja,dan wajahmu juga lesu seakan kamu banyak beban hidup,ceritakan padaku." Ucap Anto bosnya.

__ADS_1


Karena Anto adalah bos yang sangat baik kepada semua karyawannya Theo menceritakan semua masalahnya tanpa ragu-ragu.


"Aku takut bos kalau harus cerita,aku belum sampai sebulan kerja untuk kasbon aku merasa segan." Jawab Theo.


"Untuk apa takut,kamu disini bekerja,kamu harus nyaman bekerja,ini aku berikan kamu uang anggap sebagai bonus untukmu,pakai untuk biaya pengobatan adikmu." Ucap Anto lalu menyerahkan lima lembar uang ratusan kepada Theo.


Setelah mendapat uang dari bosnya Theo langsung mengantongi uang pemberian bosnya dia berniat mengirim uangnya setelah dia pulang kerja nanti sore.Hari ini wajah tampannya kembali menghiasi ruangan itu,banyak kariawan wanita yang menaruh hati diam-diam kepadanya.


Sementara itu di ruangannya,Naomi masih saja sibuk memeriksa semua laporan yang dikerjakan oleh bawahannya.Robert tiba-tiba masuk keruangannya tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"Kenapa kamu tidak punya etika,ketuk sebelum kamu masuk ke ruangan ini bukan hotel tempat kamu keluar masuk." Naomi membentak sikap Robert yang tidak ada etikanya.


"Sayang...Please,maafkan aku jangan bersikap seperti ini,dia itu hannya wanita yang butuh uang jadi dia menyerahkan tubuhnya kepadaku." Ucap Robert santai tampa memikirkan perasaan Naomi hingga membuatnya semakin muak.


Sementara itu,Robert yang masih berdiri di hadapan Naomi,menatap leher jenjang Naomi serta dadanya yang membusung membuat otaknya berpikiran yang aneh-aneh.


"Untuk apa kamu berdiri di hadapanku,keluar dari ruangan ku,jangan pernah berharap aku mau menikah denganmu,lebih baik aku mati dari pada harus menikah dengan pria seperti mu." Ucap Naomi.Dia sama sekali tidak mau menatap Robert.


"Tatap wajahku jika kamu sedang bicara." Ucap Robert,dia tersinggung dengan ucapan Naomi tapi dia berusaha memendam emosinya karena dia harus berjuang keras agar bisa menikahi wanita itu.


"Sial... Kenapa kemarin kami harus bertemu dengannya,sekarang aku harus berjuang lagi menyakinkan perasannya ke padaku." Ucapnya dalam hati.


Melihat Robert tidak mau keluar dari ruangannya,Naomi menyambar kunci mobilnya lalu dia segera pergi meninggalkan Robert,Robert sangat kaget saat Naomi tiba-tiba pergi begitu saja.


Robert berusaha mengejar Naomi tapi sayang dia kehilangan jejaknya saat dia sangat cepat pergi meninggalkan perusahan miliknya.Naomi pergi ke cafe tempat dimana Theo bekerja,dia lebih tertarik dengan pria sederhana seperti Theo,dari pada pria banyak tingkah seperti Robert apalagi dia sangat pandai menaikkan hati wanita.

__ADS_1


"Berikan aku kopi seperti biasa,bisakah kamu menemaniku minum?" Tanya Naomi.


"Maaf aku tidak bisa,aku masih bekerja karena aku harus bekerja keras jika aku ingin uang." Jawab Theo ketus.Naomi tidak peduli hari ini dia ingin sekali di temani oleh Theo,untung saat ini pelanggan tidak seramai waktu itu.


"Ini kopi anda,silahkan duduk nona!!" Ucap Theo ramah dengan senyum yang sangat menarik membuat jantung Naomi tiba-tiba berdebar.


"Dimana bos mu?"


"Di ruangannya."


"Dimana ruangannya." Ucap Naomi,dan pada saat itu seorang pria paruh baya menghampiri Theo dan berbicara dengan pria itu.


"Tuan apa anda pemilik cafe ini?"


Anto menoleh ke asal suara yang menyapanya,dia langsung memandangi Naomi dari atas kebawah dia merasa bangga saat seorang wanita cantik menyapanya.


"Tuan....."


"Aa_aa_iya_iya ada apa."


"Aku ingin minta ijin kepada tuan,ijinkan pelayan mu ini menemaniku minum sebentar disini." Ucap Naomi,seketika senyum di wajah Theo hilang begitu saja,tiba-tiba dia kesal dengan sikap Naomi.


Theo berjalan mengikuti langkah kaki Naomi,dia menelan ludahnya saat melihat bokong Naomi yang meliuk-liuk di depannya.


"Ada apa kamu meminta ku,menemanimu untuk minum saja,tolonglah jangan gunakan kekuasaan mu untuk menindas kami rakyat jelata." Ucap Theo dengan wajah masam sambil duduk di kursi yang ada di sampingnya.

__ADS_1


💗💗💗 bersambung 💗💗💗


__ADS_2