
Putus sudah harapan Theo untuk bisa kembali bersama Naomi,tidak ada yang bisa dilakukan seorang pria miskin kecuali pasrah dan menerima semua kenyataan hidupnya.Kebahagiana yang dia rasakan bersama Naomi hanya sementara dan pada akhirnya si miskin akan tetap di buang oleh takdir yang begitu kejam.
"Theo kamu makan nak,mama sudah memasukkan lauk kesukaan mu,mama tau kamu terlalu sulit menerima kenyataan ini tapi kamu harus tau dunia hannya bersikap sementara,tidak ada keadilan bagi orang miskin apalagi kita hannya orang desa yang di berikan oleh singkong."Ucap Ratih memberikan semangat dan nasihat kepada Theo.
Ratih selalu sabar menasehati Theo setiap harinya,tidak sekali pun Ratih marah atau emosi kepada Theo karena dia tahu Theo adalah anak yang paling hebat.
"Benar apa kata mama,terpuruk seperti ini pun tidak akan bisa membuatku menjadi pria terhormat bekerja dan memperbaiki taraf hidup adalah cara seorang pria menyelesaikan masalah." Ucap Theo dia bangkit lalu memeluk wanita yang paling dihormatinya.
"Bagus ini baru Theo,anak mama yang paling hebat." Ucap Ratih sambil mengelus rambut Theo dan mereka masuk kedalam rumah dan makan siang bersama.
"Ma...Maafkan aku karena harus mengikhlaskan tanah dan rumah kita itu kepada Selvi,aku tidak mau menikah dengan orang seperti itu,semoga saja Tuhan memberikan kita satu keajaiban kita bisa hidup di kota besar ini.Dan untuk putri dan Laura kalian harus bisa sekolah sampai tamat,walaupun nantinya kalian tidak bisa melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang yang lebih tinggi."
"Baik bang,terima kasih sudah kembali menjadi Abang kami."
"Mama tidak masalah sayang,yang terpenting kita bisa sehat untuk melakukan apa pun,uang bisa di cari."Jawab Ratih bijak dia sudah mengikhlaskan rumah kecilnya dan juga sawah sepetak yang mereka milik di ambil keluarga Selvi dari pada harus melihat anaknya menikah dengan wanita seperti itu.
Wajah masing-masing mereka tampak bahagia,begitu juga dengan Theo dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri kalau dia harus bisa sukses ke depannya.
****
Tiga bulan sudah Theo melupakan kenangan pahit dengan Naomi,dia pokus bekerja di sebuah dealer mobil,wajahnya yang tampan dan tata bahasanya yang sopan membuat pembeli banyak yang menyukainya hingga dia bisa mendapat gaji yang lumayan tinggi di tempatnya bekerja.
__ADS_1
Theo kembali ke rumah dengan perasaan bahagia karena hari ini dia gajian dan mendapat bonus yang cukup tinggi dia pulang buru-buru karena dia ingin mengajak kedua adiknya dan juga ibunya jalan-jalan ke mall karena keluarganya sudah tinggal di kota tiga bulan lebih dia belum pernah membawa ibunya jalan-jalan ke mall.
"Bu.....Bu......" Theo membuka pintu karena dia tidak mendengar ibunya membalas panggilannya.Ternyata kedua adik dan ibunya sedang di halaman belakang sedang membuat roti yang lumayan banyak.
"Untuk apa kue sebanyak ini Bu?" Tanya Theo sambil mengambil satu buah dan langsung memakannya.
"Ini Ada tetangga sebelah memesan kue sama ibu,karena di rumahnya ada pengajian,lumayan kan nak untuk belanja tambahan."
"Pasti Abang tidak tau kalau ibu sudah lama membuat kue dan menitipkannya di warung-warung,Abang tau tidak banyak sekali orang yang suka dengan kue buatan ibu." Laura menjelaskan.Dan tentu saja Theo kaget karena dia tau ternyata ibunya diam-diam membantunya.
"Aku tidak tau itu,seharunya ibu tidak usah terlalu memaksakan diri,anak lelakimu ini masih bisa di andalkan."Ucap Theo dengan jangan sambil menunjukan lengannya yang kokoh.
"Hu....Tidak papa bang karena kami juga membantunya.Apalagi aku dan putri sudah tidak masuk sekolah lagi karena kami sudah selesai ujian tinggal menunggu pengumuman lulus tidak lulus bang." Ucap Laura.
"Seharunya bang,dari dulu kamu membawa kami ke kota ini sepertinya di kota ini lebih banyak uang,lihat saja mama hasil dia buat kue saja gajinya hampir tiga ratus ribu sehari,dulu di kampung mencari uang lima puluh ribu saja susah sekali." Ucap Putri kembali.
Theo hannya tersenyum kepada kedua adiknya, intinya dia sangat bersyukur untuk saat ini,sepertinya kehidupan mereka jauh lebih baik di kota ini, dan dia berharap semoga keuangan mereka bertambah baik.Agar mereka secepatnya punya rumah sendiri.
"Bu...Kerjaan kalian masih banyak? hari ini aku dapat bonus banyak aku ingin mengajak kalian ke mall,sesekali kita berempat ke sana."
"Benarkah bang,kami mau dong bang,kami sudah lama pengen kesana,tapi belum kesampaian." Ucap Laura dengan nada pura-pura sedih.Theo mengangguk kedua adiknya sangat bahagia begitu juga dengan ibunya.
__ADS_1
Setelah mengantarkan kue pesanan tetangga,Theo mengajak mereka semua ke mall,perjalanan kesana lumayan jauh Ratih sedikit kelelahan tapi melihat kebahagian di wajah anak dan kedua putrinya sungguh membuatnya bahagia karena belum pernah seumur hidupnya memberikan kebahagian kepada anak-anaknya.
Mereka keluar dari dalam mobil,Theo membimbing kedua adiknya menaiki lift dan eksklator,karena dia sudah lumayan lama di kota ini dia tidak terlihat lagi seperti orang yang datang dari desa.
Mereka mengelilingi semua toko-toko kadang dia membeli sesuatu yang di butuhkan ibu dan kedua adik perempuannya.
"Dek...Kalian mau beli peralatan make up,kalau kalian pengen beli untuk kalian beli masing-masing biar tidak saling iri." Ucap Theo.Kedua adiknya melonjak girang karena akhirnya mereka mendapat semua yang sudah lama mereka inginkan.
Theo membeli semua apa yang di inginkan oleh kedua adiknya,untuk mamanya dia membeli beberapa baju ibunya memilih barang diskonan agar lebih banyak katanya.
"Bang terima kasih karena sudah membelikan kami semua ini,semoga rejeki Abang lancar terus yang bang." Ucap Putri dengan wajah yang penuh kebagian.
"Amin..." Balas Theo.Hari ini dia benar-benar bahagia karena bisa membuat ibu dan kedua adiknya bahagia.
Pada saat mereka hendak menaiki lantai paling atas untuk melihat kemeja,karena dia ingin membeli kemeja untuk dirinya sendiri saat itu langkahnya terhenti saat melihat Naomi berdiri menatap mereka.
Theo sangat kaget melihat Naomi yang sedang menatapnya ada raut kesedihan di wajah wanita itu dan Naomi dengan perut besarnya tersenyum kepadanya.
"Theo kita pergi nak,kita melihat baju yang kamu inginkan." Ucap Ratih lalu menarik pergelangan tangan Theo dan membawanya meninggalkan Naomi yang masih berdiri di tempatnya.
Selama ini Theo masih berjuang keras untuk melupakan Naomi,tapi hari ini melihat perut besar Naomi hatinya sangat terluka ternyata Naomi begitu cepat melupakan dirinya.
__ADS_1
πππbersambung πππ