Anak Singkong

Anak Singkong
Bab 26 ~ Menantu tidak ada etika ~


__ADS_3

Robert mengepal jari tangannya,dia dengan emosi segera meninggalkan ruangan Naomi lalu menemui kedua orang tuanya yang masih menunggunya di luar perusahan istrinya.


Robert benar-benar kecewa menikah dengan Naomi,sampai hari ini mertuanya belum menyuruhnya untuk Menganti posisi Naomi,satu hal yang dia tunggu hannya Naomi melahirkan agar bisa menduduki posisi istrinya itu.


Robert membawa kedua orang tuanya makan siang di sebuah restoran mewah,sepanjang jalan ibunya terus mengoceh tidak bisa terima atas sikap Naomi yang tidak menghargainya sebagai mertua.


"Dasar menantu tidak ada etika,percuma saja dia lulusan Harvard university kalau tidak punya etika yang bagus kepada orang yang lebih tua apalagi kita ini mertuanya.Bagaiamana kamu mengajari istrimu itu Robert,apa dia tidak menghargai mu sebagai suami? Untuk apa menikah dengan orang hebat kalau tidak bisa di andalkan,sial sekali rasanya hari ini." Ucap Nadia mamanya Robert.Dia membuka jendela kamar mungkin karena dia begitu kepanasan membayangkan sikap Naomi kepada mereka barusan.


"Sudahlah ma,kita harus sabar,kamu tidak tau kalau Naomi anak seorang konglomerat,harusnya kamu bersyukur putramu ini bisa menikahi seorang putri tunggal bayangkan kalau papanya mati hartanya akan beralih kepada kita,dengan begitu kita akan menjadi orang hebat kita tinggal menyingkirkan dia saja kalau banyak tingkah." Timpal Daniel ayah dari Robert dengan senyuman jahat di wajahnya.


Robert hannya bisa tersenyum kecil,dia merasa beberapa bulan menikah dengan Naomi dia tidak punya harga diri sedikit pun di hadapan Naomi istrinya.


"Robert kamu kenapa diam?"


"Tidak papa pa,aku hannya lelah saja dan kecewa dengan sikap Naomi,kalau begini terus aku bisa tidak tahan menjadi suaminya." Jawab Robert dengan nada hampir tidak terdengar.


Kedua orang tuanya menatap Robert,mereka seakan tidak bisa terima dengan ucapan Robert barusan.


"Jangan bodoh,hannya karena masalah kecil seperti ini kamu ingin menyerah,bodoh sekali kamu,jangan sia-siakan kesempatan yang ada nasib kita berada di tangan wanita itu,kamu tau berapa banyak hutang kita di bank,semua itu harus bisa kita tuntaskan,sekarang kamu harus bisa secepatnya membuat mertua mu mati agar kamu bisa menguasai Naomi seutuhnya." Ucap Nadia semakin mencuci otak Robert.

__ADS_1


Mobil mereka sampai di restoran mereka langsung makan siang dan setelah itu Robert mengantar kedua orang tuanya ke rumahnya setelah itu dia kembali ke rumah istrinya.


Sesampainya di rumah mewah milik istrinya Robert sangat kaget melihat begitu banyak nya orang datang ke rumahnya dia bingung dengan apa yang terjadi karena orang yang datang semua orang rapi seperti orang yang melamar pekerjaan.


"Apa yang kalian di rumah saya?" Beberapa orang menatap Robert lalu salah satu di antara mereka menjawab pertanyaan Robert.


"Kami sedang wawancara kerja tuan,nyonya pemilik perusahan BMC group sedang merekrut asisten dan juga pengawal beberapa orang." Jawab pria itu.


Robert semakin kesal dan merasa tidak di hargai saat Naomi merekrut asisten dan pengawal tampa meminta pendapat atau ijin kepadanya.Robert masuk kedalam rumah amarahnya sudah memuncak melihat Naomi sedang berbicara dengan beberapa pria membuat semakin kesal.Tidak ingin terjadi keributan Robert masuk ke ruang buku dia berharap mertuanya ada di ruangan itu.


Saat langkah kaki Robert mencapai ruangan itu,dia melihat mertuanya sedang membaca disana pria itu tampak santai dan tidak ada beban sedikit pun di wajah mertuanya menumbuhkan rasa benci di hatinya.


"Pria tua bajingan sepertinya aku harus segera membuatmu mati,kamu memaksa ku menikah dengan Naomi Tapi kamu tidak memberikan hak apa pun kepadaku di rumah ini,kamu memanfaatkan aku." Ucapnya dalam hati.Semakin Robert memikirkan itu semakin besar rasa benci di hatinya kepada mertuanya.


Robert mendekati mertuanya,Robert kadang bingung dengan pria tua itu sejak dia menikah dengan Naomi sikap mertuanya sedikit beda kepdanya pria terlihat cuek kepadanya,dia tidak tau itu perasaanya saja atau memang seperti itu kenyataanya.


"Selamat sore pa...Sedang apa papa di ruangan ini?" Tanya Robert basa basi,dia salah tingkah tidak tau harus bicara apa lagi karena mertuanya terlihat tidak mengalihkan perhatiannya.


"Hmm...Kamu tidak lihat mertuamu ini sedang membaca buku,atau kamu sedang bingung melakukan apa di ruangan ini,jika kamu datang ke ruangan ini itu artinya kamu harus membaca." Ucap Carles mertuanya.Robert semakin salah tingkah dia menelan ludahnya yang seakan sudah mencekiknya.

__ADS_1


"Pa...Aku ingin bicara!!" Ucap Robert dengan nada gemetaran,terlihat kalau dia sangat ketakutan di hadapan mertuanya,biar bagaimana pun carles adalah pria hebat jadi dia sangat disegani oleh siapa pun yang berhadapan dengannya.


Perlahan tapi pasti, carles menghentikan kegiatannya lalu menatap wajah Robert yang sudah berubah pucat,entah kenapa dia semakin takut kepada pria itu beda sekali disaat dia belum menikah dengan Naomi.


"Ada apa? Kenapa kamu kelihatan sangat takut,apa sesuatu terjadi antara kamu dan juga Naomi?" Tanya Carles.


"Tidak...Papa aku hannya minta bisakah papa berbicara kepada Naomi agar aku mendapat posisi di perusahaan pa." Ucap Robert dengan nada gemetaran.


Carles menghela napas panjang,dia sadar kalau Naomi semakin kejam, setelah menikah dengan Robert,bahkan dia sebagai orang tua tidak bisa berbuat sesuatu,dia juga sadar kalau Naomi tidak tidur seranjang dengan Robert bahkan dia juga tau kalau Naomi tidak menghormati orang tua Robert sebagai mertuanya.


"Maafkan aku...Sebagai orang tua aku gagal mendidik Naomi,aku tidak menyangka kalau Naomi bisa bersikap begitu sombong,sekali lagi aku minta maaf,aku tidak bisa berbuat apa pun untukmu." Ucap Carles.


Robert sangat kecewa mendengar jawaban mertuanya,dia sangat marah,kecewa dan sakit hati tapi dia kembali ingat dengan kata-kata calon ibunya tadi siang.


"Baiklah papa,aku permisi pa.." Ucap Robert dia keluar dari ruangan itu,di ruang tamu dia melihat berdiri tiga orang pria menemani Naomi mungkin ketiga pria itu sebagai pengawal dan asistennya dan dia sebagai suami sama sekali tidak ada artinya di hadapan Naomi.


Makan malam telah tiba,Naomi segera bergabung dengan semua orang begitu juga dengan suami yang tidak di anggapnya sedikit pun,Robert yang selalu curi pandang kepadanya dia abaikan.


"Naomi bagaimana keadaan perusahaan?" Tanya Carles saat mereka sudah selesai makan,sebenarnya dia tau kalau perusahaan di tangan putrinya berjalan dengan baik.

__ADS_1


"Kalau papa ingin tau,silahkan datang ke kantor dan periksa semuanya."


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2