
Robert kembali menarik pergelangan tangan Naomi lalu melemparnya ke atas ranjang,Robert benar-benar lupa tujuan utamanya yaitu menakuti Naomi agar lebih menghargainya,tapi setelah melihat paha mulus Naomi dia meluapkan segalanya.
"Lepaskan aku,jangan membuatku semakin jijik dengan mu." Bentak Naomi.Dia semakin ketakutan saat melihat wajah asli Robert yang begitu kurang ajar.
Saat Robert merangkak naik keatas ranjang tiba-tiba Naomi melihat kunci ruangan itu,dia langsung menyambarnya lalu membuka pintu dan segera lari dari ruangan itu.
Semua orang sangat kaget saat melihat penampilan Naomi yang acak-acakan,rambutnya yang berantakan bahkan pakaiannya yang terbuka sedikit.
"Apa yang terjadi dengan nyonya Naomi,bukankah barusan calon suaminya masuk kerumahnya apa mereka sedang berantem." Semua kariawan tampak menatap ke arah Naomi hingga wanita pergi meninggalkan gedung perubahan milik keluarganya.
"Apa kalian tidak ada pekerjaan lagi hingga harus menatap nyonya Naomi seperti itu,silahkan masuk ke ruangan rapat seluruhnya,kita mengadakan meeting,sepertinya kalian sedang santai." Tiba-tiba saja Alex sudah berdiri dibelakang mereka,semua kariawan tampak kaget karena tidak menyadari kehadiran Alex sang asisten.
"Maafkan kami tuan,kami masih banyak pekerjaan." Ucap mereka semua lalu berlarian ketempat duduk masing-masing.
Sementara putra hannya menatap Naomi dari kejauhan,dia memasukkan kedua tangannya kedalam kantongnya dia menunggu sampai Robert keluar dari ruangan Naomi.
Sementara itu Robert tampak semakin emosi,hari ini dia gagal mendapatkan Naomi,dia sudah berjanji ingin menghamili Naomi sebelum menikah agar Naomi segera menyetujui pernikahan mereka.
"Sial...Sulit sekali menaklukkan wanita itu,bahkan aku rela melakukan hal hina seperti ini tapi hasilnya tetap nihil." Sungut Robert sambil membuang rokok yang ada di tangannya.Sebenarnya Robert sangat malu akan kejadian itu,dia berharap tidak ada yang tau apa yang terjadi barusan.Setelah merasa lebih tenang Robert membuka pintu ruangan itu lalu dia keluar dari ruangan itu.
"Apa kamu harus melakukan hal kotor seperti itu untuk mendapatkan hati Naomi? Serendah itu kah harga diri mu sebagai seorang pria?" Ucap Putra ternyata dia sudah menunggu Robert di luar dari tadi,Robert sangat kaget mendengar suara itu,dia langsung membalikkan badannya dan saat itu dia sudah melihat putra bersandar di depan pintu.
__ADS_1
"Hahaha....Tau apa kamu tentang hubunganku dengan Naomi,apa kamu iri denganku,karena pria yang kamu sebut papa itu ternyata lebih mempercayaiku sebagai direktur di perusahan ini dari pada kamu?" Putra sangat tersinggung dengan ucapan Robert,dia sudah ingin mengepal tangannya ingin sekali dia memukul mulut Robert agar lebih menghargainya.
"Tenang saja,setelah aku menikah dengan Kaka tiri mu,aku akan mengangkat mu sebagai kepala keuangan di perusahan ini." Ucap Robert dengan nada sinis.
Setelah mengucapkan kata-kata kejamnya, Robert langsung meninggakan putra di tempatnya dia ingin menemui Naomi ke rumahnya karena dia yakin Naomi kemabli ke rumahnya.
Semetara itu di lain tempat Naomi sampai di rumahnya dia tidak peduli dengan penampilannya yang acak-acakan,dia langsung turun dari mobilnya yang di parkirnya di halaman rumah orang tuanya.Dia berlari kecil masuk kedalam rumah dan mencari keberadaan papanya.
"Bibi...Ada dimana papa?"
"Di taman belakang nyonya,dia bersama nyonya besar." Jawab pelayan yang sedang membersihkan ruang tamu.Tampa menunggu pertanyaan dari pelayannya Naomi langsung berlari ke belakang dan menemui papanya yang sedang duduk sambil membaca koran.
"Papa.....Apa maksud papa menjodohkan aku dengan pria bajingan seperti robert? Paa pria bajingan itu hampir memperkosaku papa mau menjebak aku?" Naomi terlihat sangat emosi,dadanya naik turun dan matanya tampak merah mungkin karena dia begitu kesal dan marah.
"Apa yang salah,dia Calon suami mu,mungkin dia sudah tidak tahan untuk menunggu kepastian dari mu,makanya dia melakukan hal itu_
"Papa....!! Papa sadar tidak sih dengan apa yang papa lakukan kepadaku,aku kecewa dengan mu papa." Ucap Naomi lalu dia meninggalkan papanya dan kembali masuk kedalam mobilnya.
Naomi pergi meninggalkan rumah tampa tujuan,hari yang sudah mulai gelap dia sama sekali tidak peduli yang dia lakukan hannya menangis di dalam mobilnya.
Setelah merasa lelah menangis akhirnya Naomi membawa mobilnya menunju cafe,tempat dimana Theo bekerja.Kemacetan yang parah membuat Naomi semakin kesal bahkan dia beberapa kali memaki kepada orang-orang yang menghalangi jalannya,dia membunyikan klakson mobilnya tapi tidak ada satu orang pun yang berani menegurnya mungkin karena orang-orang tau kalau dia bukan orang sembarangan.
__ADS_1
Naomi beberapa kali melihat arloji mahalnya,tapi kemacetan belum juga berkurang membuatnya moodnya semakin buruk.Saat dia sedang menatap keluar mobilnya tiba-tiba matanya melihat Theo yang sedang berjalan sendirian,Naomi tampa pikir panjang langsung keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri Theo.
Naomi langsung menarik pergelangan tangan Theo dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
"Apa yang kamu lakukan,besok aku masih bekerja hari ini aku sangat kelelahan jangan bawa aku kemana-mana aku lagi tidak mood untuk bicara dengan siapa pun." Ucap Theo saat dia sudah duduk di samping Naomi.
Naomi menatapnya dengan sinis,kali ini dia kesal dengan ucapan Theo,dia kesal karena dari tadi dia melihat Theo bisa tersenyum kepada setiap wanita yang mampir ke cafenya sementara sekarang dia malah mendengar ucapan Theo seperti itu.
" Kamu bisa berbicara dan tersenyum kepada setiap wanita yang membeli kopi mu,terus...Kenapa sekarang kamu lelah bicara denganku? haruskan aku membeli banyak kopi mu baru kamu mau bicara denganku? Tanya Naomi kesal.
Theo menarik napas beras dan tersenyum berat di hadapan Naomi,ingin dia menceritakan masalahnya tapi dia takut Naomi salah menilainya.
" Maafkan aku,bukan begitu maksudku,aku hannya lelah saja." Jawab Theo,sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi dan menutup matanya dia mencoba melupakan Selvi yang sedang menunggunya di rumah kontrakannya.
Akhirnya Naomi kembali membawa mobilnya setelah semuanya sudah normal,dia membawa Theo masuk ke sebuah hotel yang sangat mewah,dia sangat benci dengan sikap papanya dan juga Robert yang ingin memerkosanya.
Theo membuka matanya saat mobil yang ditumpanginya sudah berhenti,Theo membelalakkan matanya saat melihat dia sudah berada di sebuah hotel mewah.
"Nona...Untuk apa nona membawaku ke tempat ini?" Tanya Theo dengan wajah panik,dia takut sesuatu yang buruk terjadi dengan mereka.
"Tolong temani aku malam ini,aku sangat membutuhkan teman saat ini,hatiku benar-benar sangat terluka saat ini." Ucap Naomi sambil memegang tangan Theo.
__ADS_1
πππbersambung πππ