Anak Singkong

Anak Singkong
Bab 29 ~ Kamu tidak akan mendapatnya ~


__ADS_3

Melihat Naomi tersenyum kepadanya, membuat perasaan Robert semakin kesal dia merasa Naomi sedang merendahkannya.


"Jika kamu tidak terima dengan kata-kataku silahkan kamu ceraikan aku sekarang juga dan aku rasa kamu tidak bisa melakukan itu karena kamu pria yang tidak punya harga diri." Ucap Naomi kemabli.


Sudah menikah hampir empat bulan, belum pernah sekali pun Naomi memperlakukan Robert layaknya suaminya sendiri,dia tidak peduli dengan dosanya tapi dia memang tidak bisa menghargai pria itu.


"Kamu pasti tidak bisa melakukanya karena yang kamu inginkan dariku hannya harta dan perubahan ku.Apa yang kamu bawa ini,Apa kamu membawa berkas milik keluargamu,buang ke tempat sampah aku tidak ada niat bekerja sama dengan perusahaan kecil seperti itu." Ucap Naomi.Robert sangat sakit hati dengan semua kata-kata Naomi rasanya dia sudah tidak tahan lagi akhirnya dia membawa berkas itu kembali ke dalam kamarnya dan dia menutup pintu lalu memukul dinding sekuat tenaga melampiaskan semua amarahnya yang di pendam nya.


Semakin dipikirkan semakin emosi Robert membayangkan sikap Naomi selama empat bulan ini.


Drttt


Robert mengambil ponselnya, yang sedang bergetar di kantong celananya lalu membacanya ternyata pesan dari ibunya menanyakan tentang berkas yang akan diberikan kepada Naomi.


Robert mengabaikan pesan itu,malam sudah larut akhirnya dia meninggalkan rumah mewah itu dan pergi ke kontrakan pacarnya Mila.


"Mas...Apa yang terjadi hingga kamu datang malam-malam begini?" Tanya Mila yang baru saja sampai di kontrakannya.Mila sekarang bekerja di sebuah mall di bagian SPG pakaian dalam.


"Aku frustasi sangat frustasi,Naomi selalu saja merendahkan aku,rasanya aku sudah tidak sabar menjadi suaminya." Keluh Robert.Mila menatapnya kesal.


"Mas...Kamu tidak ingat tujuan utama kamu menikahinya apa? Kita belum dapat apa-apa Lo,sabarlah sebentar lagi aku akan mendukungmu." Ucap Mila.


Karena sangat tertekan Robert langsung merebahkan diri di atas ranjang dan tidur dengan pulas.

__ADS_1


****


Keesokan harinya Robert bangun tapi tidak menemukan siapa pun di rumah kontrakan kecil milik kekasihnya,dia tidak punya uang yang cukup banyak untuk menyewa apertemen untuk wanita itu.Ingin minta uang kepada orang tuanya Robert merasa gengsi dan malu apalagi sekarang keadaban orang tuanya juga masih sulit.


Pada Saat sedang bingung akhirnya Robert mendapat ide brilian,dia langsung meninggalkan kontrakan milik Mila selingkuhannya.


Hari ini dengan semangat Robert kembali ke rumah mewah milik mertuanya setelah melihat jam yang ada di tangannya dia tau kalau istrinya sudah berangkat kekantor dan tinggal mertuanya di rumah.


Keadaan rumah terlihat sangat sepi,Robert tidak melihat mertuanya di ruang tamu itu artinya mertuanya sedang di kamarnya.Robert masuk kedalam kamar itu setelah mendapat ijin.


Ini pertama kali nya dia masuk kedalam kamar itu setelan menjadi menantu,dia dengan terpaksa masuk kedalam kamar dan melihat mertuanya yang kurang sehat.


"Sepertinya pria ini tidak lama lagi pasti mati,aku harus mendekatinya agar aku bisa mendapat sebagian hartanya." Ucapnya dalam hati.


"Aku tidak papa.Apa yang ingin kamu katakan hingga kamu datang ke kamar ini menemui ku?"


"Pa...Aku minta maaf kalau aku terlalu lancang,tapi aku ingin minta bantuan kepada papa,berikan uang pa aku butuh uang sekitar satu miliar rupiah." Ucap Robert dia berharap pria itu mengabulkan permintaannya tanpa melapor kepada Naomi.


Carles menghela napas berat,jujur saja andaikan dia punya uang pun dia tidak rela kalau uangnya diberikan kepada Robert belakangan ini dia semakin tidak suka dengan sikap Robert yang sering tidak pulang kerumahnya.


"Maaf nak Robert bukan aku tidak mau membantumu tapi aku tidak punya uang sebanyak itu aku punya simpanan di bank Swiss itu atas nama Naomi aku tidak bisa mengambil itu.


Wajah Robert langsung berubah,dia merasa hidupnya sangat sial menikah dengan Naomi,sudah empat bulan menikah dia belum bisa mendapat apa pun dari Naomi begitu juga dengan mertuanya yang sangat pelit.

__ADS_1


Robert mengabaikan ucapan mertuanya dia keluar dari kamar itu menuju kamarnya.


"Kenapa sih nasib ku begitu apes menikahi putri konglomerat,aku bahkan tidak bisa menikmati uangnya sepeser pun,dan mertua sialan itu pun lama sekali mati." Maki Robert.


Robert mondar mandir di kamarnya sendirian,tiba-tiba saja timbul dipikirannya ingin menghabisi mertuanya dia sudah tidak sabar ingin melenyapkan semua penghuni rumah mewah itu termasuk Naomi yang tidak pernah menghargainya.


Robert mengambil cairan yang sudah lama dia beli dan simpan di lemarinya,dia membuka pintu kamarnya dan melihat sekelilingnya yang aman.Robert masuk kedalam kamar mertuanya dengan sangat hati-hati.


Carles tampak tidur sangat pulas,hingga dia tidak bisa menyadari Robert masuk kedalam kamarnya dan memasukkan cairan ke dalam minumannya.


"Apa yang kamu masukkan di dalam minumanku,apa kamu ingin membunuhku?" Tiba-tiba Carles memergoki perbuatanya.Dia sangat panik dan tidak bisa berkata-kata sekarang dia sudah tidak bisa mengelak akhirnya dari pada mertuanya membocorkan semua ini dan menyuruh Naomi menceraikan dia akhirnya dia mengambil bantal lalu lalu menutup wajah mertuanya dengan bantal hingga tidak bisa bernapas lalu mati.


Keringat dingin membasahi wajah Robert dia mengembalikan posisi Robert seperti semula,dia ingin membuat kematian Robert seperti menderita jantung.


Setalah membereskan kamar mertuanya dia mengintip keadaan rumah setelah semuanya aman akhirnya dia lari ke dalam kamarnya dan membiarkan mayat mertuanya di dalam kamar.


****


Saat sedang ingin minum teh miliknya, tiba-tiba gelas yang ada di tangannya jatuh dan hancur seketika.Jantung Naomi seketika berdebar dia takut sesuatu terjadi kepada Theo,dia tidak memikirkan sedikit pun tentang papanya yang sudah mati di bunuh suaminya sendiri.


Naomi memanggil seorang OB Lalu memberikan ruangnya dia merasa perasaanya tidak nyaman sedikit pun.


"Semoga semuanya baik-baik saja,kalau papa dia pasti sehat karena belakangan ini kesehatannya sudah semakin membaik." Ucap Naomi di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2