Anak Singkong

Anak Singkong
bab 9 ~ Merindukan pria itu ~


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan tubuhnya dan merias wajahnya Naomi langsung menenteng tas branded miliknya lalu dia keluar dari dalam kamar dan menemui Alex yang sudah duduk sambil menunggunya.


"Kemana tuan besar?" Tanya Naomi saat dia sudah sampai di ruang tamu.Alex langsung berdiri dan menunduk kepada dia merasa segan saat Naomi memergokinya duduk sambil mengangkat satu kakinya ke kaki yang satunya lagi.


"Maaf nyonya muda,tuan dan nyonya besar sedang baru saja berangkat menuju Singapura,mereka membawa pesawat pribadi."Ucap Alex menjelaskan.Wajah Naomi tampak bahagia saat mendengar kalau orang tuanya sedang bepergian.


"Nyoya apa anda sedang sangat bahagia?" Tanya Alex,dia sedikit curiga melihat perubahan wajah Naomi.


"Ti_tidak biasa saja,memangnya apa yang perlu membuat hidupku bahagia,apa kamu tidak melihat mataku bengkak karena aku menagis tadi malam." Ucap Naomi asisten bermuka dua ini tidak akan perlu tau tentang kehidupan pribadinya karena dia tau pria itu juga mata-mata orang tuanya di kantor.


Mereka langsung berangkat ke kantor,hari ini mereka akan meeting dengan beberapa klien penting termasuk Robert.Sejak Robert berhasil mengambil hati papanya,pria itu sangat beruntung karena perusahaan raksasa milik keluarga Carles langsung menerima kontrak kerja sama mereka.


Naomi terkadang bingung kenapa papanya yang sangat kejam,bisa tunduk dengan pria bajingan seperti Robert.


"Jam berapa perwakilan perusahan angkasa datang ke kantor?" Tanya Naomi saat mobil yang di kendarai Alex sudah meninggalkan rumah mewahnya.


"Aku rasa tuan Robert sudah di kantor nyonya,dia dari kemarin selalu mencari nyonya." Ucap Alex Naomi hannya mendengus kesal mendengar nama pria menjijikan itu.


****


Sementara itu di cafe tempat Theo bekerja sedang terjadi keributan karena Theo untuk tiga hari ke depan akan cuti karena ibunya memaksanya pulang karena penyakit adiknya semakin parah.


"Bos aku benar-benar minta maaf,aku harus pulang,aku tidak ingin sesuatu terjadi dengan adikku karena aku tidak ada disana." Jelas Theo membuat semua kariawan wanita merasa kehilangan.


Theo adalah kariawan yang sangat menyenangkan menurut mereka,selain rajin Theo juga tidak pernah keberatan membantu yang lain saat dia sedang tidak sibuk.


"Theo kamu harus kemabli kesini ya,apa pun yang terjadi." Ucap Mereka semua Theo sangat terharu dengan teman-teman kerjanya,karena mereka begitu perhatian dengannya,bahkan para temannya,mengumpulkan uang untuk membantu meringankan beban keluarganya.


Theo bergegas naik angkutan umum,menuju terminal kampung halamannya,dia sangat berharap sampai di terminal ada mobil yang langsung berangkat agar dia segera sampai di desanya dan bisa menolong adiknya yang sudah sekarat karena menderita usus buntu.

__ADS_1


Sesampainya di kampung orang-orang sudah mulai berkumpul di rumahnya,walaupun tidak ada tanda-tanda ada yang kehilangan melihat banyak orang di depan rumahnya membalutnya panik dan segera berlari menuju rumahnya.


" Ibu....." Theo berlari menghampiri ibunya yang sedang merawat adiknya putri,hampir dua bulan tidak bertemu membuat tubuh ibunya semakin kurus mungkin karena dia terlalu banyak beban pikiran.


"Ibu...Apa yang terjadi dengan putri,apa kalian tidak membawa putri berobat."


"Berobat,memangnya kamu mengirim uang kepada ibu mu,kamu pikir ke rumah sakit tidak membawa uang,aku sudah memberikan bantuan kepada keluargamu ini tapi dari dulu sampai hari ini kalian tetap saja miskin,tidak di bantu nanti dibilangnya Keluarga tidak ada hati." Ucap Riri tantenya Theo.


"Sudahlah Tante,lebih baik Tante pulang,aku bisa emosi mendengar Tante nyinyir disini,kalau tidak bisa membantu setidaknya banyak bicara." Ucap Theo lalu dia mengangkat tubuh putri adiknya dan membawanya pergi dari rumah mereka.Ibunya berlari mengikuti Theo,orang-orang yang ada tempat itu hanya bisa nyinyir dah tertawa melihat kehidupan keluarga Theo dari dulu.


Setelah masuk kedalam angkutan mereka langsung pergi menuju rumah sakit,setelah sampai dia meletakkan tubuh lemah putri di atas kursi roda dan membawanya ke UGD.


****


Setelah selesai mengadakan meeting dengan beberapa klien,Naomi menghela napas lega,semua pekerjaan berjalan lancar hari ini.Naomi langsung membawa tasnya dan keluar dari kantor dia tidak sabar ingin bertemu dengan Theo hari ini entah kenapa dia merasa sangat nyaman saat bersama dengan Theo.Bahkan dia merasa segala beban hidup dan masalah hidupnya hilang begitu saja saat sudah berada di samping Theo.


Theo memarkirkan mobil sportnya di depan cafe,semua mata menatap kagum saat Naomi memasuki cafe,mereka mengira kalau naomi pelanggan baru hari ini karena penampilan Naomi yang berubah.


"Maaf apakah Theo tidak masuk hari ini?" Tanya Naomi kepada wanita yang mengantikan posisi Theo.


"Theo....Nona bertanya tentang pacarku?" Jawab wanita itu,Naomi semakin lemas saat seorang wanita mengaku kalau Theo pacarnya.


"Pacarmu?"


"Tidak nona,dia bukan pacar Theo,Theo tidak mau membalas cintanya jadi bisa dikatakan kalau cintanya bertepuk sebelah tangan." Ucap wanita itu membuat Naomi kesal sikap mereka berdua.


"Jangan main-main dengan ku,hari ini juga aku bisa melempar mu dari cafe ini kalaupun aku bukan pemilik cafe ini,aku sudah dewasa aku bertanya dengan sopan kenapa kalian seakan mempermainkan aku." Ucap Naomi dengan perasan kesal yang luar biasa.


"Maafkan kami nona,karena kami sudah lancang,maaf Theo cuti pulang kampung,karena tiba-tiba adiknya masuk rumah sakit." Jawab salah satu dari mereka berdua.

__ADS_1


Naomi mengabaikan ucapan wanita itu,dia langsung bergegas pergi dan meninggalkan cafe itu,dengan perasan kesal dia masuk kedalam mobil dan segera meninggalkan tempat itu.


"sial sekali,padahal aku ingin sekali mengajaknya jalan-jalan hari ini mumpung papa ku tidak di kota ini." Ucap Naomi dia keliling kota tampa tujuan hatinya sangat kecewa hari ini.


Untuk mengobati rasa kecewanya hari ini Naomi segera pergi ke pusat perbelanjaan,hal seperti ini biasa dia lakukan saat hatinya sedang terluka atau papanya sedang memberinya tekanan yang tinggi.


Naomi berjalan mengelilingi pusat perbelanjaan tapi hatinya tetap kecewa dan terluka,sepertinya kali ini jurusnya tidak akan mempan karena ini tentang perasaannya.


Setelah keluar dari mall Naomi singgah di warung kaki lima untuk mengobati rasa rindunya kepada Theo,dia tidak tau dari mana awalnya dia mulai menaruh perasaan kepada pria itu.


Naomi menikmati sepiring gado-gado melihat ada satu keluarga yang sedang duduk tidak jauh dari mereka dia menyuruh tukang gado-gado nya memberikan mereka makan juga.


Terlihat jelas kepada kebahagian di wajah satu keluarga itu,mungkin mereka sudah sangat kelaparan mereka tidak punya apa-apa selain gini kosong di hadapan mereka.


"Nona hati anda sangat mulia,jarang sekali ada orang kaya memiliki hati mulia seperti anda." Puji penjualnya membuat hati Naomi semakin hangat dan bahagia ternyata kebahagian itu sangat sederhana saat kita bisa membantu sesama manusia walau hannya hal sederhana.


"Terima kasih pak,seseorang telah mengajariku untuk berbuat baik kepada orang miskin." Ucap Naomi dengan wajah yang sangat bahagia.


Semetara itu,Theo di kampung mendatangi semua rumah keluarga dari papanya untuk meminjam uang tapi satu pun tidak ada yang memberikannya,mereka dengan kasar malah mengusir Theo karena mereka takut Theo tidak bisa membayarnya nanti.


"Percuma punya keluarga jika tidak ada yang bisa di minta pertolongan,jika suatu saat aku menjadi orang kaya,aku tidak akan membantu mereka sekalipun mereka mati di depan ku." Sungut Theo.Dengan terpaksa Theo kemabli ke rumahnya dan mengambil surat sebidang sawah milik mereka,hannya itu yang mereka punya,neneknya tidak bersikap adil dulu kepada mereka,makanya mereka hannya mendapat sedikit saja.


Mungkin saja karena hanya keadaan keluarganya yang sangat miskin makanya semua familinya tidak ada yang mau dekat dengan mereka.


Setelah mendapat suratnya Theo pergi menemui rentenir desa dengan sangat terpaksa dia harus menggadaikan sawah milik keluarganya kepada rentenir itu agar adiknya segera mendapat perawatan.


"Papa,aku minta uang dong pa..." Saat sedang membaca syarat-syaratnya tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri rentenir.Saat papanya masuk kedalam kamar ingin mengambil uang.


"Hai.....Apa yang kau lakukan di rumahku ini." Tanya Selvi,dia sangat tergoda saat melihat wajah tampan Theo.

__ADS_1


💗💗💗 bersambung 💗💗💗


__ADS_2