Anak Singkong

Anak Singkong
Bab 14 ~ Hutang ~


__ADS_3

Theo tidak bisa berkata-kata saat Indra teman kerjanya menyindirnya dengan halus.Dia sendiri tidak suka diperlakukan seperti itu,tetapi apa mau di kata dia tidak tega saat Naomi meminta tolong untuk menemaninya,sementara Selvi dia tidak punya keberanian menolak keinginan wanita itu karena dia punya hutang yang sangat banyak kepada orangnya.


"Kenapa kamu malah diam,apa sekarang kamu bangga diperebutkan dua wanita cantik dan juga kaya? Tanya Indra dengan wajah sinis.Sejak kedatangan Theo ke cafe itu dia merasa posisinya benar-benar tidak aman.


Theo mengabaikan sindiran Indra dia menganggapnya hannya angin lalu yang terpenting baginya dia tidak meladeni Selvi atau Naomi.


Sejak kejadian hari itu,Naomi menugaskan dua security untuk menjaga pintunya dan memberikan perintah untuk tidak mengijinkan Robert masuk kedalam ruangannya.Kedua security itu merasa keberatan untuk melakukan tugas berat itu,tapi karena Naomi sudah menjamin keselamatan mereka berdua akhirnya kedua security itu menerima tugas besar itu.


"Aku berharap tuan robert tidak memberikan kesulitan kepada kita,sebenarnya aku sangat takut menjalankan perintah ini." Ucap Seorang security yang sudah berdiri menjaga pintu.


"Sudah lebih baik kita menjalankan apa yang di suruh nyonya Naomi,biar bagaimana pun kita butuh pekerjaan ini." Jawab temannya sesama security.


Tepat pukul sepuluh pagi,Robert sudah datang ke perusahan itu,semenjak Naomi menolak pernikahan mereka dan menghindarinya Robert hampir setiap hari datang ke perusahan itu walaupun Naomi selalu menghindarinya.


Robert berjalan dengan langkah semangat saat dia tau kalau Naomi,berada di ruangannya.Dia merapikan rambutnya dan juga pakaiannya sebelum menaiki lift menuju ruangan Naomi.


Robert sangat kaget saat melihat dua orang pria berdiri di depan ruangan Naomi,seketika dia emosi,jauh di dalam hatinya dia semakin takut jika Naomi benar-benar tidak mau menerima cintanya,apalagi saat ini keadaan perusahan keluarganya sangat memprihatinkan.


"Untuk apa kalian berdiri di depan ruangan calon istriku,kalian anjing penjaga,bukakan pintu untukku." Mendengar kata-kata kasar dari Robert kedua security itu tampak marah kepadanya.


"Maaf tuan,nyonya Naomi tidak memberikan ijin anda masuk kedalam ruangannya." Ucap salah satu dari mereka.Robert yang sudah menahan emosi dari kemarin,langsung melayangkan tendangan kepada salah satu dari mereka berdua hingga pintu terbuka dengan kasar dan security itu terlempar ke lantai.

__ADS_1


"Sayang,apa yang kamu lakukan,kenapa dua anjing ini harus berdiri di depan pintu ruangan mu?" Tanya Robert yang sudah berdiri di hadapannya.


"Bawa dia dari ruangan ini,silahkan kalian istirahat." Ucap Naomi mengusir kedua security itu.Setelah keduanya pergi,Naomi beranjak dari tempat duduknya dan berdiri tidak jauh dari hadapan Robert.


"Harus berapa kali aku katakan kalau aku tidak mencintaimu,bagaimana caranya membangun rumah tangga denganku sementara di hatiku ada nama pria lain." Ucap Naomi.Dia berjalan ke arah sopa dan mendaratkan bokongnya yang seksi di atas sopa.


"Hahaha...." Robert tertawa lepas di depannya, hal itu membuat Naomi semakin kesal tapi dia tidak mau terpancing emosi lagi dengan pria itu.


"Terima lah nasibmu menjadi boneka keluargamu,ingat kamu sudah menjadi milikku,lupakan pria yang kamu cintai itu atau kamu akan menyesal di kemudian hari?" Ucap Robert.Sebenarnya dia sangat cemburu saat Naomi jujur dengan perasaannya,dia penasaran dengan pria yang bisa membuatnya jatuh hati.


Marah,emosi kesal bercampur menjadi satu,itulah yang di rasakan oleh Naomi saat Robert mengatakan kalau dia boneka di hadapan keluarganya,tapi tidak bisa di pungkiri memang itulah yang terjadi sebenarnya dengannya.


Robert meninggalkan perusahaan,calon istrinya lalu pergi menemui kekasihnya di apertemen nya.


"Aku harus menyelidiki pria seperti apa yang membuatnya jatuh hati,aku tidak akan membiarkan pria mana pun yang memilikinya,dia harapanku satu-satunya.Aku harus menunjukkan rasa bakti ku kepada keluargaku dengan mendapatkan Naomi dan perubahannya bisa menolong perusahaan papa yang semakin hari semakin anjlok." Ucap Robert.Saat dia akan membawa mobilnya ke apertemen kekasihnya seketika dia berubah pikiran,dia ingin mencari tau pria seperti apa yang berhasil mendapatkan hati Naomi.


Akhirnya Robert membalikan mobilnya dan kembali ke perusahan milik Naomi,tapi dia tidak masuk kedalam perusahan dia hannya bermain ponsel di dalam mobil sambil memantau Naomi dari kejauhan.


****


Theo menganti pakaiannya setelah jam kerjanya selesai.Setelah keluar dari dalam cafe tiba-tiba Pajero putih menghampirinya dan berhenti tepat di hadapannya,dia menghela napas panjang karena dia sudah tau siapa pemilik mobil itu.

__ADS_1


"Sayang masuklah." Ucap Selvi setelah membuka kaca mobilnya,ingin sekali dia menolak keinginan Selvi tapi dia tidak berani menolaknya dia takut Selvi tersinggung,dan akibatnya keluarganya akan merasakan akibatnya.


Dengan wajah masam Theo masuk kedalam mobil dan memasang sabuk pengamannya.


"Sayang,temani aku belanja,aku sangat bosan di rumah." Ucap Selvi manja membuat Theo semakin ilfil dengannya.


Sepanjang jalan Theo tidak berbicara sepatah kata pun kepada Selvi,dia hannya menjawab seadanya saat Selvi bertanya kepadanya.Pikirannya melayang jauh,saat ini dia berdoa dalam hati agar dia bisa mendapat rejeki dengan cepat agar dia bisa melunasi hutang miliknya.


"Sayang...Kenapa kamu diam dari tadi,aku juga punya batas kesabaran ya,jika sikap mu terus seperti ini aku juga bisa marah kepada mu dan juga keluargamu,jadi jaga sikap mu." Ancam Selvi membuat Theo semakin marah dalam hati tapi dia tidak bisa berkata-kata.


"Maafkan aku,mungkin aku terlalu kelelahan membuatku malas bicara." Jawab Theo,dengan senyum terpaksa tapi melihat wajah Theo dan senyumannya seketika hati Selvi berubah ceria.


Setelah mereka sampai di mall,Selvi langsung keluar dari dalam mobil dan membuka pintu untuk Theo setelah itu,dia menarik tangan Theo masuk kedalam mall.


Selvi tampak sangat bahagia,dia mengambil barang apa pun yang dia inginkan,beberapa hari ini dia menolak jika pengawal ingin mengikutinya.


Theo hannya menatapnya dengan tatapan iri,saat Selvi mengambil barang apa pun yang dia inginkan.Papanya memang orang yang cukup terpandang di desanya,selain meminjamkan uang dengan bunga tinggi,dia juga memiliki perkebunan teh puluhan hektar serta banyak bisnis,sementara Selvi adalah anak tunggal di keluarganya.


" Theo ambil apa pun yang kamu inginkan." Ucapnya Theo menolak dengan halus dia tidak mau semakin banyak hutang kepada keluarga itu,yang membuatnya nanti semakin kesulitan.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2