
Naomi Meninggalkan mereka semua di ruangan itu,Carles tidak bisa berkata-kata walaupun dia sangat marah dengan sikap tidak sopan Naomi dia hannya diam,karena dia tidak ingin calon besannya melihat keributan di antara mereka.
Naomi tidak peduli dengan tatapan papanya pada saat itu,dia beranjak pergi meninggalkan mereka semua dia ingin menemui Theo yang sudah lama tidak dia lihat.
Naomi langsung membawa mobilnya ke ke cafe tempat Theo bekerja,dia langsung duduk di kursi lalu memesan minuman dan juga makanan karena dia melihat Theo yang sangat sibuk melayani para pelanggan.
Ada rasa cemburu di hati Naomi saat melihat beberapa remaja menggodanya bahkan mengajaknya berfoto bersama.
"Dasar wanita murahan,bisa-bisanya dia bersikap murahan seperti itu kepada Theo." Sungut Naomi tampa melepas tatapannya dari Theo yang selalu tersenyum kepada pelanggannya.
"Pantas saja para remaja itu terus menggodanya,dia selalu saja melempar senyumnya yang begitu manis kepada setiap pelanggan." Ucap Naomi.Saat Theo menatap ke arahnya dia langsung menatapnya dengan sinis seakan memberi isyarat kalau dia tidak suka dengan sikapnya itu.
Theo berjalan mendekati Naomi,saat para pelanggan sudah mulai sepi dia merasa aneh dengan tatapan Naomi kepadanya.
"Hai...Apa kabar,apa kamu baik-baik saja tatapan mu barusan membuatku gemetaran." Ucap Theo.Naomi mengabaikannya ucapan Theo.
"Apa kamu sudah selesai bekerja hari ini?"
"Belum aku masih harus bekerja sampai pukul delapan malam,ini masih sore memangnya ada apa?" Tanya Theo.
"Ohh...Baiklah aku akan menjemputmu nanti malam." Ucap Naomi lalu pergi meninggalkan Theo yang masih duduk di mejanya.
__ADS_1
Naomi menaiki mobilnya lalu kembali ke kantornya, sebenarnya dia sudah tidak mood bekerja hari ini karena pertemuannya dengan keluarga Robert tadi,tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia di lahiran ke dunia hannya untuk menjadi boneka papanya yang begitu keras.
Naomi duduk di kursi kebesarannya,pikirannya melayang entah kemana,sedikit pun dia tidak pokus untuk melakukan pekerjaannya.
"Bagaimana caranya agar Robert membenciku,aku tau dia hanya pria yang tidak punya harga diri yang ingin menumpang hidup denganku tapi papa terlalu polos untuk mengetahui sikap busuk keluarga itu." Batin Naomi.Saat dia larut dalam pikirannya tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan Robert masuk tampa mengetuk terlebih dahulu.
"Apa kamu tidak punya tangan,agar tidak bisa mengetik pintu ruangan ku sebelum kamu masuk ke dalam." Naomi membentak Robert yang sudah berdiri persis di hadapannya.
"Apa.....Aku tidak perlu mengetuk pintu ruang kerja calon istriku,Naomi ...satu bulan lagi kita sudah menikah, kenapa kamu selalu membuatku harus marah,kamu tau kamu tidak punya hak untuk menolak ku,papa mu sangat mencintaiku jadi tolonglah agar lebih membuka hati mu untuk ku." Ucap Robert.
Naomi membuang ludahnya ke atas lantai,kali ini dia sudah tidak tahan lagi dengan sikap Robert yang mengambil keuntungan saat Carles papanya sangat mengingikan dia menjadi menantu di keluarga mereka.
"Kamu meludahi ku,kamu keterlaluan Naomi,aku ini seorang pria,pantang bagiku seorang wanita merendahkan derajat ku,kamu pikir karena keluargamu lebih kaya dari keluargaku,kamu bisa dengan mudah merendahkan aku." Ucap Robert.Dia terlihat sangat marah tatapannya begitu sinis dan dadanya naik turun menahan emosinya.
"Kalau kamu tersinggung,kamu bisa mundur,ingat aku tidak mencintaimu sedikit pun,ada pria lain di hatiku,pria yang begitu sederhana dan memiliki hati yang hangat tidak sepertimu."
Mendengar ucapan Naomi,Robert semakin emosi,akhirnya dia mendekati tempat duduk Naomi lalu menarik pergelangan tangan Naomi dan membanwanya masuk ke dalam kamar yang ada di ruangan itu.
"Lepaskan tanganku brengsek,pria bajingan kamu,berani sekali kamu berbuat kasar denganku,aku bisa menuntut mu."Maki Naomi,Robert tidak peduli dengan semua kata-kata kasar yang keluar dari mulut Naomi dia membawa Naomi kedalam kamar dan melempar tubuh Naomi ke atas ranjang.
"Aku akan berteriak jika kamu berani melakukan sesuatu yang buruk denganku,bahkan aku akan menuntut mu dan memenjarakan kamu." Ancam Naomi.
__ADS_1
"Hahaha....Kamu pikir aku takut dengan semua ancaman mu,aku tau kamu seorang nyonya besar,kamu kan tau papa mu lebih mempercayai ucaianku dari pada kamu putrinya." Jawab Robert dia mendekati ranjang lalu melonggarkan dasi yang melingkar di kerah bajunya,dia ingin memberikan evek jera kepada Naomi.
Dia ingin Naomi jera berbicara kasar dengannya,apalagi sampai meludahinya lagi,dia tidak ingin Naomi mengulangi perbuatannya itu lagi.
Saat dia menaiki ranjang dan mulai mendekati Naomi,wajah Naomi tampak panik dan ketakutan,Robert sangat puas mengerjai Naomi dia melihat Naomi begitu semakin berusaha menjauhinya bahkan dia sudah sampai ke arah dinding.
"Kenapa sayang apa kamu sangat ketakutan? apa kamu tidak memikirkan perasanku sebagai pria saat kamu meludahiku? Siapa pria yang kamu sukai katakan padaku." Suara Robert tampak emosi membuat Naomi semakin takut.
Tampa sadar Robert sudah semakin dekat dengan Naomi di pinggiran ranjang,wanita itu tidak bisa lagi kemana-mana karena Robert sudah menguasainya.Melihat bibir seksi Naomi tiba-tiba pikiran kotor menguasai otak Robert dengan kasar dia meraih kepala Naomi lalu mendaratkan ciuman di bibir Naomi.Naomi berusaha melawan dia beberapa kali mengigit bibir Robert bahkan sampai mengeluarkan darah segar tapi Robert tidak menghiraukan Naomi yang terus berusaha memberontak.
Naomi mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mendorong tubuh Robert yang semakin liar mengegaryangi tubuhnya Robert terlempar ke atas ranjang di saat itu Naomi berlari mendekati pintu dan berusaha membukanya.
"Sayang kamu tidak bisa lari,aku sudah mengambil kuncinya." Ucap Robert,otaknya sudah tidak bisa berfikir rasional,dia begitu cemburu saat Naomi jujur mengatakan kalau dia punya prai lain di hatinya.
"Cepat buka pintunya bajingan,aku akan menghancurkan hidupmu jika kamu berani macam-macam denganku,kamu lebih buruk dari pada binatang,berani sekali kamu memanfaatkan kebaikan kepercayaan papaku kepadamu." Ucap Naomi,dia hampir putus asa karena Robert sudah mengunci pintu,dia sangat berharap ada seseorang yang datang ke ruangan itu dan menolongnya.
Walaupun Naomi seorang putri konglomerat,dia sama sekali belum pernah jatuh cinta kepada seorang pria.Selama ini dia menghabiskan waktu belajar bisnis di luar negeri, dia belajar begitu giat karena papanya selalu menuntutnya menjadi orang yang sangat hebat.
Robert membuka dasinya lalu melempar ke atas lantai,setelah itu dia juga membuka kemeja yang masih menempel di tubuhnya dengan kancing yang sudah terbuka beberapa biji.
💗💗💗 Bersambung 💗💗💗
__ADS_1