Anak Singkong

Anak Singkong
Bab 10 ~ Kekasihku ~


__ADS_3

Selvi dan pengawalnya mengantar Theo dengan menaiki mobil mewah miliknya,sepanjang jalan Theo merasa tertekan karena keberadaan mereka berempat.


" Mas kamu kenapa diam dari tadi,apa kamu tidak suka karena kami mengantarmu." Tanya Selvi dia bersandar di pundak Theo membuat Theo semakin risih dan tidak nyaman.


Theo selalu saja menghindar saat Selvi berusaha menggodanya,sikap liar Selvi membuat Theo semakin risih dengan sikap Selvi.


Setelah melakukan perjalan lebih dari tidak jam akhirnya mereka sampai di kota Jakarta,Theo dengan terpaksa membawa mereka sampai ke kontarakan miliknya karena Selvi selalu memaksanya untuk memberi tahu semua tentang dirinya.


"Nona,aku akan membayar semua hutang ku kepada keluargamu,tapi tolong jangan mengusik hidupku." Ucap Theo.Ketiga pengawalnya langsung menatap Theo dengan sinis hal itu membuat nyali Theo menciut takut mereka melakukan sesuatu kepadanya.


"Sayang,aku tidak membutuhkan uang mu,aku hannya ingin kamu mau menerima cintaku,dan menikahlah denganku." Ucap Selvi Tampa reaksi.Theo sangat kaget mendengar ucapan Selvi,walaupun keluarganya orang miskin sedikit pun dia tidak ada perasaan kepada wanita yang ada di depannya apalagi dia keturunan pria yang suka meminjamkan uang dengan bunga yang sangat tinggi.


" Lain kali saja kita bicarakan itu nona,sekarang aku ingin istrahat karena besok aku harus bekerja." Ucap Theo.Dia masuk ke dalam kontrakannya setelah keluar dari dalam mobil,lalu menutup pintunya.Ketiga pengawal Selvi ingin mengejar Theo tapi Selvi mencegahnya dia tidak ingin ada masalah di tempat itu apalagi mereka masih penghuni baru di tempat itu.


Theo membaringkan tubuhnya di atas tikar yang ada di kamarnya,dia sangat kesal untuk saat ini karena Selvi berusaha ingin menguasai dan mengatur hidupnya tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini karena dia belum punya uang untuk membayar hutangnya dah satu lagi dia tidak ingin keluarganya mendapat masalah karena nya.


Keesokan harinya setelah selesai membersihkan tubuhnya,Theo membuka pintu rumah kontrakannya dia ingin berangkat bekerja,dia sangat semangat karena ini hari pertama dia bekerja setelah cuti satu minggu.


" Mas,kenapa kamu berangkat begitu pagi?" Tiba-tiba Selvi sudah membuka rumah kontraknya dia memutuskan untuk mengontrak rumah bersebelahan dengan kontrakan Theo pria pujaan hatinya.


"Iya..." Jawab Theo singkat,setelah Selvi mengekang hidupnya semangatnya hilang begitu saja, tapi dia tidak mungkin menghindar itu akan menambah masalah nantinya.

__ADS_1


Setelah keluar dari gang kontrakannya Theo menghela napas lega,setidaknya seharian ini dia tidak akan melihat wanita itu di sekitarnya.Dia buru-buru berangkat bekerja sesampainya di cafe dia langsung membantu teman-temannya membersihan seluruh cafe,mereka semua sangat bahagia saat melihat Theo kembali bekerja.


"Theo kami pikir kamu tidak bekerja lagi?" Ucap Mila rekannya di cafe itu Theo tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu setidaknya dia sangat nyaman bekerja di tempat itu karena sesama kariawan mereka sangat dekat.


"Theo,...Kamu tau wanita kaya itu datang mencari mu beberapa kali ke tempat ini,apa kamu pacaran dengannya." Tanya yang lainnya.


" Wanita kaya,siapa?" Theo mencoba mengingat semua kenalannya.


" Maksud mu,Naomi?"


"Mana aku tau siapa itu,tapi dia datang mencari mu beberapa kali ke tempat ini." Jawab yang lainnya.Theo terlihat biasa saja,dia kembali bekerja dan tidak peduli dengan beberapa pertanyaan teman-temannya yang menanyakan hubungannya dengan Naomi.


Setelah semua pekerjaan mereka telah selesai,mereka langsung membuka cafe,Theo yang sudah lama meninggakan pekerjaannya kembali ke posisinya melayani setiap pelanggan yang datang.


Sementara itu di sebuah rumah mewah,Keributan kembali terjadi saat Naomi dan papanya kembali terlibat keributan.Carles memaksa Naomi untuk memenuhi undangan keluarga Robert siang ini di restoran untuk membahas hubungan mereka.


"Pa... Berapa kali aku katakan kalau aku tidak mencintai pria Bajingan itu? Aku tidak mau menikah dengannya." Ucap Naomi menolak keinginan papanya.Suasan di meja makan semakin mencekam karena Carles terus memaksa keinginannya kepada Naomi.


"Papa tidak mau mendengar alasan apa dari mu,intinya nanti siang kami menunggumu di restoran bintang kejora,jangan sampai kamu telat." Ucap Carles tampa ekspresi.


Putra menatap wajah sedih Naomi,dia tau bagaimana menderitanya hidup Naomi yang di atur oleh papanya yang begitu berambisi.Terkadang ada rasa iba di hatinya terhadap Naomi tapi karena ibunya juga terpaksa dia harus menjauhi Naomi,mamanya melarang dia untuk dekat dengan Naomi walaupun sebenarnya memang mereka jarang bertegur sapa.

__ADS_1


Naomi berangkat ke kantor dengan perasaan hancur,tidak ada satupun yang bisa membuatnya bahagia hari ini,apalagi yang bisa mendukungnya di saat dia terpuruk seperti sekarang ini.


Naomi masuk ke perusahan nya dengan wajah yang tidak ada semangat sama sekali,dia mengabaikan setiap sapaan dari setiap kariawan yang kebetulan bertemu dengannya.


Setelah tiba waktunya dengan terpaksa dia pergi menemui papanya dah juga keluarga Robert yang sudah menunggunya di restoran sudah diberitahu papanya sebelumnya.


Sebelum dia pergi menemui papanya,dia mampir di cafe tempat Theo bekerja,dia ingin memastikan kalau Theo belum juga kembali dari desanya.


Naomi keluar dari mobil mewahnya, yang dia parkir di halaman cafe beberapa pasang mata langsung menatap kakinya yang begitu mulus apalagi roknya yang begitu pendek menambah aura keseksiannya.


Naomi langsung tersenyum saat melihat Theo sudah kembali bekerja,kerinduan di hatinya selama seminggu ini langsung terobati saat melihat senyum di wajah Theo.


"Aku mau kopi seperti biasa." Ucap Naomi menerobos antrian panjang,dia sangat kesal saat melihat banyak wanita yang caper di hadapan Theo,mereka sebenarnya tidak serius ingin minum kopi tapi mereka hannya ingin pamer dan cari perhatian dari Theo.


"Kak....Tolong mengantri,kita semua juga ingin secepatnya di layani,jangan sombong mentang-mentang kamu orang kaya ." Ucap Seorang wanita dengan nada emosi.


Naomi tidak peduli dengan omelan beberapa wanita yang ada di belakangnya dia langsung menerima kopinya dan pergi dari antrian itu,dia tidak ingin gadis-gadis remaja itu semakin kesal dengannya.


Naomi langsung meluncur menuju restoran tempat papanya,setelan sampai di sana mereka membahas tentang keseriusan mereka,Naomi tidak berbicara sepatah kata pun dia hannya pendengar di tempat itu.


Naomi sudah tidak peduli apa pun keputusan papanya, karena melawan pun dia tidak ada kekuatan karena papanya memiliki sikap yang sangat buruk yang tidak menghargai keputusannya sebagai anak dan ambisi yang begitu kuat.

__ADS_1


Setelah mereka membuat keputusan,Naomi langsung pamit kepada semua orang yang ada di ruangan itu,Robert yang merasa tidak di hargai ingin sekali marah kepada Naomi tapi dia menjaga sikapnya karena dia merasa segan kepada calon mertuanya.


💗💗💗 bersambung 💗💗💗


__ADS_2