Anak Singkong

Anak Singkong
Bab 20 ~ Merasa bersalah ~


__ADS_3

Theo kembali ke kontrakannya dengan perasaan tidak menentu,dia bingung dengan kehidupannya ke depannya,padahal sebentar lagi dia harus membayar sisa kontrakan rumah yang di tempatnya.


"Sayang apa yang terjadi?" Tanya Naomi.Dia duduk di samping Theo.Wajah Theo yang kusut dan terlihat banyak beban pikiran membuat Naomi merasa iba.


"Aku baru saja di pecat,dan mereka tidak memberikan gaji ku selama bekerja di sana." Ucap Theo.Mendengar itu seketika Naomi merasa emosi, dia merasa pemilik restoran itu sudah memanfaatkan orang lemah seperti Theo dia sangat tidak menyukai cara sepeti itu.


"Kamu mau kemana?" Tanya Theo saat melihat Naomi beranjak dari tempat duduknya.


"Aku harus membuat perhitungan dengan pemilik restoran itu,manusia seperti itu harus di beri pelajaran." Jawab Naomi dia bergegas masuk kedalam kamar lalu mengganti pakainya.Theo hannya menghela napas panjang,dia bingung harus bagaimana melanjutkan hidupnya jika keluarga Naomi terus mengusiknya seperti sekarang ini.


"Sudahlah sayang,percuma kamu kesana,mereka hannya tidak ingin saja berurusan dengan perubahan BMC group,pemilik perusahan itu yang mengancam mereka makanya mereka memecat ku,dan tidak memberikan gaji ku." Ucap Theo.


Naomi berdiri untuk waktu yang lama di tempatnya,ternyata semuanya tidak segampang yang dia pikirkan bahkan sekarang Theo harus merasakan akibat dari perbuatannya.


"Sayang maafkan aku,semua ini terjadi karena aku terlalu egois,tapi jujur saja aku tidak mau menikah dengan pria itu,aku sangat mencintai mu." Ucap Naomi,air matanya membasahi wajah mulusnya.Theo memeluk Naomi,sesungguhnya dia sendiri belum siap jika harus kehilangan wanita yang sangat dia cintai.


"Sudahlah sayang,kita jalani saja,tidak ada masalah yang tidak bisa di selesaikan,kita jalani saja dengan ikhlas,maafkan aku karena belum bisa menikahi mu secara resmi." Ucap Theo.Diam-diam mereka menikah secara siri setelan Naomi memutuskan hidup bersama dengan Theo.


Sebenarnya Theo menawarkan untuk melamarnya secara resmi,Naomi menolaknya dengan tegas bukan berarti dia tidak mencintai Theo tapi Naomi tidak ingin Theo menderita karena sudah pasti papanya akan menolaknya bahkan mungkin papanya bisa melakukan sesuatu yang buruk.

__ADS_1


Theo dan Naomi menjalani kehidupannya seperti biasa,untuk menyambung hidup mereka Theo terpaksa bekerja sebagai tukang ojek.Walau penghasilannya tidak seberapa setidaknya mereka bisa makan dan minum setiap hari,dan itu sudah membuat Naomi bahagia.


Naomi merasakan hidup yang damai bersama Theo beberapa Minggu ini,walaupun kadang dia kelaparan dia tidak peduli ini pertama dalam hidupnya merasakan damai yang sesungguhnya.


Pagi ini Naomi merasakan kepalanya sangat pusing,tubuhnya juga menggigil kedinginan dia memiringkan tubuhnya tapi dia tidak melihat suaminya di sampingnya.


"Ya ampun ternyata sudah siang,kok bisa aku tidak bangun pagi,pasti Theo berangkat kerja tidak sarapan dulu,istri macam apa aku ini."Dia memaki dirinya sendiri,merasa dia tidak berguna sama sekali dan hannya bisa menyusahkan suaminya saja.


Tepat pukul sebelas siang,Theo kembali kerumah,dia membawa makanan untuk istrinya,karena sepanjang malam dia melihat Naomi kurang enak badan bahkan dia terlihat demam.


"Sayang,kamu sudah pulang?" Theo kaget mendengar suara istrinya yang sedang duduk di pojok ruangan.


Theo menyuapi Naomi dengan sabar,tiba-tiba Naomi merasakan mual yang sangat luar biasa akhirnya dia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutnya.


Theo mengikuti Naomi di belakang,setelah itu dia memijat punggung Naomi berharap dengan sepeti itu Naomi akan merasa lebih baik.


"Sayang lebih baik kita ke rumah sakit,aku tidak mau terjadi sesuatu dengan mu." Ucap Theo.Dia tidak tega melihat Naomi yang kelelahan di tambah wajahnya yang pucat.


Theo mengangkat Tubun Naomi, lalu membawanya ke dalam kamar,dia menyadari tubuh Naomi semakin kurus setelah tinggal bersamanya. Dia sadar dia tidak mampu memberikan kehidupan yang layak untuk istrinya, walau selama ini dia sudah berusaha sekuat tenaga tetap saja itu tidak sama dengan kehidupan yang seperti yang di berikan oleh orang tuanya.

__ADS_1


"Sayang ayolah aku akan membawamu ke rumah sakit."


"Sudahlah mas,nanti juga akan sembuh sendiri mungkin aku hannya demam biasa." Jawab Naomi.Dia tidak tega harus menyusahkan Theo terus menerus,dia tidak sadar kalau dia sakit seperti sekarang ini,sudah menyusahkan Theo juga.


Theo menunggu sampai siang hari,setelah keadaan Naomi sudah membaik baru dia pergi bekerja.Naomi tidak melakukan apa pun di rumah,dia hannya duduk sambil bersandar di tempat tidur,sudah lama dia mematikan ponselnya dia tidak ingin ada keluarganya yang menganggunya lagi.


Hampir sebulan Naomi tidak memberi kabar orang tuanya,semenjak papannya mempersulit kehidupannya dengan Theo kebencian Naomi kepada papanya semakin besar apalagi beberapa kali mereka di usir dari kontrakan dengan alasan yang tidak pasti.


Sementara itu di sebuah perusahan,Carles tampak sangat marah kepada ketiga pria suruhannya karena sampai saat ini Naomi belum datang menemuinya dan meminta bantuan kepadanya.


"Maaf tuan,pria itu sangat pintar mencari uang,bahkan dia melakukan apa pun untuk membahagiakan nona Naomi."


"Aku tidak butuh pria seperti itu,latar belakang tidak jelas,dia juga anak petani,untuk apa pria seperti itu,dia melakukan itu karena dia masih yakin suatu saat Naomi akan tetap kembali kepada ku,aku sudah tau trik kotor orang-orang miskin."Ucapnya dengan wajah yang penuh amarah.


Ketiga pria itu tampak ketakutan,dia sudah bingung cara memisahkan Naomi dan juga Theo,sementara mereka sudah melakukan segalanya untuk memisahkan Theo dan juga Naomi.


Setalah berpikir sesaat,Carles menemukan ide agar bisa memisahkan hubungan mereka berdua,dia sudah berjanji apa pun yang terjadi dia tidak akan menerima Theo sebagai menantunya atau menjadikan dia sebagai pewaris seluruh harta kekayaannya.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2