Anak Singkong

Anak Singkong
Bab 31 ~ Jangan meninggakan aku ~


__ADS_3

Setelah melakukan aksinya,Robert dengan penuh hati-hati meninggalkan rumah mewah mertuanya,dia bebas melakukan apa pun di kamar mertuanya karena kamar itu tidak di lengkapi cctv.


Semetara itu karena perasaan Naomi tidak tenang,mungkin dia memiliki firasat buruk,akhirnya dia meninggalkan perusahaanya.


"Riski temani aku kembali ke rumah,dan kamu Anto silahkan tetap bekerja,selesaikan semua pekerjaannya mu yang belum tuntas." Ucap Naomi.Kedua pria itu langsung mengangguk mereka berdua adalah pria yang selalu ada di samping Naomi kemana pun dia pergi kecuali ke rumahnya.


"Baik nyonya!!!" Jawab kedua pria itu serempak.Naomi lalu mengambil tasnya dan berjalan meninggalkan ruangannya.Dia menghela napas panjang setelah dia sampai di mobilnya dia menatap keluar mobilnya.


Dia kembali membayangkan Theo bersama wanita muda kemarin cemburu sudah tentu tapi dia tidak bisa berbuat sesuatu saat ini.Setelah sampai di rumahnya,dia menghela napas lega karena semuanya terlihat baik-baik saja.


"Selamat datang nona,ada yang nyonya butuhkan,aku akan menyiapkannya." Ucap kepala pelayan yang selalu paling pertama menyapa anggota keluarga Carles sampai di rumah.


"Tidak aku tidak membutuhkan apa pun saat ini.Hmm bapak apa dia sudah makan?"


Kepala pelayan terlihat bingung,dia takut memberi tahu Naomi kalau tuan besar mereka belum keluar dari kamar sejak tadi pagi.


"Ma_maaf nyonya,sepertinya tuan tidak keluar dari kamar sejak tadi pagi,aku sudah mencoba mengetuk kamarnya tapi dia tidak menyahut,aku kira tuan sedang istirahat."


"Terus,kamu sudah membuka pintunya,atau kamu sudah membangunkannya?" Tanya Naomi dengan perasan khawatir.


Sebesar apa pun rasa bencinya kepada pria itu,dia tetaplah orang tua yang harus dihormatinya.Dia hannya berharap suatu saat papanya menyesali semua keputusannya yang sudah memaksanya menikah dengan Robert pria bajingan yang hannya menginginkan hartanya.


Karena tidak ingin khawatir, Naomi dan pengawalnya Riski berjalan menuju kamar papanya,dan saat dia mencoba membuka kamar papanya pintu itu ternyata tidak ditutup seperti yang di katakan oleh kepala pelayan.


"Papa ...Kenapa kamu belum makan sampai sore seperti ini?" Tanya Naomi tidak ada perasaan apa pun pada saat itu,karena papanya tidur membelakangi pintu kamarnya.

__ADS_1


Saat melihat papanya tidak bergerak,Naomi menyentuh lengan papanya dia sangat kaget saat papanya tidak bergeming saat itu.


"Papa....Papa...." Naomi membalikkan tubuh papanya yang sudah tidak bergerak lalu histeris saat melihat papanya sudah tidak bernyawa.


Semua pelayan,dan penjaga keamanan rumah berlari menghampiri Naomi saat mendengar Naomi histeris mereka menutup mulut saat melihat pria itu sudah tidak bernyawa dan matanya terbuka seakan kematiannya itu tidak wajar.


Pengawal pribadinya membawa Naomi menuju ruang tamu,lalu menyuruh pelayan memberikan minuman kepada Naomi agar nyonya besarnya kembali tenang.


Naomi menyuruh Riski mengirim pesan kepada mama tirinya dan juga saudara tirinya,memberi tahu keadaan papanya saat itu.Setelah perasaanya mulai tenang Naomi kembali masuk kedalam kamar papanya dia menatap papanya dan air matanya kembali jatuh.


"Papa...Kenapa kamu meninggalkan aku, setelah kamu memaksaku menikah dengan pria bajingan itu,papa meninggalkan luka yang sangat dalam di hatiku." Ucapnya.Dia menyeka air mata yang jatuh di wajahnya para pelayan mulai mengurus jenazah papanya.


Naomi tidak peduli sama sekali saat tidak melihat kehadiran suaminya di rumah itu,mama tiri dan saudaranya sudah datang,entah siapa yang memulai tiba-tiba saja Naomi dan Maya sudah saling berpelukan.


"Sabar ya...Semoga yang terbaik menghampiri mu jangan terlalu memikirkannya ini mungkin jalan yang terbaik untuknya." Ucap Maya.Perasaan Naomi yang begitu rapuh saat ini,seketika merasa tenang karena mendapat dukungan yang tulus dari mama sambungnya.


****


Setelah selesai acara penguburan semua tamu-tamu penting pergi meninggalkan Naomi dan juga mama tiri dan juga saudara tirinya.


"Kenapa aku tidak melihat suami mu muncul sejak kematian papa kak?" Tanya putra saat semua tamu sudah meninggakan mereka.


"Aku tidak ingin tau tentang dia saat ini,dan aku juga secepatnya mengajukan cerai darinya,tidak ada gunanya bertahan dengan pria seperti dia,apalagi sampai tetap bersama dia,lihat satupun keluarganya tidak ada yang muncul disini." Ucap Naomi.Semakin dalam rasa benci Naomi terhadap keluarga Robert dan juga Robert.


Sementara itu,di kontrakan Mila Robert terlihat ketakutan,dia selalu ketakutan jika Naomi sampai tau dia kehilangan papanya karena ulahnya.

__ADS_1


"Sudahlah mas,tidak mungkin Naomi tau kalau papanya meninggal karena ulah mu,sekarang pria itu sudah pergi,kembali lah kerumah mu dan segera rebut semua harta milik istrimu." Usia Mila.Dia sudah tidak sabar ingin menguasai harta warisan Naomi bahkan ingin menjadi seorang nyonya besar.


"Benarkan!! semoga saja Naomi tidak menyelidiki kematian papanya,aku tidak mau kalau sampai aku masuk penjara nanti." Ucap Robert.


"Tidak sayang itu tidak akan terjadi percaya padaku,kamu adalah pria hebat,jadi tidak mungkin seorang Robert bisa di masukkan ke penjara."Mila berusaha bergelut manja di dada bidang milik Robert.


Robert kembali ke rumahnya,sebenarnya perasaanya sangat tidak tenang,tapi dia berusaha tenang agar tidak mengundang curiga semua orang kepadanya.


Sesampainya di rumah istrinya semua orang terlihat tenang seperti tidak ada yang terjadi disana.Maya putra dan Naomi duduk bersama di ruang tamu mereka terlihat sedang membahas sesuatu tapi melihat kedatanganya mereka bertiga langsung diam dan tidak mau bicara.


"Sudah datang ternyata pria ini,cih...Dasar tidak punya harga diri." Sindir Putra.Robert menghentikan langkahnya lalu menatap mereka bertiga lalu menghampirinya juga.


"Apa maksud ucapan mu itu? Kamu sedang menghinaku? Tanya Robert dia degan kasar mencengkram leher putra dan mengangkat tubuh putra agar berdiri di hadapannya.


"Bukan benar yang aku katakan,kamu pria tidak punya harga diri sedikit pun,sekarang kamu datang setelah semua selesai,suami macam apa yang tidak hadir di pemakaman mertuanya." Putra melepaskan tangan Robert yang mencengkram lehernya.


"Apa....Papa meninggal kapan? Benarkan yang dia katakan kalau papa meninggal?" Tanya Robert berusaha bersandiwara di hadapan semua orang.


Putra tersenyum kecil,seakan menghina suami Kaka nya,dia sangat yakin kalau Robert hannya berpura-pura di hadapannya saat itu.


"Tanda tangani berkas ini?" Naomi melempar sebuah amplop dari tasnya ke atas meja.Robet sangat kaget saat membaca kepala amplop itu.


"Apa...Kamu mau bercerai dengan ku,tidak aku tidak mau bercerai dengan mu." Ucap Robert.Wajahnya langsung berubah pucat saat dia tau kalau Naomi mengingat cerai dia.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2