
Ratih menarik tangan Theo,dia tidak ingin melihat Theo kembali menderita,selama ini dia sudah bahagia saat melihat Theo bangkit dari keterpurukannya,seorang dia tidak ingin Theo mengalami hal itu kembali.
"Bu...Lain kali saja aku beli baju,saat ini aku ingin pulang bu." Ucap Theo.Ratih menuruti keinginan Theo mereka langsung meninggalkan mal dan kembali ke rumah kontrakan mereka.
Begitu juga dengan Naomi,kerinduan yang dia pendam selama ini akhirnya terobati saat dia melihat Theo hari ini,ingin dia berlari memeluk tubuh Theo tapi dia tidak ingin menggores luka yang lebih dalam lagi terhadap pria itu.
Satu hal yang tidak diketahui oleh Theo adalah bayi yang ada di kandungan Naomi benar-benar milik Theo,dulu Naomi belum sempat menceritakan semuanya kepada Theo pada saat suruhan papanya datang membawa mereka menemui papanya.
Naomi masuk kedalam rumah setelah dia membatalkan niatnya untuk belanja hari ini,dia sudah tidak mood untuk belanja tapi saat dia melihat perubahan Theo rasa rindu yang di pendam nya selama ini akhirnya terobati juga.
"Kamu sudah pulang Naomi,kemana suami mu,kenapa sudah dua hari ini papa tidak melihatnya di rumah ini?" Tanya Carles tampa menoleh sedikit pun kearah Naomi.
"Kenapa papa tidak bertanya saja langsung kepada orangnya,papa...Tidak ada yang berubah dariku sekeras apa pun papa mencoba untuk menjodohkan aku dengan pria itu,aku tidak akan bisa jatuh cinta kepadanya." Ucap Naomi lalu dia segera meninggalkan papanya.
Carles sangat kaget mendengar ucapan putrinya.Semenjak pernikahan putrinya dan juga menantu pilihannya Naomi benar-benar berubah kepadanya dan bahkan Naomi tidak pernah pernah perhatian lagi kepadanya seperti dulu.
Carles menghela napas kasar,entah dia menyesal atau bersyukur atas kejadian ini tapi untuk saat ini dia seperti kehilangan sosok putrinya yang begitu dia cintai.
"Mas...Ini obatmu,jangan terlalu dipikirkan,ingat kesehatan mu,semua ini terjadi karena kamu terlalu memaksa keinginan mu,bukan kah dia sudah memohon kepada mu pa,tapi papa mengabaikan permintaannya." Ucap Maya yang tiba-tiba sudah datang menghampirinya.Carles ingin marah tapi dia tidak tau harus marah kepada siapa.
__ADS_1
Semenjak Naomi dan Robert menikah,Naomi memberikan surat perjanjian kepada Robert untuk tidak menyentuhnya sampai bayi yang ada di kandungannya lahir dan bahkan tanpa sepengetahuan papanya mereka tidur di kamar yang berbeda.
Naomi tau apa yang di lakukan oleh Robert dibelakangnya bahkan Naomi juga mengetahui hubungan Robert dengan Mila.Tepat pada tengah malam Robert kembali ke rumah istrinya sudah dua hari dia menginap di hotel bersama Mila.
Semenjak Naomi dan Robert menikah Mila memilih mencari kontrakan baru,dia tidak ingin cemburu kepada Robert di saat Robert bersama istrinya.
Keesokan harinya semua orang berkumpul di meja makan,tidak ada satu pun yang berbicara yang berani bicara di saat mereka sedang menikmati sarapan.
Suasana yang mencekam tiba-tiba hilang saat Naomi beranjak dari tempat duduknya karena dia ingin segera pergi ke kantor untuk mengadakan pertemuan dengan keluarga besar Robert.
"Papa..Aku berangkat kerja."
"Naomi aku menemani mu!"
Pada saat Naomi sedang menyetir sendirian tiba-tiba matanya menangkap pemandangan yang sangat indah.Pagi ini dia melihat Theo sedang duduk di halte mungkin dia ingin berangkat kerja tapi dia tidak ada angkutan.
Naomi perlahan memutar arah mobilnya,lama sekali dia untuk sampai di tempat itu karena kemacetan yang cukup panjang.Dan pada saat dia sampai di tempat itu dia sudah tidak menemukan Theo di sana,dia menepikan mobil dan beberapa kali memaki keadaannya.
"Sayang....Maafkan mama karena tidak sempat bertemu dengan papamu."Ucap Naomi dia benar-benar kecewa.Setelah pernikahannya selesai beberapa bulan yang lalu Naomi beberapa kali mengunjungi kontrakan Theo tapi sayang dia tidak menemukan pria pujaan nya di kontarakan itu.
__ADS_1
Lama sekali Naomi duduk di dalam mobil seakan menunggu theo kembali kesana ponselnya terus berdering tapi dia tidak merespon panggilan itu.
Sementara itu Robert sudah sangat marah kepada Naomi karena mengabaikan kedatangan kedua orang tuanya ke kantor itu,seharusnya walaupun kedatangan orang tuanya hannya membahas bisnis Naomi tidak bisa mengabaikan mereka.
"Robert dimana sih istrimu,aku kesal dengan istrimu sekarang ini,bisa-bisanya dia mengabaikan kedatangan kami." Omel ibunya.
Mereka sudah menunggu hampir tiga jam di ruangannya Naomi belum juga datang hingga akhirnya mereka menyerah dan ingin segera kembali.Pada saat mereka ingin mengangkat bokongnya dari sopa tiba-tiba pintu ruangan terbuka dengan wajah tampa ekspresi Naomi masuk ke dalam kursinya.
"Berikan berkasnya kepadaku." Ucap Naomi,Robert sangat tersinggung dengan sikap tidak sopan naomi kepada keluarganya.
Naomi sama sekali tidak mau bicara kepada kedua mertuanya dia sibuk mempelajari semua isinya setelah selesai dia meletakkan berkas itu kembali ke atas meja dan menatap kedua mertuanya.
"Tuan...Nyoya aku minta maaf,karena belum bisa menerima kerja sama ini,jika tuan masih menginginkannya silahkan perbaiki berkas ini,kalian tidak perlu datang ke Perusahan ini,berikan saja berkasnya kepada tuan Robert agar dia yang memberikan kepada ku." Ucap Naomi lalu dia kemabli pokus dengan semau pekerjaan nya.
Robert memberi isyarat kepada kedua orang tuanya agar segera meninggalkan ruangan Naomi,Robert sudah tidak tahan melihat tingkah Naomi yang sangat membuatnya sakit hati karena tidak menghargai orang tuanya sedikit pun.
"Kamu keterlaluan sekali Naomi,ini pertama orang tuaku menemui mu,tapi sikapmu sangat membuatku kecewa."
Naomi tertawa kecil,lalu dia menghentikan kegiatannya dan menatap Robert dengan tajam dan ternyata pada saat itu Robert juga menatapnya.
__ADS_1
"Kamu lupa,kalau aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini,ingat Robert sampai kapan pun aku tidak bisa jatuh cinta kepada mu." Ucap Naomi dengan nada menekan.
πππbersambung πππ