Anak Singkong

Anak Singkong
Bab 21 ~ Papa yang jahat ~


__ADS_3

Robert sudah hampir putus asa karena belum ada kepastian dari keluarga Carles,kesabarannya sudah hampir habis karena sampai detik Carles belum menghubunginya atau hannya sekedar memberinya kepastian.


"Sepertinya aku harus menemuinya hari ini,aku tidak mau Naomi dan pria itu semakin dekat,sepertinya om carles tidak bisa di andalkan." Ucapnya.Mila yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk langsung memeluk Robert.


Hubungan Mila dan Robert semakin dekat, bahkan mereka sangat sering menginap di hotel hannya untuk memuaskan birahi mereka masing-masing seperti yang terjadi hari ini.


Robert membuka tangan Mila yang memeluk pinggangnya,seperti biasa setelah puas menikmati tubuh Mila dia tidak selera lagi melakukan apa pun.


"Kenapa sayang,wajahmu terlihat murung?"


"Iya,lepaskan tanganmu dan kenakan pakaian mu,apa kamu belum puas sudah melakukannya berkali-kali?"


Seketika wajah Mila memerah,dia merasa malu dengan ucapnya Robert.Benar mereka sudah melakukannya hampir tiga jam hari ini,sebenarnya dia juga lelah,dia melakukan ini semua agar Robert tetap bertahan di sisinya dengan demikian posisinya akan aman.Bahkan sesekali dia menasehati Robert agar segera menikahi Naomi.


Mila selalu berharap,jika Robert menikah dengan Naomi maka dia sebagai simpanan juga akan mendapat kemewahan yang dia inginkan.


"Sekarang kamu kembali ke rumah itu,aku ingin menemu om carles,aku sudah tidak sabar menunggu kepastian dari pria itu." Ucapnya.


Setelah mereka meninggakan hotel,Mila kembali ke rumah keluarga Naomi dan menjadi babu di sana,sebenarnya dia sudah lelah menjadi seorang babu tapi dia harus melakukan ini demi rencananya dan masa depannya.


Robert berjalan masuk ke ruangan direktur,setelah mendapat ijin dia membuka pintu,di sana dia melihat Carles sedang duduk di mejanya tampa melakukan apa pun.


"Selamat siang om,kenapa tidak pernah menghubungiku om,aku menunggu kepastian dari om selama ini." Ucapnya.Carles tampak menghela napas panjang dia terlihat sangat frustasi sepertinya sampai detik ini Naomi masih tetap dengan pilihan hatinya.


"Maafkan aku Robert,aku sangat malu mengatakan ini kepada mu,Naomi belum juga mau menemui ku,padahal aku sudah melalaikan banyak hal untuk memisahkan mereka tapi sepertinya pria itu sangat hebat,dia melakukan apa pun untuk membahagiakan Naomi."

__ADS_1


"Terus....Maksud om,om akan merestui hubungan mereka?


"Oohh...Tidak,aku tidak sudi mempunyai menantu seperti itu,aku hannya bingung belum menemukan cara yang tepat untuk memisahkan mereka."


"Dasar lamban,percuma sama kamu pria hebat dalam berbisnis,masak menyelesaikan masalah kecil seperti ini saja kamu tidak mampu." Ucap Robert dalam hati.


Pada saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba pintu di ketuk dari luar,setelah menyuruh tamu masuk tiga orang pria mendekati Carles dan Robert.


"Tuan,aku ingin melaporkan sesuatu kepada tuan,Nyonya Naomi dan pria itu ternyata sudah menikah siri."


"Brang.....Apa....Menikah siri?" Carles bangkit dari tempat duduknya lalu melempar gelas minumannya ke lantai,dia sangat kaget mendengar berita yang di sampaikan oleh anak buahnya.


"Iya tuan,dah satu lagi ternyata ibu pria itu memiliki hutang yang banyak kepada rentenir kehidupan mereka di desa sangat miskin,orang tuanya hannya seorang petani dan memiliki dua orang anak perempuan."


Tiba-tiba Carles hampir jatuh,untung dia memegangi meja hingga dia tidak jatuh kelantai,dia membuka laci mejanya dan meminum obat jantungnya yang selalu di bawanya kemana pun.


"Om tidak papa."


Carles kembali duduk di tempatnya lalu mengangguk ke arah Robert saat itu Robert mengambil kesempatan untuk mempercepat pernikahannya dengan Naomi.


"Kalian bertiga cepat pergi ke desa pria itu seret keluarnya ke hadapan tuan dan begitu juga nyoya Naomi dan pria itu bawa menghadap tuan." Ucap Nya memberi perintah,dia tidak peduli Carles setuju atau tidak keinginannya harus segera di dapatkannya.


"Iya... Sepertinya itu,kalian lebih dulu menyeret keluarganya ke kota ini setelah itu baru kalian menyeret mereka berdua ke rumah." Ucap Carles dengan suara gemetaran.


"Aku berharap kamu segera mati,setelah aku berhasil menikah dengan Naomi,aku harus bisa menguasai seluruh harta mu yang tidak terhitung jumlahnya dengan perusahan yang cukup maju." Ucapnya dalam hati dengan senyuman penuh kejahatan.

__ADS_1


****


Ratih dan kedua anaknya putri dan Laura,terlihat hidup damai setelah Selvi tidak pernah menganggu mereka lagi,Ratih sebagai orang tua sedikit bingung karena tiba-tiba selvi tidak menganggu keluarganya lagi.


"Ma..Apa yang mama pikirkan? mama kangen dengan Abang?" Tanya Laura yang sudah duduk di sampingnya.Matahari hampir terbenam dan desa mereka tampak mulai sepi karena anak-anak sudah berlarian masuk kedalam rumah.


"Iya...Mama sangat merindukan Abang mu,sudah lama dia tidak pulang,mama juga heran,setelah hari itu Selvi tidak pernah datang lagi." Ucapnya dengan nada sedih.


Laura memeluk mamanya,dia adalah wanita yang kuat,setelah kepergian Theo ke kota mamanya lah yang mengantikan Theo untuk mengelola sawah sepetak pemberian keluarga papanya.


Hidup mereka memang sangat susah dari mereka kecil,papanya yang penyakitan dulu menghabiskan banyak uang untuk berobat sebelum akhirnya dia meninggal dengan hutang yang cukup banyak.


Setelah kepergian papanya,semua saudara dari pihak papanya seakan menjauh dari mereka,mungkin karena mereka sangat miskin jadi keluarga pun ikut menjauh seakan takut kalau mereka meminta uang.


Keluarga dari pihak papanya rata-rata orang kaya,ada yang polisi dengan pangkat yang tinggi dan ada juga dokter.Karena keluarga Theo orang paling tidak mampu akhirnya mereka di abaikan apalagi setelah kepergian papa mereka.


"Ma....Maafkan Laura dan putri karena belum bisa membahagiakan mama,bahkan di masa tua mama pun mama harus bekerja ke sawah."


Ratih tersenyum lalu mengelus rambut Laura,dia bangga memiliki anak-anak yang hebat dan pintar satu lagi dia punya rejeki yang bagus karena memiliki anak-anak kecantikan luar biasa.


"Sudah sayang,semua di dunia ini ada masanya,begitu juga kalian,ada masanya nanti kalian membahagiakan mama." Ucap Ratih.Setelaha mereka selesai mengobrol Ratih membawa Laura masuk kedalam rumah karena di luar cuaca semakin dingin.


Keesokan harinya saat Ratih hendak pergi ke sawah tiba-tiba sebuah mobil mewah memasuki halaman rumahnya yang sangat kecil Ratih berhenti dia mulai gemetaran karena dia berfikir Selvi kembali mendatanginya.


" Selamat pagi bu....Apa betul ini rumah keluarga Theo Atmajaya?"

__ADS_1


💗💗💗 Bersambung 💗💗💗


__ADS_2