Anak Singkong

Anak Singkong
Bab 19 ~ Biarkan mereka menikmatinya ~


__ADS_3

Robert kembali ke kediaman Carles,hatinya benar-benar cemburu saat melihat senyum di wajah Naomi saat bersama pria lain,sangat jauh bedanya saat bersamanya yang selalu memaki dan merendahkannya.


"Aku tidak akan membiarkan pria itu mendapatkan Naomi,apa pun ceritanya,lebih baik Naomi mati dari pada dia tidak mau menikah denganku." ujarnya dalam hati.


Robert masuk kedalam rumah,kecemburuan di hatinya membuatnya gelisah dan tidak tenang pikirannya melayang,mencari ide untuk melenyapkan Theo dan dia bisa menikah dengan Naomi.


"Bagaimana,kemana dia pergi?" Tanya carles yang duduk di atas sopa.Robert mengalihkan pandangannya,dia tidak menyadari keberadaan Carles di ruangan itu,dia mengira pria itu sudah masuk kedalam kamarnya karena malam sudah semakin larut.


"Ehh...Tenyata om disini,aku kira om sudah tidur." Ucap Robert lalu menghampiri pria itu.


"Bagaimana bisa aku tidur dengan tenang,di saat putriku satu-satunya pergi meninggalkan rumah malam-malam seperti ini." Ucap Carles.Wajahnya terlihat sedih.


Sebagai seorang papa,dia hannya menginginkan yang terbaik untuk Naomi,nyatanya putrinya itu mengira kalau dia terlalu egois.Semua orang tua di dunia ini menginginkan yang terbaik kepada anaknya.


"Om....Aku melihat Naomi bersama seorang pria,dan pria itu hannya orang biasa,bahkan dia hannya tinggal di kontrakan kecil,aku tau pria itu pasti sudah mencuci otak Naomi bahkan mengajaknya tinggal di rumah kecil seperti itu." Ucap Robert.


Mendengar ucapan Robert Carles mengepal tangannya.Dia tidak bisa terima jika putri satu-satunya harus berdampingan dengan orang miskin.


"Pulanglah ke rumah mu,aku akan mencari cara untuk memisahkan mereka berdua,aku akan buat pria itu pergi dan tidak menganggu Naomi lagi." Ucap Carles.Robert mengerutkan keningnya karena tidak mengerti rencana apa yang akan di jalankan pria tua itu.


Robert pamit meninggakan rumah mewah milik calon mertuanya ,dia merasa kesal karena harus keluar dari sana padahal dia merasa belum puas menikmati tubuh seksi milik Mila.

__ADS_1


Mila berlari kecil meninggakan rumah,saat dia tau Robert keluar dari sana,semenjak dia memiliki hubungan dengan Robert,apa pun yang di lakukan pemilik rumah dia harus tau.


"Sayang...Kamu kenapa pergi,aku tidak mau kehilangan kamu." Tiba-tiba Mila membuka pintu mobil.Tidak ingin ada yang curiga atau ada yang melihat mereka baik itu pembantu atau penjaga rumah Robert,langsung membawa Mila dari tempat itu.Sedikit jauh dari lokasi rumah Robert menghentikan mobilnya di tepi jalan yang tidak terlalu ramai.


"Kamu jangan terlalu nekat,kenapa kamu harus masuk kedalam mobilku,jika ada yang curiga bagaimana?" Terlihat wajah Robert tidak suka dengan aksi Mila saat itu.


"Sayang aku hati-hati kok,aku tidak mungkin masuk kedalam mobil mu jika di tempat itu masih ada orang lain." Ucap Mila dengan percaya diri.Robert tersenyum kecil,rasanya saat ini dia tidak mood untuk bicara atau apa pun mengingat senyum wajah Naomi tadi saat bertemu kekasihnya.


"Kalau begitu keluar dari mobil ini,aku sedang tidak mood untuk melakukan apa pun saat ini,perjuangan kita masih panjang,kamu tenang saja jika aku bisa mendapat semua keinginanku,aku akan menikahi mu secepat mungkin." Ucap Robert.Wajah Mila langsung tersenyum senang,cita-citanya untuk menjadi nyonya besar mungkin akan tercapai jika Robert menikahinya suatu saat nanti.


"Baiklah sayang aku menunggu hari itu tiba,aku keluar dulu,jaga diri baik-baik." Ucap Mila lalu keluar dari dalam mobil dan meninggalkan tempat itu dengan berjalan kaki.


*****


Setelah kepergiannya dari rumah,Naomi tidak bisa menikmati segala pasilitas pemberian papanya semua kartu miliknya di blokir oleh papanya,mungkin papanya melakukan ini agar dia segera kembali ke rumah.


"Simpan semua hartamu pa,jika kamu keberatan aku memakainya." Ucap Naomi,dia keluar dari ATM bahkan papanya memblokir ATM miliknya pribadi.


"Sepertinya aku harus mencari pekerjaan lain,aku tidak mungkin membiarkan Theo bekerja sendirian,lagian aku bosan dirumah terus tanpa menghasilkan apa pun." Ucapnya sambil keluar dari ATM.Dari penampilannya saat ini,mungkin tidak akan ada orang yang percaya jika dia mengakui kalau dia putri seorang konglomerat.


Naomi keluar dari bank,wajahnya yang lesu,sudah seminggu ini mereka di rumah Hanya makan mie instan karena dia sudah tidak punya uang pegangan.Tampa disadarinya seorang pria tua menatapnya dari kejauhan dengan senyum merekah di wajahnya.

__ADS_1


"Bawa mobilnya kembali,aku ingin melihat sampai kapan dia bertahan dengan hidup tanpa uang,hubungi restoran tempat kekasihnya bekerja,segera suruh mereka memecatnya jika restorannya ingin berdiri." Ucap Carles lalu menutup jendela mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


Sementara itu Theo sedang bekerja dengan penuh semangat,semenjak dia tinggal serumah dengan Naomi,dia semakin semangat bekerja bahkan jika pulang dari bekerja sering kali dia harus mengojek lagi agar mereka punya uang untuk makan.


Uang simpananya,sewaktu bekerja di cafe dia gunakan untuk membeli sepeda motor bekas,agar dia bisa ojek sepulang bekerja.Dia meluapkan hutangnya yang di desa,karena dia sudah meminta keringanan kepada Selvi agar memperpanjang waktunya walupun Selvi harus meminta sesuatu yang tidak di penuhinya.


"Theo....Menejer memanggil mu ke ruangannya,sekarang juga." Seorang kariawna mengagetkan Theo saat dia sedang membersihkan piring-piring kotor di dapur,tiba-tiba perasaanya tidak enak,tapi dia percaya diri karena dia tidak merasa melakukan kesalahan.


Tok....tok....tok


"Masuk."


Theo membuka pintu secara berlahan,dengan langkah ketakutan Theo masuk ke dalam ruangan hatinya semakin gemetaran saat melihat wajah garang pemilik cafe.


"Ada apa memanggilku pak?" Tanya Theo dengan suara gemetaran.Pria paruh baya itu menatap Theo membuatnya semakin ketakutan.


Pria itu menghela napas berat setelah menatap Theo dengan lama,dia seakan berat untuk mengucapkan kata-katanya dihadapan Theo.


"Theo....Kenapa kamu begitu berani berurusan dengan pemilik perusahan BMC group,sekarang kamu harus menerima akibatnya mereka sudah menghubungiku untuk memecatmu,sebenarnya aku senang denganmu karena kamu rajin,tapi maaf aku tidak bisa menahan mu disini karena aku tidak ingin berurusan dengan perubahan itu." Ucap Pria paruh baya itu.


Seketika kaki Theo gemetaran,jantungnya juga berdebar,dia tidak berkata-kata untuk saat ini,dia takut tidak bisa melanjutkan hidupnya lagi.

__ADS_1


Theo keluar dengan buru-buru dari ruangan itu,dia kecewa dan terluka pertama kali jatuh cinta tapi dia langsung merasakan cobaan yang begitu berat.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2