
Sejak berpisah dari Naomi Theo sudah tidak pernah membuka hati kepada wanita lain,padahal banyak sekali wanita yang jatuh hati kepadanya mungkin mereka sangat tertarik dengan sikap Theo yang sangat sopan santun.Mungkin dia belum seutuhnya bisa melupakan Naomi dari hatinya.
"Theo...Hari ini kita pulang bareng ya,aku menunggumu." Ucap sarmila menejer keuangan di kantor mereka.Sebenarnya Theo kurang suka dengan wanita satu dia dikenal sebagai wanita penggoda dan pelakor kedua dia tidak suka dengan wanita yang selalu memamerkan lekuk tubuhnya.
Ingin menolak tapi dia merasa tidak enak karena sudah beberapa kali menolak ajakan Sarmila.Tidak ingin mendapat masalah akhirnya Theo mengangguk saja sesekali memenuhi undangan wanita itu.
"Oke aku menunggu mu nanti kita naik mobil aku saja." Ucap sarmila lalu meninggalkan Theo yang sedang belajar pembukuan di ruangannya di bimbing oleh teman-temannya yang sudah senior.
Setelah jam pulang,Sarmila menunggu Theo di dalam mobilnya, setelah masuk mereka langsung berangkat yang disupiri oleh Sarmila.Sekilas Theo mengigat kejadian beberapa bulan yang lalu saat dia masih bersama dengan Naomi,mereka sering keluar keliling kota jalan-jalan makan makanan yang sangat di sukai Naomi.
"Theo apa yang kamu pikirkan? Tanya Sarmila dia menatap Theo dengan ekor matanya.Theo hannya tersenyum,perasaan sudah lama di kuburjanya dalam-dalam di hatinya tiba-tiba muncul kembali di hatinya.
"Tidak papa...Hannya teringat masa lalu." Jawab Theo.
"Siapa kekasihnya mu ya?" Selidik Sarmila.
"Hmmm,tepatnya mantan kekasihku.Wanita yang pernah mengisi hatiku, tapi sekarang dia sudah milik orang lain,mungkin dia sudah bahagia." Ucap Theo menceritakan sedikit masalalunya kepada sarmila.
"Oohhh...Syukurlah kalau hannya masa lalu soalnya aku tidak suka membawa milik orang lain." Ucap Sarmila dengan ucapan sinis.Dia memang wanita yang angkuh dan sombong,dan wajahnya juga terlihat sangat garang.
Sarmila membawa mobil pajeronya ke sebuah restoran kalangan atas,sebenarnya Theo sedikit segan memasuki restoran itu tapi dia takut Sarmila marah karena menolak masuk kedalam padahal dia berniat ingin mentraktir Sarmila tapi kalau tempatnya mahal seperti ini dia merasa sayang uangnya apalagi dia saat ini sedang berjuang mengumpulkan uang agar bisa membeli rumah untuk keluarganya.
Sarmila membawanya masuk ke dalam ruangan VVIP hal itu membuat Theo semakin salah tingkah,rasanya dia sangat tidak pantas untuk masuk ke ruangan itu.
"Sar...Kita ke ruangan biasa saja aku sedikit tidak nyaman masuk ke tempat seperti ini." Ucap Theo dengan wajah tenang.
__ADS_1
"Tidak papa aku yang mentraktirmu hari ini,jangan terlalu takut." Ucap Sarmila dia tau kalau Theo takut di suruh membayar tagihan mereka hari ini.
Sementara itu,lima pria masuk ke ruangan mereka,dan seorang wanita hamil,mungkin mereka sedang melakukan rapat di ruangan itu Sarmila menoleh ke arah wanita itu.
Jarak meja mereka tidak terlalu jauh,hingga saat Naomi berbicara tiba-tiba jantung Theo berdebar hebat.
Deg....
"Naomi...." Theo mencari asal suara itu,dia melihat Naomi sedang berbucara dengan beberapa pria terlihat perbedaan Naomi sekarang ini,perutnya yang sudah mulai membesar dan wajahnya semakin dewasa bahkan rambutnya dipotong sebahu membuatnya sangat cantik.
Kerinduan Theo terhadap Naomi langsung terobati,tapi dia tidak ingin larut dalam peraasaanya dia ingin terlihat biasa saja.
Aura Naomi semakin tajam,dan gaya berbicaranya juga semakin dewasa,sesaat Theo terpengaruh tapi tiba-tiba dia teringat dengan kisah mereka yang sudah berakhir.
"Theo...Ada apa dengan mu?" Naomi yang sedang berbicara langsung menghentikan ucapannya lalu menoleh kearah mereka.
Tidak ingin terjadi sesuatu diantara mereka Theo segera mengajak Sarmila keluar dari restoran itu.Walaupun Sarmila merasa kesal kepada Theo karena tiba-tiba dia mengajak pulang tanpa alasan yang jelas dia tetap menurutinya mereka masuk kedalam mobil dan Theo bersandar sambil memejamkan matanya.
"Ada apa sih,kenapa tiba-tiba kamu mengajakku keluar padahal aku masih lapar Lo." Ucap Sarmila dengan wajah yang masih kesal.
"Maafkan aku wanita itu mantan istriku..."
"Apa....Tidak salah...Dia itu putri dari pemilik BMC group Lo,dan setau ku,dia sekarang yang mewarisi seluruh harta orang tuanya,kalau mimpi jangan ketinggian Theo nanti jatuh sakit Lo." Ucap Sarmila tidak percaya sedikit pun dengan penuturan Theo.
"Terserah kamu mau ngomong apa, tapi yang jelas aku tidak bohong,kita pulang sekarang aku tidak mau dia melihatku disini." Ucap Theo lalu masuk ke mobil Sarmila yang sudah terbuka.
__ADS_1
Sementara itu Naomi berhasil menyelesaikan Rapatnya dengan beberapa pria yang sedang bersamanya barusan.Setelah para kliennya itu pergi Naomi duduk di tempatnya dia melemparkan pandangannya ke luar ruangan dan menatap sekelilingnya.
"Sepertinya dia sudah melupakan aku,bahkan hari ini mereka terlihat sangat bahagia,sayang...maafkan mama jika suatu saat kalian tidak bisa bersatu." Ucap Naomi.dia sangat sedih dan cemburu melihat Theo bersama wanita lain.
****
Naomi kembali ke rumahnya,dia mengabaikan Robert yang sedang menunggunya di ruang tamu.Saat Naomi masuk kedalam kamarnya Robert mengikutinya dari belakang Naomi tidak menyadarinya sama sekali.
"Apa yang kamu lakukan disini? "Tanya Naomi dia berjalan kebelakang dan hampir terjatuh karena malu.
"Ini kamar istriku,apa aku harus minta ijin kepada papa saat aku ingin masuk kedalam kamarmu?"Tanya Robert dengan wajah kesal.
Naomi mengabaikan ucapan Robert dia membawa handuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.Tidak ingin Robert menatapnya,Naomi langsung membawa pakainya kedalam kamar mandi dan memakainunya.
Saat Naomi keluar dari dalam kamar mandi, dengan daster dan handuk membalut kepalanya Robert menelan ludahnya dia begitu bergairah melihat penampilan Naomi,perutnya yang mulai membuncit menambah kesan seksi di tubuhnya.
"Kamu ada apa masih di kamar ini,kamu lupa dengan surat perjanjian kita,aku yang keluar atau kamu yang keluar." tanya Naomi dengan wajah tanpa ekspresi dan itu membuat Robert kesal.
Robert beranjak dari tempat tidurnya,lalu berdiri di hadapan Naomi tidak tahan melihat tubuh naomi Robert memegang kedua lengan Naomi dengan keras lalu mencium bibir Naomi secara paksa.
"Plak....Dasar sampah,kamu sudah melanggar perjanjian kita,kamu bukan pria yang bisa di pegang omongannya.
Robert memegangi wajahnya yang memanas, akibat bekas tamparan Naomi dia menatap Naomi dengan sinis hingga mereka saling menatap penuh kemarahan.
"Kapan aku bisa mendapat hakku sebagai seorang suami,apa artinya aku menikah denganmu kalau hakku saja tidak bisa kudapatkan." Ucap Robert,dia tidak. terima sikap Naomi yang sangat kasar barusan.
__ADS_1
Naomi tersenyum penuh arti,ingin rasanya dia meludahi wajah Robert yang tidak tau malu itu.
πππbersambung πππ