Anak Singkong

Anak Singkong
Bab 18 ~ Kecewa ~


__ADS_3

Naomi sangat sedih, mendengar ucapan Robert,papanya pria yang sangat kejam,pria yang mampu melakukan semua keinginannya tanpa memikirkan orang lain termasuk dirinya,hari ini papanya menunjukkan kehebatannya dengan memecat asistennya.


Selama ini Naomi terlalu egois menuduh alex,pria bermuka dua nyatanya hari ini papanya memecatnya karena kesalahannya.Naomi menyesal karena begitu egois tidak masuk kantor selama dua hari ini.


****


Sementara itu di desa tempat kelahiran Theo,Selvi dan tiga pengawalnya sedang berjalan masuk ke rumah Theo ibunya yang sedang memasak sangat kaget saat seorang pengawal menendang pintu dengan kaget.


Selvi sangat marah kepada Theo karena Theo memblokir nomornya,setelah dia pulang ke desanya Theo langsung memblokir nomornya.


"Ada apa ini,kenapa kalian membuat keributan di rumahku." Tanya Ratih mamanya Theo wajahnya pucat melihat wajah ketiga pria itu yang menatapnya dengan sinis.


"Tante kenalkan namaku Selvi,Tante tau tidak saat Theo memberikan uang kepada Tante sebanyak lima belas juta untuk biaya perobatan adiknya,Tante tau dari mana uang itu?" Tanya Selvi,dia sebenarnya malas untuk menjelaskan itu kepada Ratih,tapi karena selvi masih berharap kepada Theo terpaksa dia bersikap pura-pura sopan.


"Katanya dia meminjamnya, tapi aku tidak tau dia meminjamnya dari siapa." Jawab Ratih dengan suara gemetaran.


"Hmm,dia meminjam uang papaku Bahrun,Tante tau siapa Bahrun di desa ini kan.Sebenarbya papa bisa saja tidak meminta uang itu kembali,tapi Theo tidak tau diri,aku mencintainya tapi dia terlalu bertingkah,sekarang Tante bayar uang sebesar lima puluh juta,harus sekarang." Ucap Selvi memaksa.


"A_apa...Lima puluh juta,bukankah barusan kamu bilang cuma lima belas juta kenapa sekarang jadi lima puluh juta." Tanya Ratih suaranya serak mungkin karena dia ketakutan dan juga gemetaran.


Selvi dan ketiga pengawalnya tertawa di depan Ratih mendengar suara ribut putri keluar dari dalam kamarnya,dia juga merasa heran dengan suara di luar.

__ADS_1


"Siapa ma?" Tanya putri,dia menatap satu persatu tamu yang datang ke rumahnya.


"Sekarang hubungi Theo,suruh dia kembali ke desa ini dan menyelesaikannya semua hutangnya. Katakan aku menunggunya,aku harap dia bisa berpikir secara dewasa." Ucap Selvi.Ratih mengelus dadanya saat ketiga pria dan Selvi keluar dari rumahnya.


Ratih duduk di sopa yang sudah buruk,dia meneteskan air mata membayangkan besarnya hutang yang harus di tanggung Theo kepada rentenir itu.Dia sangat menyesal tidak menanyakan siapa memberikan pinjaman kepadanya,nyatanya dia begitu kaget saat putri dan pengawal Bahrun mendatangai rumahnya.


Siapa yang tidak kenal dengan bahrun,dia rentenir desa yang sangat kejam dengan bunga uang yang cukup tinggi.


"Ma...Kak Theo pinjam uang dari mereka?" Tanya putri,wajahnya yang pucat menandakan kalau dia sedang sakit.


"Iya...Aku tidak tau kalau kakak mu meminjam uang yang lima belas juta dari mereka dan sekarang baru satu bulan hutangnya sudah lima puluh juta." Ucap Ratih dengan suara menahan tangis.


"Ma...Beritahu kepada kakak,takutnya semakin lama hutang Kaka bisa Sampai ratusan juta,maafkan aku ma,ini semua gara-gara aku." Ucap Putri dia menunduk karena tidak bisa melakukan apa pun untuk sekarang ini.


Carles sudah mulai kesal dengan Maya sudah hampir dua Minggu dia tidak pulang ke rumah mereka dia marah saat putra tidak bisa mendapat posisi yang di inginkan Maya sementara kemampuan putra sebatas jabatan yang diembannya sekarang.


"Dasar orang-orang tidak tau diri,Maya kamu orang tidak tau diri,kalau bukan karena menikah denganku tidak mungkin putra bisa sekolah di luar negri." Omelnya.Carles melempar tas yang ada di tangannya ke atas sopa lalu dia memanggil pelayan,hari ini moodnya benar-benar buruk.


"Selamat sore om!!" Sapa Robert yang baru saja keluar dari kamarnya.Carles membalas sapaan Robert dengan senyum terpaksa,Robert sedikit ngeri dengan wajah Carles hari ini.


"Dimana Naomi,bawa dia kehadapan ku sekarang." Suruh nya,Robert segera pergi menuju kamar Naomi lalu menarik tangan Naomi dan membawanya ke hadapan Carles.

__ADS_1


"Kamu pikir kamu siapa sih,kamu selalu melakukan semua tampa berpikir aku suka atau tidak,aku semakin muak dengan mu." Bentak Naomi sambil mengelus tangannya yang memerah akibat Robert menariknya dengan paksa.


"Naomi......Kamu bisa diam,kamu bisa tenang." Bentak Carles seketika Naomi diam dia tidak berani berbicara lagi.


"Sekarang papa bertanya sekali lagi kepada mu,apa kamu mau menikah dengan Robert? jika kamu tidak mau menikah mulai hari ini kamu bukan anak ku lagi,kamu keluar dari rumah ini." Ucap Carles.


Carles tidak berniat sedikit pun untuk mengusir putrinya,dia tidak mungkin melakukan ini.Naomi sangat kecewa dengan ucapan papanya,dia segera meninggalkan papanya di ruangan itu lalu kembali ke kamarnya dan mengambil pakaiannya.


Naomi menyeret kopernya melewati ruang tamu,dia menatap papanya dengan sinis lalu dia pergi meninggalkan mereka berdua.


"Robert ikuti dia,seret ke hadapanku pria yang mencoba mencuci otaknya,aku tau dia pasti memiliki pria lain di luar sana." Perintah Carles.Robert langsung meninggalkan ruang tamu lalu bergegas menaiki mobilnya dan mengejar mobil Naomi yang sudah meninggalkan rumah semakin jauh.


Robert mempercepat kecepatan mobilnya,dia tidak ingin kehilangan jejak Naomi,kali ini dia ingin tau pria seperti apa yang mencoba merebut Naomi darinya.


Robert terpaksa melakukan semua ini demi bisa menikah dengan Naomi,hannya keluarga Naomi satu-satunya harapannya bisa membantu perusahan kecil papanya.Robert tidak pernah menyangka begitu sulit mendapatkan hati Naomi.


"Kalau bukan karena kamu orang kaya,aku tidak sudi merendahkan harga diriku di hadapan mu." Ucap Robert.Dia menghentikan mobilnya dengan jarak lumayan jauh dari Naomi,dia mengerutkan keningnya saat mobil yang di kendarai Naomi memasuki gang sempit dengan rumah-rumah yang sangat kumuh.


Robert keluar dari dalam mobilnya lalu memakai masker dan topi masuk ke dalam gang,dari depan gang dia melihat Naomi berdiri di depan pintu bersama seorang pria polos.


Robert mendekati mereka berdua lalu memperjelas tatapannya,dia merasa wajah Theo sedikit Familiar.

__ADS_1


"Ternyata selera dia hannya pria rendahan,hebat juga pria itu bisa mendapatkan hati Naomi,dia hebat." Ucap Robert lalu meninggalkan tempat itu.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2