
Ratih mengangguk kepada ketiga pria.Rasa takutnya hilang setelah tau kalau mereka bukan a anak buah Badrun.
"Iya..Itu anak saya apa yang terjadi dengan Theo di mana dia?" Tiba-tiba Ratih ketakutan.
"Dia tidak papa Tante,dia baik-baik saja,dia hannya menyuruh kami untuk menjemput kalian karena dia akan menikah dalam waktu dekat ini."
"Apa...Menikah..Kenapa dia tidak memberitahu kami,kenapa dia menikah secepat itu,siapa yang akan membantuku menyekolahkan kedua adiknya ini." Ucap Ratih.Tiba-tiba kepalanya memanas membayangkan pernikahan Theo.
"Sudah tante lebih baik sekarang kalian ikut dengan kami,Theo menyuruh kami untuk membawa kalian semua.
"Tapi..."
"Sudah ayolah,tidak ada alasan apa pun lagi,sekarang juga kita berangkat." Walaupun ragu-ragu Ratih dan kedua putrinya berangkat ke Jakarta hari itu juga.Mereka terlihat ketakutan sepanjang jalan mereka hannya bisa diam dan saling berpegangan.
Ratih sedikit curiga dengan ketiga pria itu,tapi karena mendengar nama Theo dia berusaha percaya kepada ketiga pria itu.
Sementara itu di kontrakan Naomi dan Theo sedang sarapan.Sudah menjadi kebiasaan kalau Theo selalu sarapan sebelum berangkat mencari nafkah.
"Sayang...Kamu nambah lagi?"
"Tidak sayang,makasih."
"Tidak enak yang sayang masakan aku?"
"Braakkkkk....."Tiba-tiba suara pintu di tendang dari luar hingga pintu rusak total Theo dan Naomi langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari melihat yang terjadi di teras rumahnya.
"Ro.._Robert...Apa yang kamu lakukan disini?" Robert yang memakai kaca mata hitam dengan setelan jas benar-benar tampan berdiri di depan rumah lalu dia membuka kaca mata dan menatap Naomi dan Theo bergantian.
__ADS_1
"Pria ini yang kamu cintai? pria yang tidak bisa memberikan apa pun untukmu,bahkan kamu yang sudah kaya sejak lahir harus mengalami penderitaan seperti ini,hannya demi pria pecundang ini?"
"Diam kamu....Aku yang memilihnya,bahkan dia jauh lebih terhormat dari kamu pria yang hannya ingin menumpang kepadaku,kamu memanfaatkan kepercayaan papaku,sekarang juga kamu pergi dari rumah ini,perbaiki pintu sebelum kamu pergi." Ucap Naomi lalu menarik pergelangan tangan Theo dan membawanya masuk kedalam rumah.
Robert sangat cemburu saat melihat Naomi menarik tangan Theo,dia langsung memberi kode kepada lima pria yang ada di luar.
Kelima pria itu berlari menghampiri Theo dan Naomi lalu menarik mereka kedalam mobil.Orang-orang yang menyaksikan itu tidak bisa berkata-kata saat melihat tetangga mereka di paksa masuk kedalam mobil.
Naomi dan Theo berusaha melawan,tapi tenaga mereka tidak sebanding dengan kelima pria itu.
"Lepaskan kami bajingan,apa yang ingin kamu lakukan? dasar pria rendahan,tidak punya harga diri."
"CUKUP........Cukup kamu menghinaku selama ini,kamu pikir kamu sehebat apa hingga kamu begitu kejamnya terus merendahkan aku."
"Bug......" Robert melayangkan pukulan ke wajah Theo hingga hidung Theo mengeluarkan darah segar dan itu membuat Naomi semakin marah kepada Robert.
"Bug...." Sekali lagi Robert memukul wajah Theo hingga Theo benar-benar kesakitan.Dan hal itu membuat Naomi tidak berani bicara dia diam menahan amarahnya dadanya naik turun dengan tatapan begitu sinis kepada Robert.
"Sekali lagi kamu memaki dan menghina ku,aku hancurkan wajah pria bajingan ini,kamu tau apa yang sudah kamu lakukan,kamu sudah mencuri dia dan menikahinya diam-diam, kamu harus di tuntut.Seharunya kamu sebagai pria tau diri ingat kamu hannya orang kampung yang ingin hidup kaya di kota ini dengan cara menggoda Naomi,kamu akan menanggung semua akibatnya." Ucap Robert lalu memberi perintah kepada supir untuk segera meninggalkan tempat itu.
Mereka sampai di rumah mewah papa Naomi,di sana papanya sudah duduk di atas sopa.Naomi dan Theo di bawa menghadap Carles lalu mereka mendorong Theo dengan kasar hingga tersungkur ke lantai.Darah yang ada di hidungnya mengering dengan sendirinya,semetara itu mereka melepaskan Naomi tampa berani melakukan hal yang kasar kepadanya.
"Pa....Haruskah papa melakukan hal ini kepadaku,aku sudah bahagia dengannya pa,tega sekali papa membawa kami ke rumah ini."
"Bahkan aku bisa melakukan apa saja kepada pria ini tindakannya sudah termasuk kriminal dia sudah membawa kabur anak orang dan dia harus di hukum."
"Papa...Ini salahku,jangan lakukan ini aku mohon,ijinkan aku bahagia dengan dia paa." Ucap Naomi bahkan dia bersujud hi hadapan papanya.Carles mengabaikan permohonan Naomi,dia benar-benar marah melihat putrinya yang begitu mencintai Theo.
__ADS_1
"Bawa wanita itu kesini."
Tiga orang pria berlari ke ruang tamu lalu menyeret Ratih dan kedua anaknya ke hadapan Carles dia menatap sinis ke arah Theo lalu beranjak ke hadapan Theo dan mencengkram wajah Theo dengan kasar.
Theo sangat kaget saat melihat keluarganya sudah berada di hadapannya,dia tidak menyangka keluarga Naomi akan melakukan hal yang begitu jauh dari pikirannya.
"Mimpi mu terlalu tinggi anak muda menculik dan membawa kabur anakku,sementara kamu hannya orang desa dan miskin,apa kamu ingin mengangkat derajat keluarga mu ini dengan menikahi anakku?"
"Pa...Hentikan,aku yang mencintai dia papa..Aku yang sudah menggodanya."
"Hajar dia kalau bisa sampai dia mati,setelah itu buang keluarganya ini,agar tidak ada sampah yang mengusik keluarga ini." Ucap Carles lalu mendorong Theo dengan kasar.
Tiga orang pria mendekati Theo lalu memukulinya dengan kasar.Naomi di pegang erat oleh Robert begitu juga Ratih dan kedua putrinya.
"Pa...Hentikan pa...Bunuh aku saja pa...." Naomi menangis sekuat tenaga, dia sudah tidak sanggup melihat Theo yang yang sudah tidak berdaya dan wajahnya sudah hancur.
"Hentikan....Jangan bunuh anakku,kami akan pergi jauh dari kota ini,dan anakku ini adalah orang berharga di hadapanku, kalian semua bajingan,dan kamu putri orang kaya,kamu sudah membuat anakku menderita,tinggalkan anakku dan jangan pernah muncul lagi di hidup anakku."
Ratih sudah tidak tahan melihat Theo begitu menderita.Ratih dan kedua putranya langsung memeluk Theo dan menagis setelah mereka di lepaskan.
Semua orang yang orang yang ada di ruangan itu diam membisu saat melihat tangisan Ratih,Robert sangat puas melihat kejadian di tempat itu,dia sudah tidak sabar ingin menikahi Naomi secepat mungkin dan Mila juga melihat semua kejadian itu.
"Theo...."
"Hentikan....Jangan sentuh anakku,menikahlah dengan pria pilihan orang tua mu, agar kamu tidak membuat orang lain menderita.Hidup miskin kami sudah biasa jadi aku yakin anakku tidak mungkin mengejar mu hannya Karena kamu kaya."
💗💗💗 bersambung 💗💗💗
__ADS_1