
Hai , namaku sifa farandita permana. teman - teman ku biasa memanggilku sifa permana .
aku putri pertama dari dua bersaudara . ibuku bernama kinar rahayu permana , sedangkan ayah ku bernama bayu permana .
ayahku adalahan salah satu pengusaha di bidang otomotif yang cukup maju . dengan menjabat sebagai CEO PERMANA GROUP . yang bisa di bilang ini adalah bisnis keluarga.
sedangakan ibuku seorang ibu rumah tangga , yang setiap hari selau mengurus keluarga .
aku memiliki adik bernama sinta faradila permana , yang sekarang berusia 17 tahun .
yang artinya usia kita hanya terpaut 2 tahun saja .
awalnya kehidupan ku di penuhi dengan canda tawa, kasih sayang mereka tercurahkan hanya untuk ku saja .
tapi kini semua berubah saat dimana adik ku lahir dan di diagnosa mengidap kelainan jantung dari lahir .
semua berubah kasih sayang yang semula untuk ku ,kini berganti untuk adik ku .
awalnya aku menganggap semua itu wajar - wajar saja , karena memang adik ku butuh perhatian ekstra dari ayah dan ibu ku .
tapi lambat laun mereka berubah , mengacuhkan ku , membeda bedakan aku dengan adik ku .
bahkan yang lebih parah mereka seolah tak menggap ku ada .
dari usia ku 5 tahu hingga sekarang aku sudah lulus SMA ,mereka mengabaikan ku .
aku yang selama ini di urus oleh asisten rumah tangga di rumah ku yagng bernama bi marni , hanya bisa berharap suatu saat nanti mereka mau menggap aku ada .
hanya doa ku yang bisa ku panjatkan ,
prov sifa
2 tahun yang lalu ,
"bi... bi inah " ; panggih sifa
"iya non , " ; lari binah sambil tergopoh gopoh
huff..... huff......
__ADS_1
"ada apa non ..?" ; jawab bi inah sambil mengela nafas .
"bi , di mana mama ku , aku cari dari tadi kok nggak ada.." ; sifa
"ibu ada di kamar non sinta non , katanya non sinta dk enak badan" ; bi inah
"0hhh , ya sudah , aku susul aja ya mama. " ; sifa
"iya non .... klo boleh tau ada apa ya, kom kelihatan kalo non sifa mau penting sama ibuk" ..... : lanjut bi inah .
'' iya bik , sifa mau kasih undangan ke mama , besok mau ambil rapot ke sekolah " jawab sifa
"oalh begitu , ya sudah monggo silahkan " bi inah
" iya bik , aku ke atas dulu ya " sifa
" iya non .... " jawab bi inah
dengan hati riang sifa menaiki tangga satu demi satu menuju ke kamar sinta berada .
tok...tok...tok...
" ma ..... ? " tanya sifa
" ada apa , tumben kamu nyari mama ,," tanya mama kinar dengan ekspresi datarnya .
" ini , cuman mau ngasih undangan pengambilan rapot besok ma ,,,, " sifa
" mama nggak bisa besok itu adik kamu itu juga mau ambil rapot , jadi mama ngak bisa . kamu tanya papa kamu aja sana ,,," jawap mama kinar
sifa tak sengaja menoleh ke arah sinta , dengan di balas juluran lidah oleh adik nya itu.
mampus loh , emang enk " bati sinta
melihat itu semua sifa hanya memutar bola matanya ,
" sudah kebal yang beginian " batin sifa .
"papa sudah pulang apa belum ma …? " tanya sifa
__ADS_1
" udah tuh di ruang kerjanya " jawab mama kinar cuek .
tok…tok…tok
"paaaa ………? " panggil sifa .
" iya , masuk . " jawab papa bayu dengan suara tegas nya .
" ada apa , papa lagi sibuk jangan gangu kamu .. " tanya papa bayu tampa mengalihkan pandangan nya dari laptopnya .
" cuman mau ngasih ini , undangan dari sekolah buat ambil rapot besok pa ... " jawab sifa dengan kepala menduk.
sebenarnya sifa tak berharap banyak papanya mau mengambil kan rapot nya . bahkan yang selam ini mengambilkan rapotnya cuman bik inah , maupun pak joko , sopir pribadinya .
sifa sudah kebal akan hal itu . bahkan kali ini di bertekat kalo papa dan mamanya tak inggin mengambil kan rapot , maka sifa akan berhenti merengek seperti sebelumnya .
dia akan mengurus kebutuhannya sendiri setelah ini , tak mau membenani orang tua yang tak adil ini.
" papa ngak bisa sifa , papa besok mau ngambil rapot adik mu . sekalian mau nganter adik mu cek up ke RS " jawab papa bayu lagi
" sudah ku duga , pasti hasilnya sama " batin sifa
"ya sudah " jawab sifa dengan nada datarny .
sifa keluar dari ruangan papanya tampa mengucapkan sepatah katapun .
kecewa pasti , karena ini bukan yag pertama .
klo bisa di jabarkan mungkin nggak akan ada habisnya perlakuan tak adil dari orang tuanya .
tapi ya sudah lah . mau apalagi , hanya bisa pasrah aja.
tumben nggak merengek seperti biasanya " batin papa bayu
tapi ya sudahlah , biar belajar dewasa ank itu ." batinnya lagi .
papa bayu melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena kadatangan sifa tadi .
tanpa di ketahui bahwa , penolakan yang di lakukan nya tadi adalah permintaan terakhir sang putri.
__ADS_1
" mohon maaf klo critanya kurang bagus ya krn ini karya pertama author , jadi harap di maklum . oke "