ANGGAP AKU ADA

ANGGAP AKU ADA
makan siang bersama


__ADS_3

Hari ini sesuai janji kemarin Rico mendatangi kontrakan Sifa untuk makan siang bersama . Tadi pagi Sifa sempat mengirimkan pesan menayakan menu apa yang inggin di makan Rico.


Dan sesuai keingginan Rico hari ini Sifa pulang dari kampus tepat pukul 11 siang , cukup untuk memasak sayur sup dan tempe goreng plus sambal terasi . cukup dengan Menu sederhana masakan Sifa kali ini mamapu membuat Rico makan sampai nambah dua kali .


Sifa fikir requesan Rico akan sedikit ribet , bisa di bilang Rico ini adalah salah satu pimpinan perusahaan ternama , jadi agak keget aja dengan keingginan Rico yang inggin makan masakan pinggiran tapi sangat menggugah selera satu ini .


" Masakan kamu enak juga , bisa gendut aku lama lama kalau terus makan enak gini" pujian yang Rico berikan memang benar adanya masakan ini terasa lebih enak dari pada masakan pelayan di rumahnya . apa mungkin ini di tambah dengan cinta entah lah .


" Beneran kak masakan aku enak? kakak gak bohong kan ? mendengar pujian yang Rico berikan tadi membuat pipi Sifa merona . bagaimana tidak ini kali pertama di masak untuk orang lain biasanya dia hanya membantu mempersiapkan bahan yang di butuhkan chef saja .


" beneran biasanya pelayan di rumah masak seperti ini tapi kali ini benar benar pas di lidah ku ".


" Trimakasih kak , besok siang mau di masakin apa ?".


" Apa aja boleh , tapi aku cuman mau kamu masakin udang saos tiram aja kayaknya enak deh ".


" Hanya itu saja ? ".


" Iya , ohh iya ini ".


" Apa ini kak ? tanya sifa sambil menerima kartu kredit dari Rico.


" Kartu itu bisa kamu gunakan untuk membeli kebutuhan baham masakan Fa ".


" Trimakasih kak , tapi aku masih punya uang kalau hanya untuk makan saja ". tolak Sifa merasa tak pantas untuk menerima kartu dari Rico . dia belum jadi istri Rico jadi tak sepantasnya memegang kartu milik Rico . begitu fikirnya .


" Aku gak mau kamu pakai uang kamu Fa , uang kamu bisa kamu gunakan untuk kebutuhan yang lainya . Bukan kah sebentar lagi kita mau nikah , anggap saja kalau aku belajar memberi mu nafkah dan kamu belajar mengatur keuangan keluarga kecil kita nanti ".


Mendengar perkataan Rico tentang keluarga kecil yang akan mereka bina nanti membuat pipi Sifa merona kembali dengan di iringgi detak jantung yang berdebar .


" Yasudah kalau begitu Sifa terima kak ". putus Sifa .


"Bagus ". jawab Rico dengan senyum penuh kemenangan .

__ADS_1


Setelah selesai makan siang kini Rico mengantar Sifa menuju tempat kerja gadis itu .


Sesampainya di depan tempat kerja Sifa turun dan masuk kedalam resto tersebut . Tadi sebelum turun Rico memberi tau Sifa akan menjemput gadis itu kembali sepulang dari kantornya .


Setelah memastikan Sifa benar benar masuk akhirnya Rico memacu kendaraanya menuju kantor untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda makan siang tadi.


setelah masuk kedalam resto Sifa bersiap siap memakai atribut kerjanya , tanpa menunggu lama kini Sifa sudah sampai di mana dia biasa menghabiskan waktu nya . tak berselang lama akirnya teman yang biasa kerja dengannya pun sampai .


" Kok tumben baru datang Dir ? tanya Sifa kepada temannya , tumben aja baru datang biasanya dia datang hampir bersamaan dengannya.


" Iya Fa , jalan macet parah hari ini . tumben tumbenan loh , biasanya kan ngak seperti ini ". keluh Dira .


" Mungkin banyak kariyawan kantor yang pada keluar cari makan asang kali Dir ?".


" Mungkin aja Fa , tapi kali bener bener deh nggak kayak biasanya macetnya "


" Udah ah, mending mulai kerja aja Dir , udah ada pesanan yang masuk nih , ngomonggin kemacetan nggak akan ada habisnya nanti ".


" Ayuklah , harus semangat kita cari cunyanya".


" Pastilah , tangal muda udah di depan mata ini ". jawab Sifa penuh semangat .


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam kini Rico sampai di kantor , agak telat memang . perjalanan yang biasanya di tempuh cukup 30 menit kali ini harus Rico tempuh 1 jam lamayan .


Melelahkan memang tapi untuk makan siang seenak tadi tak membuat perjuangan Rico sia sia.


malah kini Rico mengginginkan makan masakan Sifa kembali . masih inggat betul lidahnya yang baru saja manjakan masakan enak tadi .


Masuk kedalam ruangan nya dan duduk di kursi kerjanya sambil membayang kan wajah Sifa yang tersipu malu ketika di puji masakannya membuat dada Rico berdebar . Benarkah dia mulai ada rasa dengan gadis itu .


" Dari mana saja bos baru datang ?". tanya Andere yang baru masuk kedalam ruangan Rico.


" makan siang di luar kenapa memang ?".kini balik Rico yang bertanya .

__ADS_1


" Ya nggak kenapa kenapa bos , tumben aja baru balik makan siang".


" jalan macet banget hari ini Ndre , entahlah tumben macetnya mintak ampun".


"Memang makan siang nya di mana bos ?". Jiwa kepo Andre meronta ronta , penasaran dimana kiranya bosnya ini makan siang sampai memakan waktu perjalanan 1 jam , bukankah restoran di dekat sini banyak yang menjual makanan enak . kenapa harus jauh jauh dan macet macetan coba . begitu fikirnya .


" Di rumah Sifa". sebenarnya Rico malas menjawab pertanyaan Andre yang kadang kadang keponya melebihi emak emak komplek.


" Sifa ". beo Andre penasaran siapa Sifa itu. " sifa siapa bos ?".


" huffff , jiwa kopo loe ini lo dapat dari mana sih Ndre ? bukankah kita ini selalu hidup bersama , kemana pun bersama , tapi kenapa sifat kepo loe ini kadang melebihi keponya mama sih ? ". Bukan menjawab pertanyaan Andre kini Rico malah mengeluh tentang sifat kepo saudaranya ini yang merangkap menjadi asisten .


" Kok malah balik nyanya sih bos ? orang nanya Sifa itu siapa juga ?".


" Sifa itu gadis yang mau papa jodohin sama gue Ndre , puas loe! ". kesel Rico.


" ooook. gadis yang mau di jodohin sama loe ?". jawab Andre sambil manggut manggut .


" APA , LOE MAU DI JODOHIN SAMA PAPA?teriak Andre . bagaimana tidak kaget adik nya mau di jodohin tadi nggak ada yang bicara dengannya sama sekali .


"Nggak usah triak triak segala kenapa sih Ndre , , loe kira gue budek apa ? ".


" Ya maaf bos kelepasan " kawab Andre . " jadi bener loe mau di jodohin ?". lanjut Andre yang masih penasaran .


" Iya , bukannya loe udah pernah gue kasih tau kalau gue mau di jodohin sama papa ?.


"Masak sih loe udah kasih tau gue ? jawab Andre yang kini memakai bahasa loe gue lagi .


" Ya , masak lo udah lupa ? masih muda udah kena gejala pikun aja loe ".


" Enak aja loe ngatain gue pikun,gue nggak pikun ya memang agak lupa aja , maklum kerjaan gua banyak ". sangkal Andre yang tak mau di katain pikun Rico . padahal sebenarnya memang dia benar benar lupa kapan Rico memberi taunya, tapi gengsi mengakui kalau dia lupa , masak iya dia yang masih muda ini udah pikun . kan nggak mungkin . begitu pikirnya .


padahal kalau di fikir lagi kini di jaman yang serba moderen ini , tak mengenal tua atau muda sudah terkenan penyakit gejala pikun dini aja .

__ADS_1


maaf ya lama nggak up , jujur othor agak nggak mood untuk menulis . jangan lupa komen ya guys , komen kalian semangat buat othor .


__ADS_2