
Mendengar suara indah Istrinya membuat Rico semakin bersemangat untuk melakukan aktivitasnya.
Perlahan semakin turun hingga kini tepat pada puncak gunung kembar milik Sifa , sungguh masih tertutup saja dia terpesona apa lagi kalau sudah tak menggunkan kacamata kudanya .
Perlahan tangannya merambah kearah pegununggan yang masih asri karna belum peenah terjamah sama sekali .
Merasakan betapa pas ditangannya kini , tak besar juga tak terlalu kecil , cukup untuk ukuran tubuh Sifa yang munggil .
Semakin lama semakin kuat rem**n Rico . Tak lupa mulutnya juga tak tinggal diam . Mencoba men**su seperti bayi .
Tak tinggal diam , gai**h Rico semakin lama semakin besar hingga dengam sekali tarikan kain tipis seperti saringan tahu itu terbelah menjadi dua , dengan miris kini dia dibuang teronggok di lantai .
Glekkkk....
Dia melihat bagaimana indahnya cipataan tuhan ini , puncak gunung yang tadi tertutup kain lucknut itu kini hanya tertutup kacamata kuda yang tak bisa menampung semua , karena hanya P**ing nya saja yang tertutup.
Sifa bisa merasakan tatapan lapar tersorot dari mata suaminya kini . Dia hanya bisa pasrah , sudah kepalang basah dia juga menginginkanya .
Dengan gerakan cepat kacamata kuda itu kini terlepas dari gunung Sifa , Sifa yang tak menyadari itu semua tepekik kaget dengan kebrutalan suaminya ini .
" Masssss...." . Pekik Sifa kerena kaget tiba tiba penutup gunungnya kini sudah tak di temapatnya.
Tak menggubris pekikan istrinya , yang dia ingginkan hanya menuntaskan Ha**atnya . Tapi sebelum itu dia inggin menyusu dulu dengan Istrinya .
__ADS_1
Melahap satu pucuk gunung istrinya , melahapnya seperti bayi sedang kehausan dan jangan tinggalkan tangan yang satunya masih bekerja keras memerah susu di gunung satunya .
"Massssss.....". ******* lolos dengan sendirinya , semakin meremang tubuhnya hingga terasa akan ada yang keluar dari dalam inti tubuhnya .
Semakin lama dia semakin menekan kepala suaminya ke arah gunungnya .
" Masss , akuh mau pipis ". Dengan nafas tersengal sengal dia berbicara ke suaminya .
Hingga tak berselang lama kini suara lengguhan iyu terdengar semakin keras dengan tubuh bergetar hebat .
Ya Sifa telah mencapai pel***san pertama . Rico melihat peluh membanjiri pelipis istrinya . Dengan lembut dia menyeka peluhnya .
" Bagaimana enak ?". Ucap Rico setelah sekian lama bungkam melihat ekspresi istrinya tadi .
" Kita lanjut sayang , ini pengalama pertama buat kamu dan Mas juga . Jadi kalau kamu merasakan sakit kamu bisa cakar atau gigit punggung Mas saja . Mas dengar jika yang pertama memang akan terasa sakit tapi lama kelamaan aka enak ". ucap Rico sebelum melakukan adefan inti dari ini semua hanya di jawab anggukan kepala istrinya .
Melepaskan kain terakhir yang melekat di tubuh istrinya hingga kini tubuh Sifa bak bayi yang baru saja lahir polos tanpa benang sehelaipun .
Setelah melihat istrinya polos kini giliran Rico melepaskan kain yang melekat di tubuhnya .
Hingga kini mereka sama sama polos seperti bayi .
Mengambil posisi dengan melebarkan kaki Sifa untuk mempermudah penyatuan . Semakin lama dorongan semakin kuat tapi tak bisa membobol gua milik Sifa saat ini .
__ADS_1
Mencoba beberapa kali tapi tak membuahkan hasil membuat Rico yang di kuasai naf** itu mendorong kuat hingga Sifa memekik kesakitan sambil menggigit punggung Rico hingga berdarah untuk menyalurkan rasa sakit yang dia Rasakan .
" Sakittttt.........".
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai , sampai sini dulu ya besok di lanjut lagi .
Maaf kalau adeganya kurang hottt ya . Othor belum pengalaman soalnya ..bye
__ADS_1
See you 🥰