
Haei ini tepat haribke 7 sifa meninggalkan rumah. pagi - pagi sebelum berangkat kerja dia di kagetkan oleh ketukan pintu .
tok… tok … tok
" iya sebentar , saipa pagi - pagi begini udah bertamu . ngak tau apa orang mau berangkat kerja .
ceklek …
" mama , papa . napain kesini .
" kamu ini orang tua dateng bukan di suruh masuk malah tanya duluan .
"masuk ma pa ".
" ada apa pagi - pagi udah ada di kontrakan ku? dengan datar .
" mau lihat aja kami bisa hidup tanpa mama dan papa atau ngak . jawab mama kinar .
" tumben nanya . biasanya juga gak perduli sama aku.
"di sini aku merasa lebih nyaman aja , ngak kayak di rumah . aku ada tapi berasa nggak ada .sambung sifa
" kamu dapat uang buat bayar sewa ini dari mana sif ? tanya papa bayu
" kerja pa .
" kerja dimana "? mama kinar mencoba mencari tau dari mana uang yang di dapat putrinya sampai - sampai bisa memutuskan untuk keluar dari rumah .
" aku dapat uang dari kerja di restoran ma pa , kenapasih ? biasanya juga mama dan papa nggak perduli apa aja yang ku lakukan .
" kamu jangan bicara seperti itu sifa , papa kerja juga buat kamu sama adikmu juga . tutur papa bayu dengam lembt
" sejak kapan papa bisa bicara lembut sama aku , biasanya bicara lembut juga sama sinta .
" dan kalo papa bilang papa kerja buat aku sama sinta , coba aku tanya kapan terakhir kalinya papa kasih aku uang jajan?
diam papa bayu lupa , tepatnya lupa kapan terakhir memberi uang jajan kepada putrinya .
" diemkan ? papa lupa kan ? iya lah lupa orang yang ada di pikiran cuman sinta aja . ketusnya .
" maafin papa sifa , papa bener - bener lupa . papa akan ganti semuanya , dari terakhir papa nggak ngasih kamu uang sampi sekarang
__ADS_1
"tapi papa mohon kamu pulang ya ? pinta papa bayu .
" maaf pa kesalahan papa sama mama nggak cuman di situ aja . masih banyak kesalahan yang nggak mungkin di ceritakan . karna sifa yakin papa dan mama juga udah lupa .
dan untuk kembali ke rumah itu rasanya nggak munggkin karena sifa udah nyaman dengan kehidupan sifa yang sekarang .
papa nggak usah khawatir lagi , sifa nggak akan mengganggu papa mama dan juga sinta lagi .sifa akan berusahan dengan kerja keras sifa sendiri . jadi papa dan mama bisa lebih fokus ngurus sinta tampa harus memikirkan aku lagi . jawab sifa panjang lebar dan tentunya mampu membuat orangtuanya tak mamapu untuk menentang apa yang di inggin kan putrinya .
karena iya tau apa yang iya lakukan selama ini mampu menggoreskan luka dalan untuk putrinya ini.
menjauh mungkin ini jalan yang di pilih sifa untuk mengurangi rasa sakit yang selama ini iya rasakan . selama ini mencoba bersabar dengan keadaan tapi tak cukup untuk menerima semua ketidak adilan yang iya rasakan .
.
.
.
.
.
dan selama dua tahun itu sifa benar - benar membuk tikan bahwa iya tidak akan mengganggu keluarga nya lagi .
bahkan beberapa kali mama dan papa nya datamg hanya untuk membujuk nya pulang tapi hanya mendapatkan penolakan dari nya .
pernah suatu kali papa nya datang dan menawarkan ATM dan kartu kredit untuk biaya hidupnya , tapi sifa tolak dengam halus . dengan bujuk papanya kini sifa hanya memegang kartu ATM saja yang selama ini selalu di isi uang bulanan dari papanya .
yang nominalnya cukup fantastis untuk sifa . tapi sifa tak pernah mengunakan uang yang ada di ATM tersebut . lebih enak makan dengam jerih payahnya dari pada pemberian papanya .
dan selama itu pula sifa di dampinggi teman teman setia nya siapa lagi kalau bukan si nadin , winda , zaki dan juga angga yang senantiasa ada di dekatnya . ada di saat suka maupun duka .
kini sifa memasuki bangku perkuliahan . bertempat di fakultas impianya dengan perjuaangan yang tidak mudah tentunya . dengan beasiswa sifa dapat kuliah di fakultas ternama di kota J tanpa bantuan dari orang tuanya .
" sif hari ini lo kerja apa engak , tanya nadin yang kini adadi taman depan kampus di temani 3 teman lainya .
" kerja , kenapa emang ?"
" enggak kenapa - kanapa sih cuman nanya aja . katanya loe di suruh pulang sama bonyok ?
kemarin sifa di telfon papanya untuk memintanaya pulang karena ada yang mau di katakan . untuk ke sekian kalinya orangtua nya memintanya untuk pulang dan sifa takmampu lagi untuk menolak keinginan orang tuanya .
__ADS_1
" besok gue pulangnya ,"
" tumben loe mau di suruh pulang bisanya selalu ada aja alasan yang loe buat ," sela zaki yang agak aneh dengan teman nya tumben - tumbenan mau pulang. kali ini yang menduga duga tentang apa yang akan papa teman nya ini lakukan
"tau bokap katanya ada yang mau di bicarakan katanya penting ,
" atau jangan jangan bokab loe ngidap penyakit parah dan keingginan terakhirnya mau keteme loe sif? kali ini winda yang menduga duga tentang apa yang akan papa teman nya ini lakukan
" ngaco aja loe , bokap gue sehat ya .
" ya kali ,kan gue cuman nebak doang sif .
" udah - udah gue mau pulang terus berangkat kerja . putus sifa sambil melangkah jauh .
…
" kasian sifa , anak orang kaya tapi harus berjuang bertahan hidup sendiri ." monolog nadin
" iya ya , tapi percuma kalau harta berlimpah tapi nggak ada kebahagiaan di dalam nya .sambung zaki
" tumben kata - kata loe bener zak . tanya angga sambil tertawa terbahak . tumben aja seorang zaki bisa bicara bener
" sialan loe , umpat zaki sambil melempar krikil ke arah angga.
" udah - udah kayak bocah aja lu pada, udah ah mau cabut gae .
…
di tempat karja hari ini sifa bekerja seprti biasanya . selalu menampilkan senyuman dan tak lupa candaanya yang selalu membuat teman - teman nya yang lain tertawa. yah seperti inilah keseharian yang di lakukan sifa kerja kuliah dan kerja lagi .
tertawa hanya untuk menutupi kesesihan yang di rasaka saat ini . harus bekerja keras di usianya yang masih muda , di saat teman - teman sebaya nya main iya malah bekerja banting tulang untuk biaya hidup nya . untumg saja kuliahnya tak perlu membayar.
karena sifa termasuk siswa yang cerdas . tapi iya tak noleh mengeluh , ini adalah jalan yang di pilih sifa dulu dan kini sifa sudah terbiasa oleh hidup kerasnya.
disaat anak sebayanya masih bermanja manja dengan orangtuanya tapi tidak dengam sifa . yang harus menelan kekecewaan terhadap perilaku yang orangtua nya sendiri .
tampa di pungkiri bahwa sifa pun juga iri dengan kehidupan teman- temannya yang hidup harmonis dan juga mendapat kasih sayang penuh daria orangtuanya .
tak perlu hidup mewah dan bekelimang harta yang iya inginkan . tapi hidup hangat dan harmonis yang ia inginkan . kadang iya merasa ini dengan teman - teman nya walaupun hidup pas pasan tapi mereka tetap bahagia dengan keserhanaan nya .
Tapi inilah hidup seorang sifa yang harus hidup dalam kesepian dalam kesendirianya.
__ADS_1