
Hari ini adalah hari terakhir bulan madu Sifa dan Rico , kali ini mereka menghabiskan waktu divilla saja setelah kemarin mereka sempat jalan jalan sebentar beli oleh oleh keluarga dirumah .
Bangun pagi pagi sekali Sifa berkutat didapur membuat sarapan untuk suaminya , menu kali ini adalah Sanwich dan segelas susu .
Selesai membuat sarapan Sifa beranjak keatas membangunkan Rico . Dilihat Rico masih asik bergelut dengam selimut tebalnya karena usara disini memang dinggin sekali .
Membuka Gorden agar cahaya pagi masuk kedalam kamar .
Ehhh ,,,, terdengar lenguhan dari seorang yang merasa terusik mimpi indahnya di ganggu dengan sinar matahari .
" Mas bangun yuk , sudah pagi ". Suara lembut Sifa mencoba membangunkan Rico yang memang orang yang sangat mudah dibangunkan .
" Good morning , Jam berapa yank ". Tanya Rico sambil mengucek matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kemata .
" Good morning Mas , Jam Tuju Mas , bangun yuk terus mandi airnya sudah sifa siapkan ". Layaknya seorang ibu yang sedang membangunkan anaknya .
" Baiklah , mas mandi dulu tolong kamu siapkan baju ya ?". Ucap Rico dijawab anggukan Sifa .
Sifa bergegas mengambilkan pakaian Suaminya , sambil sedikit menata barang bawaannya yang akan mereka bawa pulang besok pagi .
Sekitar sepuluh menit akhirnya Rico keluar juga , mengambil pakaian yang sudah disiapkan Sifa sebelumnya .
Dengan telaten Sifa membantu suaminya mengenakan bajunya , dia sudah sedikit terbiasa demagn tingkah absurd suaminya ini jadi inggin apapun akan Sifa turuti .
__ADS_1
" Dah selesai , sekarang kita turun aku sudah bikin sarapan buat kita ". Ucap Sifa sambil menuntun suaminya keluar kamar .
Setelah sampai di meja makan Rici duduk menanti istrinya sedang menyiapkan makanannya " Kamu masak apa hari ini ? ".
" Cuma buat sandwich nggak apa apa kan ?".
" Nggak apa apa yang penting kamu yang masak Mas selalu suka ".
Mereka melanjutkan sarapanya sambil bercerita tentang keseharian dan kesibukan yang mereka alami .
Maklum saja mereka baru menyandang status suami istri tanpa melakukan pacaran terlebih dahulu .
Jadi mereka harus mulai terbiasa denga kebiasaan dan juga kesukaan mereka dari sekarang . Agar nanti mereka bisa menjalani pernikahan denagan nyaman .
Selesai sarapan dan bercerita ngalur ngidul mereka memutuskan untuk kembali kekamar dan mulai paking hari ini agar nanti malam bisa istirahat .
" Enggak apa apa Mas , Sifa malah senang bisa dekat dengan keluarga Mas yang sekarang menjadi keluarga ku '". Ucap Sifa
" Syukurlah kalau kamu mau , Kalau kamu tidak mau tinggal disana rencana mas akan belikan Rumah ".
"Enggak perlu mas , Sifa suka kok ".
" Okey , nanti kalau kamu inggin kita menginap dirumah papa kamu kamu bilang ya ".
__ADS_1
" Iya ". Sebenarnya Sifa agak enggak bisa jika mengajak suaminya kerumah papanya , bukan karena malu atau apa . Sifa hanya enggak nyaman jika tinggal disana
Entah karena apa dia sampai bisa seperti itu atai karena dia terbiasa hidup tanpa kasih sayang orang tuanya . Bahkan selama dia tinggal dirumah orangtuanya dia tinggal di paviliun tempat pelayan .
Melihat wajah sendu istrinya tentang dia yang menyinggung tentang orang tua istrinya dia merasa tak enak .
Direngkuhnya tubuh munggil istrinya itu , dia tau bagaimana istrinya hidup salam ini , jauh dari kata layak dan harus berjuang sendiri untuk hidupnya .
'"Maafkan mas ,mengingatkan kamu tentang ketidak adilan orangtuamu". Ucap Rico sambil menenangkan istrinya yang mulai terisak dipelukannya .
Mendengar Rico tau tentang hidupnya selama ini Sifa kaget bagaimana bisa suaminya tau dia tak pernah bicara tentang apa yang dia alami selam ini .
" Mas tau semuanya kamu nggak perlu kuwatir lagi . Mas akan jaga kamu , kamu nggak sendiri lagi sayank". Ucap Rico .
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung ....