
Sifa Mencari Rico dikamar ternyata tidak ada , dikamar mandi juga tidak ada , ternyara suaminya ada di balkon kamar mereka berdiam diri sambil merokok .
Kebiasaan Rico jika perasaannya kalut adalah melampiaskan ke rokok dari pada minum minuman dia bar . Selain dia nggak suka kebisingan juga di pikir jika dia minum pasti akan mabuk dan akanmerugikan dirinya sendiri .
Ya , Walaupum dia tau bahwa merokokpun sama saja dengan minum alkohol ,tapi paling tidak di tak samapi mabuk apalagi kecanduan.
" Mas ". Panggil Sifa pelan tapi tak mendapat sautan sama sekali dari Rico .
" Bagaimana ini ,,,,,,,". Batin Sifa
Berjalan mendekat duduk di samping suaminya , tapi tak membuat Rico menoleh sedikitpun .
" Mas , maafin Sifa ya . Sifa nggak bermaksut buat Mas marah sama kata Sifa barusan ". Tetap tak ada sautan dari Rico .
Rico hanya inggin meliahat bagaimana usaha Sifa meminta maaf kepadanya . Sambil menyenderkan tubuhnya kesandaran sofa , dan jangan lupakan mulutnya yamg terus mengepulkan asap itu .
" Mas ngrokok ya , sejak kapan ?".
". Massss, mas Sifa minta maaf ya? Sifa janji nggak akan bicara seperti itu lagi ". rengek Sifa sambil menyenderkan kepalanya di bahu Rico . Walaupun dia terganggu dengan asap rokok Rico itu .
" Mas ihhh , kenapa nggak jawab permintaan maaf Sifa". Ucap Sifa dengan mata berkaca kaca .
Lelah meminta maaf tapi tak mendapat sautan sama sekali akhirnya Sifa menyerah" Ya sudah kalau Mas nggak mau maafin Sifa ". Ucapnya sambil beranjak dari duduknya .
Melihat istrinya yang merajuk membuat Rico kalamg kabut . Niat hati inggin membuat Sifa jera dengan mendiami Sifa samapi pagi gagal sudah melihat istrinya mgambek .
__ADS_1
Kan berabe kalau puasa Rico di perpanjang , ini aja dia sudah menahan agar tak khilaf menyentuh instrinya .
" Mau kemana " tanya rico sambil memegang tangam Sifa .
" Mau kedapur makan ". jawab Sifa ketus .
" Kamu nggak ada niatan buat bujuk Mas gitu ?".
" Tadinya ada tapi sekarang udah nggak ".
" Kenapa ". Tanya Rico penasaran .
" Kerana Mas terua nyuekin aku , apalagi itu Mas ngerokok aku nggak suka ". Jawab Sifa masih dengan nada ketus .
" Puasa mas dihapus , tapi karena Mas nyuekin aku ya nggak jadi . Aku fikir Mas bakalan kuta tanpa nyentuh aku seminggu kedepan ".
" A....apa puasa mas dihapus itu artinya malam ini mas nggak jadi puasa donk ?". Tanya Rico semangat tampa perfikir lagi denga kalimat terakhir istrinya .
" ya sudah ayo yank mas udah nggak marah sama kamu ". lanjut Rico dia semangat empat lima karen istrinya mencabut hukumanya .
" Mas nggak dengar kaliamat terakhir aku tadi ". Tanya Sifa yang Dijawab dengan wajah bodoh Rico yang mencoba mengingat apa yang di ucapkan Sifa .
" Apa yank Mas lupa ". Rico benar benar lupa apa yang di ucap Sifq barusan .
Huffffg...... Menarik nafas panjang Sifa akhirnya mengulang kalimat yang dia ucapkan tadi .
__ADS_1
" APAAAA?". Teriak Rico syok dengan perkataan istrinya " Satu minggu ? ". Ulangnya .
" Hemmm ". Jawab Sifa malas sebenarnya bersoeah gembira didalm hati karena berhasil mengerjai Rico .
" Mana bisa begi yank" . Rengek Rico sambil memeluk Sifa .
" Bisalah , siapa suruh mas nyuekin aku . Ini juga hukuman buat Mas yang tadi ngerokok . Dak sana minggir . ". Jawab Sifa sambil berlalu keluar kamar .
" Yank , nggak bisa begitu donk?. Yank mau kemana kamu ?". Teriak Rico karena dia dia tinggal Istrinya keluar kamar
" Makan , laper ". Jawab Sifa sambil berteriak tanpa menghentikan langkahnya menuruni tangga.
.
.
.
.
.
.
bersambung ....
__ADS_1