
Pagi pagi sekali keluarga Wijaya dan Permana sudah cek out dari hotel tempat mereka menginap kamarin .
Mereka sengaja tidak menunggu pasangan pengantin baru itu , mungkin mereka paham dengan apa yang di kerjakan pasutri baru tersebut.
Tadi sebelum mereka keluar hotel Rico datang kekamar papa dan mamanya , dia bilang inggin menghabiskan masa liburnya di luar rumah sekaligus hanymoon .
Dan pastinya mereka menyetujui keingginan Rico , karena mereka ingin cepat cepat menimang cucu . Tinggal tugas papa Agus membujuk Andre supaya cepat menikah dan memberikan mereka cucu juga .
.
.
.
.
.
Di kamar , setelah dari luar memberitahu keluarganya keingginannya kini Rico kembali merebahkan tubuhnya di samping istrinya .
Menarik lembut di benamkan tubuh munggil istrinya yang kini menjadi candu untuknya .
Mencium pucak kepala istrinya menghirup aroma shampo yang semalam digunakan , jika mengingat bagaimana bringasnya dia menggarap istrinya sungguh merasa kasian kepada istrinya .
Setelah drama tawar menawar tadi malam , mereka melanjutkan kejiatan enak enak sampai pagi menjelang .
Tak terasa kini Rico kembali terlelap sambil memeluk istrinya . Hingga tepat pukul 11.00 Sifa mulai mengerjapkan matanya , menyesuaikan cahaya yang masuk kemata . Sedikit mengingat apa yang sebelumnya terjadi hingga .
" Ini jam berapa ? ". Dengan suara serak khas bangun tidur dia mencoba bangun dari tidurnya tapi tertahan karena merasakan lengan kokok nan berotot tengah melingkar di perutnya .
__ADS_1
Hampir saja dia teriak tapi urung dia lakukan ketika mengingat kemarin dia baru saja melangsungkan pernikahan yang artinya ini lengan milik suaminya .
Di toleh kearah pemilik lengan , Menghembuskan nafas lega ternyata benar Ricolah yang memeluk dirinya .
Dengan perlahan diturunkan lengan Rico , dia tak inggin menganggu tidur suaminya . Tapi belum semapat lengan itu turun kini malah kembali membelit perutnya dan semakin kencang .
" Mau kemana hemm?". ternyata Rico sudah kebangun ketika merasakan pergerakan istrinya .
" Mau turun Mas , enggak enak sama keluarga kita . Pasti mereka sedang menunggu kita ".
" Mereka sudah pulang dari tadi pagi , Jadi kamu nggak usah merasa enggak enak lagi ". Kembali merengkuh tubuh istrinya dengan kepala di telusupkan di punggung Sifa .
" Apa tadi pagi ? , ini jam berapa ?". Gumanya sambil mencari dimana letak jam dinding . Alangkah terkejutnya dia ternyata ini sudah siang.
Pantas saja merasa lapar saat ini .
" Kenapa Mas enggak bangunin aku ?".
" Huffffft.... Ya sudah lah, lepas dulu mas aku mau kekamar mandi ".
" Nanti aja yank ".
" kebelet Mas , mau aku pipis di sini ? ".
" Ya sudah , kamu kekamar mandi dulu . Mas mau pesan makanan , pasti kamu laparkan ? ". Putus Rico .
Sebenarnya dia tak inggin melepaskan istrinya , tapidia juga tak inggin sampai istrinya sakit. Kerana tadi dia sesikit mendengar ketika cacing istrinya protes minta gizi .
Dan dengan berah hati dia melepaskan istrinya .
__ADS_1
Berjalan terseok seok kearah kamar mandi , area intinya masih terasa perih . Tapi dia inggin mandi badannya terasa lengket setelah pertemouran mereka semalam .
Berhenti di depan wastapel membuka handuk kimon yang semalam dia pakai untuk menutup tubuh polosnya .
" Masssssssss........" Teriak Sifa kaget dengan apa yang dia lihat . Tanda cinta suaminya terukir indah dari leher hingga keperut ratanya tak ada yang terlewatkan .
Keterlaluan Suaminya ini ....
Hufffffff.....
.
.
.
.
.
.
.
. Bersambung .....
Hai gais , aku kembali lagi .
Sebentar lagi akan menuju kekonflik ya , pantengin terus ya .
__ADS_1
Kalau kaluian merasa cerita ini alurnya berantakan mohon maaf ya .
See you 🥰