
Sudah cukup intik berfikir lagi , dia sudah lama berada di dalam kamar mandi tapi tak melakukan apa apa .
Ceklek
Mendengar pintu kamar mandi terbuka membuat focus Rico sebelumnya kearah HP kini beralih kearah sumber suara . Tatapan menyerit heran kenapa pula Sifa masih menggunakan gaun itu , bukan kah dia sudah lama berada dikamar mandi .
" Mas , boleh minta tolong ". pinta Sifa lirih hampir tak terdengar di telinga Rico .
Sungguh malu sekali saat ini .
" Minta tolong apa ?". Heran Rico .
" Tolong bantu buka gaunnya , resletingnya di belkang tangganku enggak sampai ". Ucapnya malu .
" Sini ". Melambaikan tangannya meminta Sifa berjalan kearahnya , setelah sampai Sifa langsung berbalik Memunggungi Rico menunjukkan dimana letak Resletingnya " Kenapa nggak dari tadi kamu minta tolongnya hemmm ". Roco Bicara lembut samnil tangannya bergerak membuka Resleting gaun tersebut .
Tanpa sengaja tangannya menyentuh punggung halus milik Istrinya , Mereka merasakan desiran darah mereka yang mulai tak terkendali .
Sreeeeekkk........Resleting berhasil terbuka menampilkan punggung putih nan mulus milih Sifa .
Clegukkkk ,,,, Rico hanya bisa meneguk salivanya susah payah ,bukan hanya itu ada reaksi aneh di dalam tubuhnya saat ini , serasa panas membakar hati dan fikiranya .
" baru lihat punggungnya aja sudah kepanasan apa lagi lihat yang lainya ". Batin Rico menjerit dengan godaan ini .
__ADS_1
" Su .... Sudah terbuka ". Berbicara gugup karna berusaha menahan gejolak aneh yang baru pertama kali dia rasakan .
" Terimaksih Mas ". sahut malu malu , sambil berlari kearah kamar mandi lagi .
Menutup pintu kamar dan bersender , sungguh jantungnya serasa lari dalam tubuhnya . Ya tuhan apa lagi ini , mungkinkah semua wanita mengalami ini setelah menikah .
Hufffff.......
Menarik nafas dalam , yang hanya inghin dilakukan adalah berendam , semoga saja dengan berendam bukan hanya tubuhnya yang rileks tapi pikiran kotor yang tadi melintas hilang juga.
Sedangkan di kamar tidur ada Rico sedang merayu si adik kecilnya segera tidur , kalau adiknya tak segera tidur entak apa yang terjadi nanti selanjutnya dia tak tau . Bahkan hanya merasakan sedikit sentuhan di punggung Sifa efeknya luar biasa seperti ini apa lagi merasakan yang lainnya .
Ohhh astaga pikiran macam apa ini , cepat cepat Rico menggelengkan kepalanya .
Ceklek ......
Harapan tinggal harapan , ternyata Rico masih belum tidur . Menutupi gugupnya Sifa bertanya ". Mas belum tidur?".
" Belum mas sengaja nunggu kamu , Ada yang mau Mas bicarakan ". Jawab Rico sambil meletakkan Hpnya ,dan beralih menatap Sifa .
Melihat suaminya menatapnya degub jantung Sifa tang semula normal kembali berpacu , apalagi dengan keadaanya yang masih memakai jubah mandi . terkesan menatang saja ini .
" ehemmm , i.... Iya mas . Sebentar Sifa ganti baju dulu ". ucapnya Di jawab anggukan Rico .
__ADS_1
Berjalan pelan menuju kearah koper mereka yang tadi sempat di bawakan pelayan hotel , membuka memulia memilah milah mana baju yang akan dia pakai .
" Dimana baju yang kemari aku masukkan kenapa tidak ada ? Dan baju apa ini kenapa tipis sekali . Baju siapa ini ? ". Binggungnya .
Melihat istrinya dari arah temaptnya duduk dapat Rico tau bahwa istrinya sedang kebinggungan . Beranjak dari tempat dudunya menghampiri strinya melihat apa yang dia cari .
"Kamu lagi cari apa ? Kenapa kamu berantakin isi kopermu ? ". Heran Rico.
.
.
.
.
.
.
. Hai aku datang lagi . Maaf kalau banyak typo ya ...
. See you🥰
__ADS_1