
sesampainya di dalam kamar sifa menumpahkan semua tangisnya .
*tuhan mengapa , mengapa harus aku yamg harus merasakan ini semua . aku juga anak nya , aku juga inggin merasaka kasih sangan orang tua ku .
tak bisa kah mereka menoleh sedikit untuk ku ,tak bisa kah mereka menghargai kehadiran ku .akupun tak ingin hadir di dunia jika ini yang kudapat kan .
sampai kapan tuhan , sampai kapan* .
hiks … hiks…hiks
tok…tok…tok
" non , no sifa …" pangil bi inah
bi inah sangat mencemaskan nona mudanya , ya tadi tak sengaja mendengar apa yang di katakan oleh pak bayu .
sebenarnya bik inah kasihan terhadap sifa , tapi bagaimanapun dia di sini cuman asisten rumah tangga . tak nerani membela nona mudanya .
ceklek…………
" iya bik ada apa " sifa keluar dengan mata sembab habis menangis .
" nona di panggil tuan untuk makan malam", lanjut bik inah
melihat mata sembab sifa bi inah dapat merasakan perasaan sakitnya . bi inah lah yang selama ini merawat dan menjaga sifa kecil ketika orang tuanya sedang sibuk mencurahkan kasih sayangnya pada sinta .
"kasihan sekali kamu non, jika bibik punya kuasa akan bibik bawa kamu non . kita hidup bersama suka duka non. maafkan bibik yang tak bisa apa-apa ini non ", batin bik inah menjerit.
" katakan pada mereka aku masih kenyang bik ,",
" tapi non , nanti non sifa sajit jika tak segera makan ", sela bi inah
" aku tak akan kenapa -napa bik , percayalah " jawab sifa sambi menggenggam tangan bik inah .
" baiklah non , ", putus bik inah .
sedangkan di meja makan terdapat keluarga kecil yang sedang makan dan diselinggi canda tawa dari orang yang ada di sana .
kalo kalian tanya apa mereka tak menunggu sifa , jawabanya tidak .
mereka bahkan takkan perduli jika sifa makan ataupun tidak. yang merekan pentingkan adalah anal kesanyangan mereka yaitu sinta , jangan sampai kekurangan kasih sayang .
jahat memang tapi inilah realita kehidupan yang di jalani oleh sifa . tak di anggap bahkan dengan keluarga kandungnya sendiri .
"maaf tuan non sifa menolah untuk makan , katanya masih kenyang ", bik inah memberi tahu
"maunya apa lagi anak itu pah , semakin dewasa semakin susah di atur . nggak kayak sinta yang selalu nurut .", jawab mama kinar dengan emosi .
" entah lah mah , biarkan saja dia . jika lapar pasti cari sendiri ", jawab papa bayu
" alah , paling marah karena papa sama mama ngak mau ambilkan rapot kak sifa . dasar cengeng ", sela sinta , yang memang tak menukai adanya sifa di hidup mereka.
__ADS_1
yah sifa , gadis manis dengan tinggi proporsioanl , kulit putih , dan juga wajah oriental khas wanita asia . namun sayang kesempurnaan yang dia miliki berbanding terbalik dengan kehidupan yang dia jalani .
bahkan kecantikannya ini membut saudaranya sinta iri dengan nya .
dengan berbagai cara dia mencoba merebut apa yang di miliki oleh kakaknya , tak terkecuali kasih sayang orang tua nya .
yah bahkan dengan sadis sinta meminta orang tua nya memindahkan sifa dari rumah utama ke paviliun belakang rumah . paviliun yang sebenarnya di gunakan umtuk tempat istirahat pembantu di ruamah tersebut.
dengan dalih bahwa setiap melihat sifa , sinta akan merasakan sakit di dadanya . terdengar aneh memang tapi ini lah kenyataanya .
bahkan orang tuanya tak ada sedikitpun pembelaan untuk sifa kala itu.
yang mereka butuhkan adalah kenyamanan sinta .
sifa menerima semua itu , walau dengan rasa sakit yang menjalar di hatinya .
tak apa jika itu maumu , begitu katanya .
" sudah - sudah cepat selesaikan makannya sayang , ngak usah mikirin sifa . ", sela mama kinar dengan bahasa yang lembut.
" besok kita akan lakukan cek up di RS ya sayang , asisten papa sudah buat janji dengan dokternya .", papa bayu mengalihkan pembicaraan . dan tentunya dengan bahasa yang lembut .
" tapi aku mau cek up nya di temani papa sama mama…; pinta sinta dengan manja .
" iya sayang , papa sama mama akan temenin kamu cek up . kamu jangan khawatir ya ,,,,", jawab mama kinar lembut sambil membelai rambut sinta.
" iya sayang , papa akan kosongkan jadwal besok , hanya untuk putri kesayangan papa ", kata papa bayu.
" seneng banget ma , trimakasih ya mah,", jawab sinta sambil memeluk mamanya .
" *rasain lo sifa , emang enak di cuekin sama mama dan papa . perlahan lahan lo akan gue pastikan keluar dari rumah ini , bahakan dari hati mama dan papa. ", batin sinta sambil tersenyum meneringai .
" ya tuhan kasihan sekali non sifa , " batin bik inah yang masih menyaksikan adegan yang ada di depanyan* .
tapmpa mereka ketahui bahwa , sifa sedang mendengarkan percakapan orangtua nya .
sakit serasa di hantam seribu duri , itu yang di rasakan . apa bedanya dia dengan adik nya . mereka sama - sama anak kandungnya .
tapi perlakuan mereka seolah olah sifa bukan dari keluarga mereka.
sifa berjalan kedalam kamar dengan tatapan kosong , hatinya remuk redam .
pagi menjelang , hari ini adalah hari di mana pengambilan rapot bagi sifa dan juga sinta . tapi bedanya jika sinta di ambil oleh kedua orang tuanya maka kebalikannya dengan sifa yang kali ini rapotnya di ambilkan oleh bik inah .
bukan hanya kali ini bahkan dulu hari pertama sifa masuk sekolah paud , bik inah lah yang menemani dan yang mengambil rapotnya .
jika di tanya di mana orang tuanya jawabnya tetap sama . lagi sibuk mencurahkan kasih sayang nya untuk sinta .
sampai mereka lupa dengan anak yang lainnya.
setelah bersiap sinta keluar dari kamarnya .
__ADS_1
" bik , sudah siap? ", sinta
" sudah non , ayo keburu telat dapat angkotnya karena kesiangan .", jawab bik inah
" ya udah ayok ", gandeng sifa sambil tersenyum bahagia .
di saudah memutuskan untuk tak berharap lagi kepada orang tuanya . dia akan belajar memulai hidup mandiri tanpa bantuan dari orang tuanya .
di teras dia berpapasan dengan orang tuanya yang juga akan mengambil rapot sinta .
" kamu jadi ambil rapot sama bik inah ", papah bayu bertanya kepada sifa .
" iya ", jawab sifa dengan nada datar tampa ekspresi .
sinta yang melihat itu semua hanya tersenyum mengejek .
sifa berjalan melewati orang tuanya tanpa menoleh ke orangtuanya .
" mari tuan " , sapa bik inah sambil mengejar langkah sifa yang sudah jalan dulu .
"hemmm", jawaban papa bayu .
" rasain loe , emang enak . ", batin sinta menyeringai .
" sudah ayo kita berangkat pa keburu telat kita nanti . ", pinta mama kinar
" iya ayo ma , ayo sayang " ajak pak baju pada anak dan istrinya .
" jalan pak ", titah pak bayu
" baik tuan ", pak joko hormat
sesambainya di sekolah sifa memita bik inah utuk antri pengambilan rapot di ruang kelas , sedangkan sifa berjalan ke taman inggin bertemu dengan ke empat teman setianya .
" hai ", sapa sifa
" woi , hai ", jawab nadin
" hai juga sifa cantik ", sapa angga teman somplak nya .
" wih tambah cantik aja lo sif. ", kali ini zaki yang nimbrung
" emang dari orok gue udah cantik , jadi yang lo bilang tadi fakta ya ", jawab sifa demgan pedenya .
" dasar edan , playboy lo salah tempat cuy , sifa lo kadalin kagak mempan ."; sela winda .
mereka berempat adalah teman sinta dari SD , SMP , sampai SMA . karena sifa memang sekolah di salah satu negri di kota J .
berbeda dengan sinta yang bersekolah di tempat yang elit , dengan standart internasional .
yang tentunya semua murid di sana dari kalangan pebisnis .
__ADS_1