
" ehh , pada tai lowongan kerja ngak sih lo pada .? sifa bertanya dengan pandangan lurus ke depan .
" nape emang nya sif , lu mau kerja ? sahut angga yang heran kenapa sifa tanya tentang pekerjaan .
padahal yang iya tau sifa merupakan anak dari salah satu pengusaha yang yang cukup terkenal di kota J.
" gue mau kerja , udah nggak di kasih uang jajan sama ortu dari bulan kemaren . ini aja gue kesini pakek uang tabungan gue . tabungan gue tinggal dikit udah abis .mau makan apa gue nanti klo gak kerja " sambung sifa
" gile bener ortu lo sif , kebangetan amat . sahut zaki yang keheranan.
paling juga di pengaruhi ama si kadal (sinta) , tambah nadin dengan greget nya .
" di kafe langganan gue kayak buka lowongan dah ,tapi kagak tau ni gue masih apa udah keisi . lumayan lah sif buat tambah - tambah uang lo .sahut angga
boleh , nanti lo kirim alamatnya ke gue , tar gue lesana . manatau masih bukak tu lowongan
" oke , siap cantik nya abang , " jawab angga kegenitan
sedangkan di kafe tempat sifa melamar pekerjaan dia di terima di bagian asisten chef .
karena kemampun sifa yang mahir memasak dia di terima bahkan langsung di suruhbunruk bekerja hari itu juga .
" selamat ya kamu di teriman di resto ini , semoga kamu betah kerja disini . jelas menejer resto sambil menjaba tangan sifa
" terimakasih pak atas kesempatan nya , saya nggak akan mengecewakan bapak , balas sifa sambil menjabatangan menejer tersebut .
" ayo saya tunjukkan tempat kamu bekerja .
pukul 9 malam sifa baru saja sampai di rumah dengan di antar abang ojek langganannya . dengan langkah gontai sifa memasuki paviliun tempat tinggal nya untuk sekarang ini .
setelah meletkkan tas , di bergegas ke kamar mndi untuk membersihkan diri .
karena seharian bekerja penuh dengan peluh .
setelah bebersih di lanjutkan dengan berbaring di kasur empuknya yang seakam memanggilnya untuk di merebahkan badan lelah sifa .
lelah memang tapi ini lah keadaan yang harus iya jalani . menatap lagit - langit kamar sambil merencanakan hidup kedepan seperti apa.
berencana akan meninggalkan rumah dengan ngekos di yempat yang dekat dengan tempat nya bekerja . dan juga agar iya bisa jauh dari penyakit hati yang selama ini mendera tiap kali melihat adegan mesra yang di tunjukan adik dan juga orang tuanya .
hufffff..........
helaham nafahnya serasa dalam , beban beratnya di pikul seorang diri .tampa ada yamg tau derita yang selam ini iya rasakan .
"bantu aku tuhan ,,,,,,batinnya
pagi menyapa dengan munculnya sang surya yang menghangat kan badan setelh semalam bumi diguyur hujan deras .
hari ini sudah memasuki masa libur sekolah , jika anak - anak pada umumnya akan lerlibur , nongrong maupun rebahan , tidak berlaku pada sifa .
hari liburnya akan di pergunakan untuk bekerja menyambung hidup , dan jari ini iya berencana inggin melihat kontrakan yang akan iya tempati .
sore hari sekitar jam 4 sifa sudah keluar dari tempat nya bekerja . dan kan di lanjutkan dengan melihat kontrakan yang akan iya tinggali .
" ini dek rumahnya , baru aja di kosongkan karena penyewa sebelumnya pindah ikut suami ke kota sebelah ," terang pemilik kontarkan .
" iya pak , saya suka sama tempat dan lingkungannya . jadi saya ambilnya .
iya dek ini kuncinya . mau di tempati kapan ya kalo boleh bapak tau ?
besok sudah mulai saya tempati pak ,
barang - barang saya mungakin saya bawa sekalian besok " jelas sifa
__ADS_1
oalah , iya dek besok bapak akan suruh orang untuk membersihakan supaya cepat di tinggali .
" iya pak trimakasih ya .
" sama - sama dek .
setelah melakukan pembayaran uang sewa kontrakan, sifa pulang untuk mempersiapkan barang yang akan iya bawa ke kontrakan besok .
tak banyak yang iya bawa karena memang sifa tak punya barang yang banyak . bahkan tak ada barang berharga yang iya punya .
satu - satunya barang berharga yang iya punya hanya nyawa saja . selain itu tak ada .
" dari mana aja kamu , berangkat pagi baru pulang menjelang malam begini ? apa ini kelakuan kamu ?
tanya mama kinar kesal
" main ." jawab sifa datar . tampa banyak kata iya langsung menuju paviliun belakang rumah utama.
"apa ini kelakuan kamu kalo di tanya sama orang tua sifa ! heyyyy berhenti sifa !
tak ingin mendgarkan kata- kata kasar yang kakan di lontarkan mamanya iya lebih memilih tak berhenti . capek hati dan juga badan itu yang di rasakan sifa saat ini .
iya tau bahkan sangat tau kalau apa yang iya perbuat kepada mamanya hari ini salah . tapi inilah pilihan yang iya pilih , memilih diam dan pergi dari tempat yamg dulu memberikan kebahagiaan kini hanya siksaan batin yang iya dapatkan.
maafkan aku ma , tapi inilah jalan yang memang mama dan papa mau . setelah ini mama gak akan repot untuk sekedar memikirkan aku lagi . batin sifa sambil terus melanjutkan jalannya.
di dalam kamar .
"loh non mau kemana , kenapa barang - barangnya di beresin le koper "
" iya bik , aku mulai besok udah mau nempati kontrkan yang aku sewa bik "
" tapi non , nin siap yang akan menjaga di sana " tanya bik inah sendu .
" nanti bibik bisa main ke tempat ku ngontak ya , janhan sedih dong . di peluknya tubuh bik inah dengam sayang
" iya non , tapi non harus janji sering - sering terlfin bik inah ya . supaya bik inah nggak khawatir sama non sifa.
" siap bik . jawab sifa sabil horat komandan .
hahahahahahaha....... tawa mereka berdua .
" ya sudah sini bibik bantu non.tawar bik inah
" tak apa bik , bibik lanjut kerja aja lagian ini juga ngak banyak barang yang akan aku bawa kok .
" ya sudah bibik tinggal dulu ya non.
" iya bik .
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
pagi menjelang hari ini sifa sengaja berangkat agak siang karena ingin menghindari papa dan mamanya .
iya sengaja tak memberi tahu merekan tentang kepergianya . toh di beritahu maupun tidak tak ada bedanya , begitu pikirnya .
jam 10 pagi setelah semua orang sudah berangkat ke RS untuk menemani sinta cek up . sifa berangkat dengan di temani bik inah menggunakan taxi .
sebelum mereka persi sifa terlebih dahulu memberi pesan kepada maid yang bekerja di rumahnya untuk tutup mulut jika ada yang bertanya di mana keberadaanya .
.
.
.
.
.
.sesampainya di kontakan bik inah membantu sifa beres - beres sebelum pulang bik inah memberikan sedikit uang untuk sifa gunakan sebagai pegangan .
tapi dengam halus sifa menolah itu semua . iya tak inggin merepotkan bik inah lagi . cukup selama ini iya merepotkan bik inak . sekarang tidak lagi .
lagipula iya sudah bekerja dan bisa bertanggung jawab dengan kehidupanyan sendiri .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tak kerasa sudah 1 minggu sifa keluar dari rumah dan selama itu pula orang tua nya tak tau jika anak nya tak lagi tinggal di rumah .
" mah , kenap beberapa hari ini papa nggak lihat sifa di rumah ya . tanya papa bayu sambil makan cemilan yang di bawakan istrinya .
" mamah juga ngak tau pa, paling juga main tu anak . kemarin aja mama lihat sifa berangkat pagi pulang nya hampir malam , mama tanya jawabnya cuman main . jawab mama kinar sekenanya .
" apa dia marah karena kita lagi - lagi ngak bisa ngambil rapot nya ya ma pikir papa bayu .
" mungkin aja pa , tapi dianya aja yang nggak ngerti keadaan pa . seharunya dia itu ngalah sama adiknya . papa kan tau giama keadaan sinta .
" iya ma , papa tau tapi apa kita ini nggak keterlaluan ya sama sifa .
" maksud papa gimana sih , mama nggak ngerti ?
" apa kelakuan kita ini patut di benarkan , papa rasa kita ini terlalu tak memperhatikan lagi sifa . papa bayu mulai berfikir .
" seharusnya sifa itu yang harus ngerti kita pa , kita ini melakukan ini semu juga untuk kebaikan sinta .sinta itu adik nya sifa jadi sudah sewajarnya kalau kita lebih perhatian sama sinta .
papa kan tau keadaanya sinta kayak gimana .
__ADS_1
tampa mereka sadari bahwa apa yang mereka lakukan adalah kesalahan besar . dengan membeda bedakan anak . bahkan dengan sadar mereka menelantarka putri pertamanya .