
Pagi hari tepat pukul 5 pagi Sifa bangun dan bersiap ke dapur untuk memasak sarapan untuk Rico. Tapi sebelum itu dia ke kamar mandi untuk mencuci muga agar tak mengantuk saat memasak .
Menu sarapan kali ini adalah nasi goreng seafood di tamabah dengan kerupuk udang .
Selesai memasak kini di lanjut dengan menata masakan ke dalam kotak makan yang sudah di beli tadi malam . selesai dengam masakan kini Sifa beralih membersihkan dapur agar tetap bersih .
sambil menunggu jemputan Sifa tinggal mandi , supaya ketika jemputan datang tak perlu menunggunya terlalu lama . kasian juga kan kalau Rico menunggu lama .
Tepat pukul 7 pagi mobil jemputan datang , di kendarai sopir pribadi keluarga Wijaya kini Sifa sudah ada di dalam perjalanan . jalan masih limayan lenggang karena belum banyak kendaraan karyawan yang berangkat kerja . Tak berselang lama kini mobil yang di tumpangi Sifa memasuki kawasan perumahan elit . merasa aneh saja bukan kah dia akan ke kantor Wijaya kenapa ini malah ke perumahan elit ? .
Melihat kebingungan Sifa pak sopir memberi tahu bahwa Sifa di suruh untukndatang ke rumah Wijaya bukan ke kantornya .
" Tuan besar menyuruh saya mengatar Nona ke rumah non , bukan ke kantor ". suara pak sopir melihat wajah tegang Sifa dari kaca sepion .
" Tapi kata Mas Rico saya di suruh ke kantor pak ?".
" Tuan Rico menunggun anda di rumah Non . nyonya inggin bertemu dengan anda ".
Mendengar kata Mama Rico inggin bertemu dengan dia membuat perasaan Sifa semakin gelisah saja . bagai mana kalau mamanya Rico tak menerima dia , bagaimana kalau mamanya galak dan suka menindas , ohhh sungguh kepala Sifa di isi dengan hal negatif . maklum saja dia korban dari sinetron ikan terbang .
Melihat raut gelisah dari wajah Sifa pak supir mengerti tentang apa yang di rasakan Sifa saat ini . Maklum saja pertama kali ketemu sama calon mertua . tak bisa di pungkiri bahwa memang setiap orang akan merasakan hal yang sama dengan yang di rasakan Sifa saat ini .
Takut di tolak , takut di hina pasti .
" Nyonya bukan orang yang sombong kok non , Nona jangan khawatir . Nyunya Rahayu tipe ibu yang sangat menyayangi anaknya . bahkan beliau sebenarnya menginginkan anak perempuan , tapi apa mau dikata tak munggkin Nyonya kembali mengandung . Jadi Nona jangan khawatir .
Mendengar apa yang di katakan pak sopir tadi mampu membuat Sifa sedikit tenang " Saya hanya merasa gugup pak , karena saya belum pernah bertemu dengan mamanya Mas Rico sebelumnya . "
" saya mengerti Non , saya dulu juga begitu ketika mau kelemu sama calom mertua saya ". hahahaha ". sedikit banyolan pak sopir
" Benarkah ? ".
" Iya non dan itu manusiawi , semua orang merasaknya. ".
" " Trimakasih pak , bapak sudah menghibur saya ."
" Sama - Sama non ".
Tak lama kini mobil yang membawa Sifa sampai di pekarangan rumah mewah nan megah milik keluarga Wijaya . tak berbeda jauh dari rumah yang dulu dia tempati bersama orang tuanya.
Menarik nafas lalu hembuskam itu yang bisa di lakukan untuk mengurangi rasa gugup yang di rasakan saat ini . turun dari mobil mulai bejalan kearah pintu utama yang menjulang tinggi .
Ragu - ragu inggin mengetuk pintu ,tapi sebelum itu ternyata dari dalam ada yang membuka pintu . betapa kagetnya ternyata yang membuka adalah wanita paruh baya yang masih cantik di usianya yang terbilang tak muda lagi itu.
" Kamu Sifa ya ?". tanya wanita tersebut yang tak lain tak bukan adalah mama Rahayu .
__ADS_1
" I,,,,Iya nyonya saya Sifa ".
" Ya ampun kamu cantik sekali sayank , imut lagi ". jawab mama Rahayu sambi memeluk Sifa .
Mendapat pelukan dari mama Rahayu mengurangi gugupnya bahkan jilang sama sekali rasa gugup nya tadi . Tak terbayang di benaknya dia akan di terima begitu tulus di rumah Wijaya .
pelukan itu sungguh terasa pelukan seorang ibu untuk Sifa yang haus akan kasih sayang , cuman dia tutupi dengan ketegaran sikapnya . Tapi dia hanya lah gadis yang haus akan belaian sorang Ibu .
" Ayo masuk sayang Rico ada di dalam ,"ajak mama Rahayu sambil menggenggam lembut tangam Sifa .
" Iya tante ".
Memasuki rumah mewah keluarga Wijaya pertama yang dia lihat adalah foto keluarga berukuran besar .
Sama seperti di rumahnya .
" Pa , coba lihat siap yang datang ". tanya mama Rahayu kepada suami nya yang masih focus membaca koran di ruang makan .
" siapa ma ?". jawab papa Agus sambil melipat koran yang dia baca , dan menoleh ke arah istrinya . betapa kagetnya dia melihat Sifa calon menantunya kini berdiri di belakang istrinya sambil menunduk .
Entah apa yang dia lihat di bawah , keliahatan lebih menarik lantai dari pada dirinya .
" lohh , Sifa kamu sudah sampai ? kapan kok om nggak denger ada mobil masuk ? .
" " Baru saja om ". jawabnya sopan .
" hehehe . Mama jangan bikin papa malu di depan calon mantu apa ma ". jawab papa Agus sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Sudah lah , Rico sama Andre kemana pa , belum turun juga ? ".
" Belum ma ". sini Fa jangan berdiri saja ,sini duduk dulu '" ajak papa Agus .
" Kamu tunggu di sini ya sanyak tante mau lihat Rico sama Andre dulu ".
" Iya tante ".
" Anak itu dandan aja udah kayak cewek ". gerutu mama Rahayu sambil berjalan menaiki tangga menuju kamar kedua anaknya .
Sambil menunggu istrinya memanggil anak- anak pandangan pap Agus jatuh pada paper bag yang di bawa Sifa .
" Kamu bawa apa Fa ?". penasaran dengan isi paperbag yang di bawa Sifa akhirnya papa Agus bertanya . maklum saja laki kepo .
" ohh ini Nasi goreng Seafoot om , kemaren mas Rico mau di buatin sarapa suruh anter ke kantornya . ".
" Wah , itu masakan kesukaan orang di sini kalo buat sarapan Fa , kamu bisa masak memangnya ?
__ADS_1
"Bisa om , kebetulan Sifa kerja di resto jadi asisten chef jadi dikit dikit ngerti ".
" pinter kamu ya!." kelihatannya enak , boleh om nyicip dikit ?
" Boleh banget om , kebetulan Sifa buatnya banyakan tadi ". dengan semangat Sifa mengambil tempat nasi gorengnya dan meletakkan di meja makan .
" wah kelihatan menggoda , coba kamu ambilkan Fa !".
" iya om " belum sempat menerima piring papa Agus mereka di kagetkan dengan suara dari arah belakang .
" Enak aja , nggak boleh ya . Sifa cuman bikin buat aku aja pa ?".
" Papa cuman mau ngicip Ric , pelit amat . Sifa bikinya banyak mana sanggup kamu habisin sendiri ?.
" Bener Fa kamu bikinya banyakan ?
" Iya mas aku bikinya tadi agak banyakan , aku pikir nanti sekalian mas makan sama sekertaris mas kan bisa , taunya malah di suruh ke sini .
" tante tadu yang nyuruh sopir antar kamu ke sini Fa , pengen ketemu sama kamu . ehh nggak taunya malah ketiban rejeki . sahut mama Rahayu semangat melihat nasi goreng seafood di depan matanya yang kelihatan menggoda .
"Sudah - sudah kapan makannya . papa sudah nggak sabar mau makan ini "
" Ya sudah sini Sifa siap kan ,. mas ayo duduk ".
Dengan tlaten Sifa melayani satu persatu . mereka kelihatan meningmati sarapan kali ini yang begitu nikmat .
" Buat Andre mana ma ? tanya Andre yang baru saja turun.
"ohh iya , Sifa ini Andre Kakak Rico "
" Hai aku Andre kakak sekaligus asisten Rico " jawab Andre sambil mengulurkan tangan nya kepada Sifa .
" Sifa kak , senang bertemu dengan kakak" jawab ramah Sifa sambil melihatkan senyum imutnya .
imut " batin Andre .
" Duduk Ndre sini mama ambilkan nasi goreng seafood buatan Sifa , enak banget " suara mama Rahayu membuat atensi Andre yang masih dalam lamunan sadar seketika .
" wah Sifa yang masak ya ? ". tanya Andre sambil menyodorkan piringnya .
" Iya kak semoga pas di lidah kakak ".
" Wah enak banget loh Fa , kayak nasi goreng yang ada di resto , pantesaja Rico sampai nggak lihat ada orang , dia keenakan makan sih ". sindir Andre kepada Rico .
Karena sedari tadi Andre datang hingga kini pria iti tak mengalihkan pandangannya dari piring , dia sibuk melahap makanan terenak dari yang pernah di makan .
__ADS_1
Memdapat sindiran Andre tak membuat Rico mengalihkan tatapannya dari nasi goreng tersebut . Masa bodoh dengan Andre biarkan orang itu bicara .
Tak mendapatkan sautan dari Rico membuat Andre mendengus kesal , kesal karna di cuekin Rico tentunya .