
Sampai di kamar hotel yang dipesan kini Sifa dan Rico langsung masuk kedalam kamar mereka , lebih tepatnya kamar pengantin mereka .
Mereka memang memilih memesan kamar di hotel yang sama temapatnya melakukan resepsi pernikahan tadi . Tak mau repot untuk pindah hotel lagi karena pasti nanti resepsi akan berlangsung cukup lama . Bukan hanya pengantin baru ini saja yang menginap disini tapi seluruh keluarga juga di pesankan kamar di hotel yang sama .
Masuk kedalam kamar di buat takjub dengan nuansa kamar yang jauh berbeda pada kamar hotel sebelumnya . Nuansa kamar pengantin jelas terasa di dalam kamar , dan itupun membuat kedua pasangan baru ini menjadi canggung .
Taburan kelopak bunga mawar merah membentuk lambang hati di atas lantai kamar menyambut kedatangan mereka . Di tamabah diatas ranjang juga banyak kelopak bungga mawar bertebaran di lengkapi lilin lilin aroma terapi membuat suasana kamar menjadi hangat .
Duduk besebelahan di atas ranjang dengan perasaan gugup dan berdebar entah kegiatan apa lagi yang akan terjadi di malam pertama ini .
" Ka......kamu mau mandi dulu apa aku duluan ". Gugup sungguh ini pertama kalinya Rico satu kamar dengan seorang wanita selain Mamanya .
" Mas aja duluan , aku mau istirahat dulu ". Ucap Sifa menunduk tak mau mengankat wajahnya yang sedang memerah itu .
" Ya sudah aku duluan ".
Melihat Rico Berjalan kearah kamar mandi gugup yang dirasakan Sifa seolah berhenti . Memandang lagi kamar ini akan menjadi saksi dimana dia dan Rico akan tidur bersama malam ini .
Tak berselang lama Rico keluar dan berjalan kearah Sifa yang sedang focus memindai kamar sampai tak meliahat dia keluar dari dalam kamar mandi .
" Kamu lagi lihat apa ". Tanya Rico sambil terus menggosok rambutnya yang basah sehabis karamas .
__ADS_1
Kaget dengan suara yang dia kenali menoleh dan tatapan mereka bertemu , Sifa dibuat terpesona dengan Rico saat ini .
Jika biasanya dia melihat Rico berpakaian rapi dan klimis tapi sekarng dia bisa melihat Rico tampil dengan rambut acak acakan tapi tak membuat kadar ketampanan Rico berkurang sedikitpun .
Tak kunjung mendapatkan jawaban dari istrinya justru kini Sifa kemabali bengong melihatnya .
" Hey ,,,,, kamu kenapa ". Takutnya nanti malah kesambet , kan nggak lucu di malam pertama malah kesambet apa kata dunia .
" Ehhh ," . Sungguh Sifa merasa bodoh , malu sekali dia bagaimana bisa dia bisa mengagumi suaminya secara terang terangan seperti ini .
Sungguh inggin rasanya dia menghilang saat ini juga . " Bukan kenapa kenapa Mas , hanya melihat kamar saja ". Ucapnya sambil menyembunyikan rona merah pada wajahnya .
" Ya sudah kamu mandi , sudah ku siapkan air hanggat untuk mu ". Tak inggin suasana kemabali canggung akhirnya Rico menyuruh Sifa untuk segera mandi .
"terimakasih Mas ", ucapnya sambil berlalu menuju kamar mandi dengan sedikit menyeret gaunnya.
.
.
.
__ADS_1
Didalam kamar mandi Sifa masih belum bisa membuka gaunnya serasa sulit baginya . Mau minta tolong siapa di kamar ini hanya ada dia dan Rico .
Mau minta lotong Rico dia sangat malu , Apalagi setelah kejadian memalukan tadi , huhhh dia sungguh mengutuk dirinya sendiri .
Tapi tak punya pilihan lain selain minta tolong Rico , atau dia akan begini terus sampai besok pagi .
.
.
.
.
.
.
hai aku balik lagi ya , maaf kalau banyak typo .
See you 🥰
__ADS_1