
Hai gais , Maaf ya author 2 hari nggak up . Bulan ini pekerjaan ku banyak banget ya , malkum ya gais kerja jadi buruh di tempat orang ya begini . Harus ikut apa kata bos .
Author bakal usahain up aetiap hari ya walaupun partnya gak bisa panjang .
Doain ya Authot sehat dan bisa menghibur kalian dengan tulisan receh author ini . Doa terbaik juga untuk pembaca semua .
Okay kita lanjutya . Jangan lupa like , masukkan cerita ku dalam daftar favorit kalian ..
...----------------...
Setelah tertidur beberapa saat Sifa mulai mengerjapkan matanya , diluhatnya sesosok pria tertidur pulas di sampingnya .
Dilihat dari wajahnya ada gurat kelelahan akibat menyetir sendiri dengan jarak yang lumayan jauh .
Siapa lagi kalau bukan Rico , yang kemarin baru saja mempersuntingnya menjadi istri yang akan menemani sisa hidupnya kelak . Amin
Tangan kekarnya melingkar sempurna si tubuh Sifa , sambil menelusupkan wajahnya diceruk lejer Sifa . Dipandanginya wajah lelah Rico , kasian sebenarnya dia menyetir sendiri dengan jarak yang lumayan jauh dari kota mereka .
__ADS_1
Apalagi dia menyetir sendiri tanpa ada yang mengajaknya ngobrol , Dia sebagai istri hanya tidur selama diperjalanan mengganti waktu tidurnya semalam yang dia gunakan untuk melayani suami mesumnya ini . Bagaimana dengan Rico yang hanya tidur beberapa saat saja .
Mengingat kajaian semalam sungguh ini membuat pipi Sifa bersemu merah . Bagaimana ganasnya Rico menggaulinya semalam . Apalagi saat baru saja dia mandi dan meliahat banyaknya tanda yang dibuat Rico , tak sadar dia memberikan hukuman puasa selama dua hari . Bukam kapok malah dia terus menerus meminta jatahnya hingga sudah tidak tau laga berapa ronde yang dia lakukan . Katanya untuk bekal puasa dua hari .
Tapi Sifa rasa dia tak inggin egois dengan Rico , melayani Rico adalah tugas utama dia menjado istrinya.
Tak inggin mengganggu tidur Rico , Sifa mencoba turun perlahan dari temapat tidur menyingkirkan tangan Rico dengan perlahan . Dia inggin kekamar mandi membersihkan dirinya dan segera inggin membuatkan makanan malam untuk suaminya .
lima belas menit sudah dia dikamar mandi , Sifa keluar sudah memakai baju santai , melihat Rico masih tertidur pulas akhirnya Sifa keluar menuju dapur melihan kulkas apakan ada bahan masakan untuk malam ini .
Dan ternyata kulaks mereka penuh dengan bahan makan . setelah memilih bahan Masakan yang akan dia masak Sifa lanjutkan dengan muali masak .
Sakin asiknya memasak Sifa sampai menyadari bahwa Rico menyusulnya kedapur
" Masak apa yang ?". Ucap Rico sambil memeluk Sifa dari belakang dengan dagunya menempel indah dipundak Sifa.
" Mas ngagetin tau nggak , untung nggak jantungan aku . Mas mua jadi duda muda ". Gerutu Sifa di balas kekehan dari Rico . Tapi Rico tak menyukai kalimat terakir Sifa .
__ADS_1
" Mas nggak mau kamu bilang seperti itu , pokoknya kamu selamanya hidup sama Mas . dari pada kamu yang Mati lebih baik Mas dulu yang Mati ". Jawab Rico dengan nada tegas dan tatapan tajamnya . Dia nggak suka Sifa membahan soal kematian. Walaupun dia tau semua yang hidup bakal merasakan mati .
Berjalan meninggalkan istrinya dengan perasaan kesal.
Kalimat suaminya itu mampu membuat Sifa sadar perkataanya tadi menyinggung perasaan Rico .
Bagaimana ini , bagaimana membujuk suaminya agar tidak marah kepadanya . Sungguh dia tidak sanggup jika Rico mendiaminya seperti ini .
Mematikan kompornya dia inggin meminta maaf kepada Rico , Ya dia harus minta maaf .
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...