
Cepat - cepat Rico turun dari kasur tampa memakai kembali celananya , berjalan cepat kearah Sifa .
" Mas mau apa , kenapa nggak pakai baju ". Pekik Sifa memalingkan muka kaget melihat Rico berlari kearahnya tanpa memakai baju sehelaipun alias tel**jng bulat .
" Mas mau bantu kamu ke kamar mandi lah , itu kamu sakitkan ? " . jawabnya sambil menunjuk kearah inti Sifa .
Melihat tatapan Rico yang tak berkedip sama sekali melihat tubuh polosnya . Apalagi si gunung kembarnya yang tergantung menantang .
" Mas jangan mesum ya , ini aku masih sakit ya ". Sewotnya sambil menarik selimut menutupi tubuhnya .
Cepat cepat Rico mengankat tubuh istrinya .
" Massss" pekik Sifa yang kaget tiba tiba tubuhnya melayang.
Tampa menghiraukan protes istrinya berjalan cepat kearah kamar mandi mendudukkan tubuh istrinya di closet .
" Dah kamu pipis dulu , mas tunggu ".
" Kenapa nunggu di sini , Mas tunggu di luar aja ". Protesnya melihat suaminya masih tak keluar malah bersandar di tembok sambil melihat intens dirinya .
" Kenapa ? Mas mau jaga kamu . Takutnya kamu nanti kesusahan saat berjalan ". Kilahnya .
" Alesan , Dasar mesum ". Gumannya .
Tak tahan menahan lagi terpaksa dia melanjutkan kegiatan buang hajat , tak perduli tentang Rico yang masih saja melihatnya bergerah .
Ketika mau membasuh area intinya tiba - tiba tangannya di cekal suaminya .
" Kenapa ? " .
" Biar Mas aja yang bersihkan ".
" Enggak perlu aku bisa sendiri ". Tolaknya .
" Sini yank , Mas hanya mau bantu kamu ". Kekeh Rico.
" Tapi Mas ?". Ucapan terhenti ketika melihat tatapan Rico . " ya sudah , tapi janji ya cuman besihin aja nggak aneh aneh ?".
Bagai mendapat anggin segar kini , Rico berjongkok di depan kaki istrinya melebarkan kakinya dan mulai membasuh area favoritnya itu .
" Nggak janji sayank". tersenyum menyeringai .
Perlahan dia membasuh area favoritnya itu . Tapi lama kelamaan bukan membantu istrinya tapi dia mulai memancing ga*rah Rico yang sempat padam .
" Mas , katanya mau bantu tapi kok ini ,,,, ahhhhh".. Terdengar suara lukcnut membuat Rico semakin bersemangat meran**ng istrinya .
__ADS_1
Setelah merang**ng bagian bawah tubuh istrinya kini Rico beralih ******* bibir tipis tapi kini terlihat sedikit bengkat karena ulahnya beberapa saat lalu .
Menyesap , Mere**at gunung menatang istrinya , menuntun istrinya berdiri berjalan kearah Sower tampa melepaskan pagutan mereka .
Menyandarkan tubuh istrinya ketemboh meraba bagian bawah istrinya memastikan keadaan siap belumnya , setelah dipastikan siap Rico mengankat sebelah kaki istrinya dan mencoba memasukakn miliknya .
Ehhhhhh.... Terdengar lenguhan memenuhi kamar mandi. Hingga kegiatan mereka terjadi hingga beberapa waktu . .
.
.
.
.
.
.
.
Satu jam lebih meraka habiskan untuk melanjutkan kegiatan panas panasnya . Yang awalnya hanya inggin membantu istrinya berakhir melakukan kegiatan menyenangkan bagi Rico tapi tidak bagi Sifa .
Semakin susah aja dia berjalan , bagaimana besok dia bisa menemui keluarganya dengan keadaan seperti ini .
Keluar dengan balutan jubah mandi dengan kepala masih tertutup handuk menutupi rambutnya yang basah . Dan jangan lupa bibirnya yang mencerut .
Sebal dengan suaminya , bisa bisanya dia mengambil kesempatan dalam kesempitan . Katanya dia hanya membantu tapi malah dibuat capek .
" Maaf sayang , mas kelepasan habis kamu enak ". meliat istrinya yang terus saja cemberut dari keluar dari kamar mandi hingga kini .
" Maaf di terima , tapi aku masih sebal sama mas ! Maa harus di hukum pokoknya !". Ucap Sifa
" Iya deh , iya Mas salah . Mau di hukum apa ?".
" Mas harus puasa selama satu minggu ". Ucap Sifa sambil tersenyum menyeringai . Memang dia aja yng bisa ngerjai Sifa juga bisa .
" Apaaaaa??.... ". Pekik Rico sambi melotot
" Apasih Mas kenapa teriak sih ".
" Yang bener do sayang masak Mas harus puasa ? Baru aja ngerasai nikmat ". Rengek Rico.
" Itu aku masih sakit mas , perih paling tidak sampai sembuh dulu .Mal nggak lihat jalan ku kayak bebek ?."
__ADS_1
" Dua hari ya ".
" No satu minggu ".
" Dua hari atau tidak sama sekali ". Putus Rico .
" Ya udah dua hari ". Sambar Sifa sambil berjalan kearah ranjang .
Merebahkan dirinya , tanpa perduli dengan pakaian yang dia kenkan . Yang dia ingginkan hanya tidur dan tidur.
Tapi....
Brukkkk...
Tiba tiba Riko menindih tubuhnya lagi .
" Ihh , Mas mau apa ? Aku ngantuk mau tidur , minggir ihhh ".
" Perjanjianya berlaku besok sayang , dan ini masih ada waktu . Lumayan buat sangu puasa dua hari ". Bisik Rico .
"Massss!". Pekik Sifa .
Tanpa menunggu ba bi bu kini Rico kembali mendapatkan Haknya .
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Hai teman teman , maaf ya kemari enggak bisa up . Jaringan di rumah ku lagi buruk jadi nggak bisa up .
Ikuti terus kelajutan cerita recek ku ya .
See you 🥰
__ADS_1