
"papa nyuruh kamu pulang karena memang ada yang mau sampaikan nak . sambil menarik nafas pak bayu mulai bicara .
"papa mau bicara apa sama sifa . menatap kedua orangtuanya secara bergantian .
" perusahaan kita mengalami kerugian besar ada orang dalam yang membocorkan data internal perusahaan ke perusahaan lain. orang orang papa masih mencari pelakunya .
tapi yang jadi permasalahannya adalah semua infestor menarik saham mereka dari perusahaan kita . jadi untuk menutupi kerugian itu papa terpaksa meminjam dana dari perusahaan WIJAYA COMPANY . jawab pak bayu dengan pandangan kosong .
mengingat perusahaan yang hampir gulung tikar membuat pak bayu mengalami dilema besar .
bagaimana tidak perusahaan yang di bangun dengan jerih payah kakeknya dulu kini mengalami masalah yang cukup besar dan harus mencari suntikan dana yang vantastis . tapi si satu sisi dia tidak mau membuat putrinya sebagai jaminan hutangnya . menginggat bagaimana dulu iya dan istrinya dengan tega telah menorehkan luka dihati anaknya tersebut.
" hubunganya sama sifa yang disuruh pulang apa?".
sifa merasa ada yang tidak beres dengan kepulangan yang mendadak dan juga perubahan sikap orangtuanya.
Eheemmm…………
papa bayub berdehem untuk menutupi kegugupanyan. gugup karena iya tau dengan memberi tau putrinya tentang apa yang di ingginkan oleh perusahaan WIJAYA COMPANY adalah menjudohkan salah satu putrinya dengan putra pertama merekan yaitu rico adriansyah .
iya tak inggin lagi menyakiti hati sifa . cukup selama ini iya dan istrinya menyakiti hati sifa . tapi menjadikan sinta sebagai istri rico pun tak bisa juga . bagaimanapun sifa adalah anak tertua di keluarga mereka . iya tak ingin sifa di langkahi adiknya . dan alasan yang paling berat adalah mengenai penyakit sinta yang cukup parah . iya tidak inggin memberi tahu sinta karena takut jantung sinta tak kuat karena kaget dengan kabar ini.
lagi dan lagi sifalah yag harus berkorban .....
" merekan menginginkan salah satu putri papa untuk di jadikan menantu di keluarga wijaya .jawab papa bayu melemah .
Deg………
" kan ,
harus aku lagi yang harus berkorban untuk keluarga ku . disaat mereka susah aku yang mereka cari tapi di saat mereka senang bahagia mereka tak perduli denganku . tuhan...... kenapa harus hambamu hiks...hiks ....hiks...batin sifa menangis .
menatap datar dan dingin kedua orangtuanya sifa mencoba untuk bersikap tenang .
" kenapa harus aku "? tanyanya dingin .
" karena hanya kamu harapan satu satunya kami nak ". kali ini mama kinar yang angkat bicara . dengan memegang tangan dan mengelus punggung tangan putrinya , beliau mencoba memberi pengertian .
bukan tak peka dengan perubahan muka anaknya . tapi iya inggin anaknya mengerti tentang keadaan yang mereka alami .
__ADS_1
tak inggin kembali menyakiti hati sifa mama kinar mencoba berbicara dengan lembut kepada sifa .
" mama tau kamu kaget dengan kabar ini nak , sama kita pun sama kagetnya dengan permintaan pak Agus yang menginginkan salah satu putri mama untuk dijadikan menantu .
tapi ini salah satu syarat dari pak agus agar perusahaan papamu bisa kembali lagi nak ". sambung mama kinar lembut .
" jadi kalian nyuruhku pulang hanya untuk bicara tentang ini ?melepas tangan mamanya yang senatiansa mengelus punggung tangannya sifa, beralih mengepalkan tangannya berharap meredakan emosi yang kini hampir meledak.
bagaimana ngak emosi , dia di jadikan jaminan hutang papanya sendiri . apa tidak cukup selama ini mereka menyiksa batin sifa . ohhh no..
" kenapa bukan anak kesayangan kalian saja yang kalian gunakan untuk jaminan hutang ?".
" lagi lagi harus aku yang kalian korbankan .nggak cukupkah selama ini pengorbanan ku sebagai anak untuk kalian ?". kali ini intonasi suara yang sedikit meninggi , menandakan sifa di level muak dan marah kepada orangtuanya .
" bukan seperti itu nak , mama pun berat memilih antara kamu dan sinta . semua sama di mata mama dan papa . cobalah mengerti keadaanya saat ini sayang . mama tak inggin kamu di langkahi adik kamu .kamu anak tertua kami dan juga kamu lebih mandiri dari sinta yang manja .maafkan kami tapi sungguh tak ada niat kami untuk menjadikan mu sebagai jaminan hutang nak sungguh.
kembali mama kinar meraih tangan sifa untuk di genggam . mencoba memberi pengertian kepada sifa .
" papa mohon sifa , papa mohon tolong bantu perusahaan kakek nak . papa mohon". tangan papa bayu terulur untuk menyentuh anaknya dan hampir saja bersujud memohon kepada putrinya.
" papa bangun pa , nggak seharusnya papa bersujud kepada anaknya . mencoba meraih tubuh papanya untuk bangun tak bersujud seperti ini.
mencoba bernego dengan hati sifa mencoba memberikan keputusan yang terbaik untuk orangtuanya yang kini sedang di rundung masalah .
tak inggin mengecewakan orang yang telah merawat dan membesarkanya walaupun tanpa kasih sayang utuh yang iya dapatkan.
tapi sifa tak inggin melihat orangtuanya hidup dengan tekanan . karena bukan hanya orangtuanya saja yang kesusahan tapi juga ratusan orang yang bergantung hidupnya di perusahaan papanya . mungkin hanya ini yang bisa iya lakukan . jika bukan untuk orangtuanya setidaknya untuk ratusan orang .
****
" akan sifa fikirkan dulu , lusa sifa kasih tau papa ". putus sifa . walau berat akan sifa coba . tak apa jika iya tak bahagia . yang penting orang di sekitarnya bisa hidup layak .
" trimakasih nak , trimakasih semoga keputusan yang kamu ambil adalah keputusan yang terbaik .binar bahagia tergambar di wajah sang papa. walaupun sifa belum memberi jawaban yang pasti.
" trimakasih nak . maafkan mama yang harus kembali mengorbankan mu dari masalah ini . rasa lega pun kini menghinggapi hati ibu dua orang anak tersebut .
" iya . kalau begitu sifa pulang dulu ma , pa . sifa mau berangkat kuliah ".
" kamu bener ndak mau sarapan dulu sayang ...? ".
__ADS_1
" tidak perlu ma , aku masih kenyang trimakasih tawaranya ".
walau terbesit rasa kecewa karna sang anak yang tak mau sarapan bersama tapi mama kinar mencoba tersenyum walau terbesit rasa sesal karena sang putri masih menjaga jarak dengannya . iya sadar seberapa besar kesalahan yang iya lakukan dulu .
kini yang harus iya lakukan adalah mengganti semua waktu dan juga kasih sayang yang pernah di renggut dari kehidupan sifa selama ini .
walaupun iya mengerti bahwa apa yang iya lakukan tidak akan pernah bisa menggantikan semua yang pernah terlewatkan.
" Yasudah kalu itu maumu , tapi jangan lupa makan ya sayang, mama nggak mau kalau kamu sakit . dan kalau kamu butuh apa apa kamu bisa telfon mama atau papa. elusan tangan mama kinar terasa lembut membelai pucuk kepala .
elusan inilah yang dulu sifa inginkan . dulu dia iri dengan dengan sinta yang setiap hari bisa merasakan lembutnya tanggan mamanya . kini pun iya bisa merasakan walaupun harus dengan perjuangan dan juga pengorbanan besar.
" sifa pamit pulnga ya ma pa?". pamin sifa sambil mencium tangan kedua orangtuanya secara bergantian .
" iya sayang" . jawab papa bayu sambil memeluk tubuh putrinya " maafkan papamu ini nak ". sambil membelai lembut punggung putrinya .
dulu punggung ini jika di peluk tersa kecil karena pada waktu itu sifa masih berusia 3 tahun. kini putrinya sudah dewasa , usianya sudah 19 tahun . punggung yang dulunya kecil ini kini sudah semakin melebar seiring berjalannya waktu . bahkan iya lupa kapan terakhir kalinya dia peluk anak pertamanya ini.
" iya pa . maafin sifa sempat marah tadi sama papa?".
" Tidak sayang kamu benar jika marah , maafkan papa lagi lagi kamu harus berkorban . jawab papa bayu berkaca kaca .
" Yasudah ya sifa pulang . udah di tunggu ojek di depan nggak enak kalo nunggu lama lama".
" kamu nggak mau di antar pak joko nak ? tawar mama kinar lembut.
" tidak perlu ma , sifa udah di tunggu nihh . dah ma pa . asalamuallaikum . pamit sifa sambil melambaikan tanggan .
"wallaikumsallam. jawab mereka serempak .
papa bayu menengok ke istrinya yang sedang melihat sifa keluar dari gerbang dengan tatapan sendupun mencoba menghibur istrinya yang iya tau istrinya sedang di rundung rasa bersalah terhadap sifa.
" sudahlah ma , jangan sedih terus . ini bukan cuman salah mama saja , papa pun juga bersalah kepada sifa . yang bisa kita lakukan adalah memberikan kasih sayang kita dengan adil ke kedua puti kita dengan adil. hibur papa bayu yang sekarang menuntun sang istri masuk ke rumah .
" hiks…hiks…hiks…ibu macam apa pa aku ini .ibu yang tidak bisa memberikan kasih sayang adil kepada sifa dan sinta .
" sudah ma . mama jangan sedih terus . kalau mama nangis terus terus sakit terus kapan mama akan menebus kesalahan mama kesifa . mama harus sehat terus pokoknya . oke
"iya papa bener mama nggak boleh sedih terus . mama harus berjuang untuk mendapatkan hati sifa lagi .
__ADS_1
" bukan hanya mama , papa juga ma . kita melukai hati sifa bersama . jadi harus berjuang bersama .