
Hai teman teman aku datang lagi , maaf ya kemarian aku nggak up cerita . karena bener capek habis kerja . Enak nya rebahan dan tidur ya teman teman .
Hehehe..... cerita kita lanjut ya , jangan lupa like , vote , dan juga beri aku kopi biar tambah semangat ..
Cerita sebentar lagi akan memasuki babak ujian cinta Rico dan Sifa ya . Jadi tetep pantengin aja
...----------------...
Di dalam kamar tepatnya di atas ranjang Rico rebahan masih dalam keadaan polos terkekeh bendengar teriakan istrinya dari dalam kamar mandi .
Bisa di tebak pasti istrinya telah melihat tanda cinta yang dia buat sepanjang tubuhnya tanpa terlewat seincipun .
Gila memang Rico ini , bagaimana istrinya bisa keluar dalam keadaan seperti itu ? Di tak perduli sama sekali yang dia ingin hanya membuat Sifa mengerti akan Rasa cinta yang Rico miliki untuknya .
Dia memang tak bisa seperti laki - Laki pada umumnya yang bisa mengumbar kata cinta untuk pasanganya . Menurutnya perlakuan kita ke pasangan lah yang akan membuat pasangan kita mengerti akan cinta yang di milikinya .
Setelah tiga puluh menit Sifa berendam di bathup , kini Sifa keluar membersihkan sisa Bus yang masih menempel di tubuhnya sambil memikirkan bagaimana caran bisa menutupi tanda di lehernya ini .
Ceklek ,,, berbalut jubah mandi Sifa keluar dari dalam kamar mandi . Tak menghiraukan tatapan suaminya . Duduk di depan kaca sambil mengeringkan rambutnya .
" Sayang kamu marah sama Mas ...? ".
......
" Yank , Mas minta maaf ya udah bikin banyak tanda ?".
.......
__ADS_1
" yank ....".
........
" Yanggg....!" . Seru Rico karena sedari tadi Sifa tak menimpalai ucapanya.
" Apasih Mas , enggak usah teriak teriak apa , Sifa nggak budeg ". Ketusnya .
Dia bertekat inggin menghukum suami mesumnya ini .
" kenapa kamu dari tadi diamin Mas ? Dari tadi Mas ajak bicara kamu diam saja ?". Rico bangkit dari ranjang dengan telanjang bulat berjalan mengambil Boxer miliknya .
Sifa di buat melonggo dengan tingkah suami mesumnya ini , kemana rasa malu suaminya ini .
Selesai memakai boxer miliknya Rico berjalan kearah istrinya sedang duduk di depan cermin .
" Maafin Mas ya , sudah bikin tanda sebanyak itu ?".
" Sifa maafin , tapi lain kali jangan buat sebanyak ini Mas . Kalau mau buat ya buat di tempat yang tertutup jangan di sini". Tunjuk Sifa di lehernya yang kini di penuhi banyak tanda merah.
" Jadi Mas ,boleh bikin tanda di tempat tertutup ?". Pikiran Rico kini treveling kearah mana dia akan buat tanda . Pasti akan lebih menyenangkan .
Melihat raut wajah suaminya , Sifa yakin pasti dia sesang berpikir yang engak engak .
" Tapi tidak seluruh tubuh , cukup tempat yang bisdi tutup sama pakaian ". Sambung Sifa mamapu membuat pikiran kotor Rico hilang seketika.
" Iya deh iya , Mas paham ". Jawabnya lesu .
__ADS_1
" Mas harus bantu aku buat mikir bagaimana cara menutupi tanda ini ".
" Pakai syal saja yank ".
" Cuaca di luar panas Mas , apa kata orang jika aku keluar dengan syal ".
" Pakai baju berkerah tinggi saja , tidak mungkin di tutup pakek fondasion yang , sebanyak ini engak bisa menutup semua ". Dia baru tau sebanyak ini ternyata tanda yang dia buat semalam .
Pantas saja istrinya marah , kulit Sifa yang outih mulus kini seperti macan tutul saja.
" Baru tau kalau kamu buatnya sebanyak ini ". Sewot Sifa . .
" Hehehehe ,,,,, ". Rico hanya bisa terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
.
.
.
.
.
.
Bersambung .....
__ADS_1